Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Minoritas Muslim di Tibet Nilma Yola
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.807 KB) | DOI: 10.15548/turast.v9i1.3375

Abstract

This paper aims to discuss the history of the life of Muslim Minorities in the Tibetan region, where minority Muslims usually live in the midst of other communities whose majority are always oppressed. However, what is unique is that in Tibet they live peacefully and there are no major disputes between the native Buddhists and the Muslim minority immigrants, and they even unite to fight against the Chinese invaders. The method used in this study is a historical research method with data collection techniques through literature study. The formulation of the problem in this research is why the Muslim minority and the Buddhist majority can live peacefully and side by side in the Tibetan region. The results of this study are 1). The basic needs of many Tibetans come from the Middle East, the majority of whom are Muslims, therefore, in order to maintain good relations, they certainly do not want to cause new problems if the security of their Muslim brothers in Tibet is not guaranteed. 2) Muslims, on average, are community groups who were originally neighbors, and will continue to have good relations even though they have different beliefs. 3). Tibet is led by the Dalai Lama, who has always taught to respect each other, regardless of their religion 4). Both are victims of Chinese colonialism, so they feel the same fate and struggle.
Peran Muhammadyah dan Nahdlatul Ulama dalam Perjuangan Merebut Kemerdekaan Indonesia Sania Anggraini; Nilma Yola
TADRIBUNA Vol 4 No 2 (2024): Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v4i2.161

Abstract

Abstrak. Organisasi Islam di Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, peranan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Walaupun terkadang ada perbedaan pandangan di antara anggota-anggotanya seperti tampak dalam MIAI dan Masyumi, akan tetapi secara keorganisasian tujuannya adalah mengetahui bentuk-bentuk perjuangan organisasi Islam dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia dan mengetahui peran organisasi Islam dalam memperahankan kemerdekaan Indonesia. Dari hasil kajian ini menunjukkan bahwa organisasi Islam di Indonesia mempunyai andil besar dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Munculnya PII (Partai Islam Indonesia) yang mewadahi perjuangan umat Islam pasca melemahnya Sarekat Islam (SI) tidak terlepas dari peran NU dan Muhammadiyah. Dalam kedua organisasi federasi ini, tampaknya NU dan Muhammadiyah ingin menyamakan visi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Peran Muhammadyah dan Nahdlatul Ulama dalam Perjuangan Merebut Kemerdekaan Indonesia Sania Anggraini; Nilma Yola
TADRIBUNA: Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2024): Januari-Juni
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v4i2.161

Abstract

Abstrak. Organisasi Islam di Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, peranan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Walaupun terkadang ada perbedaan pandangan di antara anggota-anggotanya seperti tampak dalam MIAI dan Masyumi, akan tetapi secara keorganisasian tujuannya adalah mengetahui bentuk-bentuk perjuangan organisasi Islam dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia dan mengetahui peran organisasi Islam dalam memperahankan kemerdekaan Indonesia. Dari hasil kajian ini menunjukkan bahwa organisasi Islam di Indonesia mempunyai andil besar dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Munculnya PII (Partai Islam Indonesia) yang mewadahi perjuangan umat Islam pasca melemahnya Sarekat Islam (SI) tidak terlepas dari peran NU dan Muhammadiyah. Dalam kedua organisasi federasi ini, tampaknya NU dan Muhammadiyah ingin menyamakan visi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Transformasi Lembaga Pendidikan Islam di Minangkabau: Peralihan dari Tradisional ke Modern dalam Perspektif Sejarah dan Dinamika Sosial Nilma Yola; Mufti Ulil Amri; Cut Ezha Thania
TADRIBUNA: Journal of Islamic Education Management Vol. 5 No. 1 (2024): Juli-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v5i1.191

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengetahui bagaimana transformasi atau perubahan lembaga pendidikan Islam yang terdapat di wilayah Minangkabau mulai dari lembaga tradisional hingga modern. Adapun metode penelitian yang digunakan pada tulisan ini adalah metode penelitian sejarah dengan teknik pengumpulan data dari tinjauan kepustakaan. Setiap sumber yang diperoleh, akan dilakukan kritik sumber baik secara internal maupun eksternal. Kemudian, data yang sudah dikritisi dikelompokkan berdasarkan klasifikasi data masing-masing. Setelah itu dilakukan interpretasi data hasil penelitian dan dituliskan dalam bentuk paragraf serta dilakukan analisis terhadap data-data yang kredibilitas untuk digunakan. Hasil dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan pengetahuan tentang beberapa jenis lembaga pendidikan Islam yang terdapat di wilayah Minangkabau yakni dimulai dari lembaga surau, pesantren, madrasah, pondok pesantren tradisional hingga moderen, serta juga terdapat tiga universitas Islam negeri.
Fatayat NU Sumatra Barat dalam Genggaman “Duo Beradik” Husna & Azizah Aziz (1982-1992) Nilma Yola; Mufti Ulil Amri
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 01 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i01.10697

Abstract

Artikel ini membahas tentang sejarah dan perkembangan organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) di Sumatra Barat, khususnya pada masa kepemimpinan Husna Aziz dan Azizah Aziz. Awalnya, Fatayat NU di wilayah ini hadir sebagai perpanjangan sayap NU dalam rangka mendukung perolehan suara menjelang Pemilu 1971. Namun, organisasi ini mengalami kevakuman selama satu dekade akibat kebijakan "monoloyalitas terhadap Partai Golkar". Fokus penelitian ini adalah untuk mengungkap: (1) bagaimana perkenalan Husna dan Azizah Aziz dengan organisasi Fatayat NU, serta (2) bagaimana keduanya memperkenalkan dan mengembangkan organisasi tersebut kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Husna dan Azizah Aziz mengenal Fatayat NU melalui ayah mereka yang merupakan mustasyar PWNU Sumatra Barat pada masa itu. Upaya pengenalan organisasi dilakukan melalui kegiatan PKHA (Pendidikan Kader), pembentukan cabang-cabang di berbagai daerah di Sumatra Barat, serta kegiatan langsung kepada masyarakat seperti lailatul ijtima’, gotong royong bersama, dan pelatihan kader dasar. Kata kunci: Fatayat NU; Sumatra Barat; Husna Aziz; Azizah Aziz; sejarah lokal