p-Index From 2021 - 2026
1.407
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adl PESHUM
Eka Sufartianinsih Jafar
Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PESHUM

Hubungan Kesejahteraan Psikologis Dengan Penyesuaian Diri Pada Istri Yang Tinggal Bersama Mertua Dewi Munadiah Hasrullah; Asniar Khumas; Eka Sufartianinsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1811

Abstract

Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi pada lingkungan sekitar sehingga individu mendapatkan ketentraman secara internal dalam hubungannya dengan dunia sekitarnya. Penyesuaian diri merupakan salah satu permasalahan yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari hari individu. Seperti seseorang yang sudah menikah, dimana seseorang tersebut akan menyesuaikan diri entah bagi diri sendiri, suami, anak, mertua dan keluarga pasangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesejahteraan psikologis dengan penyesuaian diri pada istri yang tinggal bersama mertua. Partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan yang sudah menikah dan tinggal bersama mertua di Sulawesi Selatan sebanyak 106 responden. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri, yang hasilnya dianalisis menggunakan teknik analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penyesuaian diri dengan kesejahteraan psikologis pada istri yang tinggal bersama mertua (p=0.000, r=0.605). Penelitian ini menggambarkan bahwa semakin tinggi penyesuaian diri seorang istri maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini diharapkan mampu membuat sesorang istri agar lebih mengetahui pendekatan dalam menarik perhatian ibu mertua sehingga dapat menyesuaikan diri dan lebih bisa menemukan solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi.
Persepsi Tentang Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless Sri Wahyuni; Asniar Khumas; Eka Sufartianinsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2380

Abstract

Setiap anak perempuan membutuhkan figur ayah, namun tidak semua anak perempuan bisa merasakan hal tersebut karena ketidakhadirannya ayah baik secara fisik maupun psikologis yang hal ini biasa dikenal dengan istilah fatherless. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tentang bagaimana persepsi anak perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless tentang pernikahan. Responden penelitian merupakan dua perempuan dewasa awal berusia 23 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang mengeksplor dua kasus. Kasus pertama yaitu karena ayah meninggal dan kasus kedua karena ayah berselingkuh. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada responden yang ayahnya meninggal dan memiliki kesan baik pada ayah cenderung memberikan persepsi yang positif dan menjadikan ayahnya sebagai role model dalam memilih kriteria pasangan. Tetapi sebaliknya, responden yang ayahnya berselingkuh merasa takut untuk menikah karena kondisi keluarganya yang kurang harmonis, dan sulit untuk percaya terhadap laki-laki karena perilaku ayahnya. Faktor yang memengaruhi persepsi tentang pernikahan pada responden yaitu berdasarkan dari lingkungan keluarga terutama orang tua responden, serta pengalaman yang pernah dialami responden. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi berupa informasi mengenai persepsi tentang pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless dan sebagai acuan kepada partisipan dan masyarakat agar dapat mengatasi dampak fatherless yang memengaruhi cara bersikap terhadap pernikahan.