Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan guru dalam perspektif pendidikan Islam Ahmat Miftakul Huda; Ana Maritsa; Difa’ul Husna
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2273

Abstract

Guru merupakan peranan yang paling utama dalam berlangsungnya proses pembelajaran karena seorang guru akan mengubah tingkah laku dan meningkatkan kualitas peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik. Tugas seorang guru yaitu membimbing, mendidik, dan mengarahkan peserta didik untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bahwa guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan istimewa dalam perspektif Pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian kepustakaan dalam memperoleh data. Penelitian ini menggunakan sumber data kepustakaan berupa buku, jurnal, dan sumber lainnya yang dikumpulkan dari beberapa referensi terkait dengan judul artikel ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara mencari sumber referensi yang terkait dengan pembahasan artikel ini, kemudian menganalisis isi dari data – data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi dalam perspektif Islam. Allah juga akan memberi kedudukan serta derajat yang lebih tinggi kepada orang – orang yang berilmu. Seorang guru mempunyai kewajiban dalam rangka untuk menciptakan anak bangsa menjadi manusia yang cerdas dan memiliki akhlakul karimah.
Manajemen Pendidikan Pesantren Mu’adalah Listiana Ayu Indarwati; Oktavianti Nendra Utami; Muhammad Ilham Wijaya; Anisa Qurrata’ayun; Difa’ul Husna
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 3 No 3: Desember (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v3i3.549

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan formal tertua di Indonesia, pesantren telah mewujudkan banyak alumni-alumni yang sangat berkualitas, memiliki peran yang besar dan juga berharga dalam berbagai aspek bidang kehidupan baik dalam aspek ilmu pengetahuan maupun dalam aspek ilmu pengetahuan bidang kepemimpinan. Pemerintah kemudian mengapresiasi peran tersebut dengan meluncurkan program mu’adalah, yaitu sebuah komitmen untuk mengakui kesetaraan antar alumni pesantren berbasis manajemen pendidikan pesantren mu’adalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian studi pustaka, metode studi pustaka adalah cara mengumpulkan data dengan melaksanakan pengamatan terhadap buku, literature, tulisan serta dengan berbagai laporan yang berhubungan dengan masalah yang ingin diselesaikan. Artikel ini yang pertama, menjelaskan tentang definisi atau pengertian dari pesantren mu’adalah, secara istilah mu’adalah yaitu suatu proses penyetaraan antar lembaga pendidikan, baik lingkungan pesantren maupun di luar pesantren dengan menggunkaan standar dan kualitas mutu yang yelah ditetapkan secra adil dan terbuka. Yang kedua, menjelaskan tentang konsep manajemen pendidikan pesantren mu’adalah, proses yang terdiri dari empat sub kegiatan yang masing-masing sub kegiatannya merupakan fungsi dasar. Empat sub kegiatan dalam manajemen tersebut disebut POAC yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Penilaian). Yang ketiga, menjelaskan tentang kriteria pendidikan pesantren mu’adalah, kriteria yang di miliki oleh pesantren mu'adalah diantaranya, kelas bahasa dan lab bahasa yang digunakan untuk proses pengajaran bahasa asing (arab, inggris, dan lainnya) berpedoman dari peraturan yang di tetapkan direktur jendral pendidikan.