Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UJI PERBANDINGAN KANDUNGAN ANTIOKSIDAN PRODUK JINTEN HITAM YANG BEREDAR DI KOTA PALEMBANG DENGAN METODE DPPH MONA RAHMI RULIANTI; VERA ASTUTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.025 KB)

Abstract

Jinten Hitam (Nigella sativa) sudah lama dikenal berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit. Banyak penelitian yang membuktikan Jinten Hitam atau lebih dikenal di masyarakat dengan nama Habbatussauda dapat berkhasiat sebagai imunomodulator, anti bakteri, anti inflamasi dan sebagai antioksidan. Jinten Hitam atau yang lebih dikenal dengan nama dagang Habbatusauda sudah banyak beredar di pasaran, baik dalam bentuk kering maupun minyak di toko obat dan apotek sehingga mudah didapatkan. Beberapa produk Habbatusauda ini dapat ditemukan dalam bentuk tunggal maupun di kombinasi dengan minyak lain seperti campuran minyak Habbatusauda dengan ekstrak daun Sirsak, dan ada dalam bentuk campuran minyak Habbatusauda dengan minyak Zaitun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah antioksidan yang terdapat pada produk Jinten Hitam yang beredar di kota Palembang dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorban menggunakan Spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 529 nm dengan Vitamin C sebagai pembanding. Dari pendekatan analisis deskriptif ditemukan adanya perbedaan kandungan produk Jinten Hitam yang beredar di pasaran khususnya kota Palembang. Produk jinten hitam dengan komposisi tunggal memiliki daya antioksidan lebih tinggi disbanding produk jinten hitam yang berbentuk campuran yaitu Habbasyi Oil sebesar 97,2% (IC50 437,8 ppm), Habbasyi Pondok Herbal Habbatussauda Oil sebesar 87,4% (IC50 569,3 ppm) mempunyai daya antioksidan yang setara dengan Vitamin C, minyak Habbasyifa sebesar 43,4% IC501316,9ppm), minyak Habbatussauda Kamil sebesar 40,1% (IC50 2220,5 ppm), Minyak Habbatussauda Sari Murni sebesar 37% (IC50 1586,4 ppm), Minyak Habbatussauda Plus Minyak Zaitun sebesar 26,4% (IC50 50 5631,4 ppm),serbuk Habbatussauda cap Kurma Ajwa sebesar 16,1% (IC50 5042,2 ppm), minyak Habbatussauda Kamil sebesar 15,8% (IC50 3397,3 ppm) dan serbuk Habbatussauda Sari Murni sebesar 10,8% (IC50 5665,6ppm).
KELOMPOK MASYARAKAT DESA PIPA PUTIH, BERTANAM KELOR DAN MENIRAN SERTA MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN MASA PANDEMI COVID-19 Sonlimar Mangunsong; fadly fadly; Vera Astuti
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 Juni (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.114 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i1.850

Abstract

Empowerment community has been carried out through planting Kelor and Meniran to be used as health food during the Covid 19 pandemic. The implementation was carried out in Village of Pipa Putih, RT 6, Ogan Ilir, South Sumatera. It is 30 km from the city of Palembang, a collaboration partner with the Palembang Health Polytechnic. Using two plots of land owned by the residents village of Pipa Putih, the implementing groups are PKK Cadres and the Office Pipa Putih . Provide farming equipment and garden fences. Provide Kelor dan Meniran seeds obtained from nurseries, then given to partner groups to be planted and maintained for 2 months Monitoring was carried out every week on the activities of growing Kelor dan Meniran. The results obtained are Kelor dan Meniran plants can be harvested after 1.5 months of cultivation. The harvest can be processed into healthy food in the form of agar pudding, bandrek, cendol, chips and noodles made from Kelor dan Meniran. Evaluation took from the increase in knowledge, attitudes and behaviors that have been realized in community service planting Kelor dan Meniran. The theme of this activity was followed up by making the superior ready-to-eat product of cadre levels PKK Pipa Putih and at the coverage village.
PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN KELOMPOK KADER DESA PIPA PUTIH, BERTANAM KELOR DAN MENIRAN SERTA PEMBUATAN MAKANAN OLAHAN UNTUK KESEHATAN Sonlimar Mangunsong; Fadly Fadly; Vera Astuti
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 Desember (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.723 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2 Desember.1069

Abstract

Continuing Empowerment community has been carried out through planting Kelor and Meniran to be used as health food during the Covid 19 pandemic. The implementation was carried out in Village of Pipa Putih, RT 6, Ogan Ilir, South Sumatera. It is 30 km from the city of Palembang, a collaboration partner with the Palembang Health Polytechnic. Using two plots of land owned by the residents village of Pipa Putih, the implementing groups are PKK Cadres and the Office Pipa Putih . Provide farming equipment and garden fences. Provide Kelor dan Meniran seeds obtained from nurseries, then given to partner groups to be planted and maintained for 2 months Monitoring was carried out every week on the activities of growing Kelor dan Meniran. The results obtained are Kelor dan Meniran plants.The harvest can be processed into healthy food in the form of agar pudding, bandrek, cendol, chips and noodles made from Kelor dan Meniran. Evaluation took from the increase in knowledge, attitudes and behaviors that have been realized in community service planting kelor and meniran. The theme of this activity was followed up by making the superior ready-to-eat product of cadre levels PKK Pipa Putih and at the coverage village.
Formulasi Dan Evaluasi Emulsi Kombinasi Ekstrak Tomat (Lycopersicum Esculentum) Dan Minyak Zaitun (Olea Europaea) Dengan Variasi Span 80 Dan Tween 80 Sebagai Emulgator Vera Astuti; Ratna Ningsih Dewi Astuti; Cik Ayu
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1774

Abstract

Emulsion is a pharmaceutical preparation in the form of a liquid that combines two substances that are notmixed, usually aqueous and oil. Olive oil and tomatoes are efficacious as antihypertensive.The purpose of thisresearch is formulate tomatoes (Lycopersicum esculentum ) extract and olive oil (Olea europaea) becomes O/Wemulsion. O/W emulsion more stable using a combination emulgator as span 80 and tween 80, because it hasbalance between hydrophilic and lipophilic substances so that it can unite all types of solutions. This study wasa experimental.Variation of span 80 and tween 80 concentrations is 3%:5% formula I, 3,36%:5,64% formula II,3,74%:6,26% formula III. After that, it is evaluated at room temperature storage for 28 days, that are pH,viscosity, specific gravity, homogenity, phase separation, emulsion type, color, odor and taste.Based on theresults obtained, both pH, viscosity and specific gravity are decrease. For evaluasion of phase separation, onlyformula I does meet the requirements. Based on evaluation homogenity, emulsion type, color, odorl and taste allformulas meet the requirements during storage28 days. Tomatoes (Lycopersicum esculentum ) extract and oliveoil (Olea europaea) can formulate becomes stable and eligible emulsion. The most optimal formula is formulaIII with concentration 3,74% of span 80 and 6,26% of tween 80.
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN AKASIA MANGIUM (Acacia mangium Willd.) TERHADAP SEL KANKER SERVIKS HeLa SECARA IN VITRO Vera Astuti; Sonlimar Mangunsong; Lilis Maryanti
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i2.189

Abstract

Tingginya angka kematian yang ditimbulkan menjadikan kanker serviks sebagai salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di berbagai belahan dunia. Eksplorasi bahan alam untuk pengembangan antikanker menjadi strategi yang potensial untuk menemukan senyawa yang lebih efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun akasia mangium (Acacia mangium Willd.) terhadap sel kanker serviks HeLa menggunakan metode MTT assay serta menghitung nilai Inhibitory Concentration 50% (IC₅₀). Daun akasia mangium diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 97%, kemudian ekstrak yang diperoleh diuji pada sel HeLa dengan berbagai konsentrasi, yaitu 7,8125–2000 ppm. Aktivitas sitotoksik ditentukan berdasarkan nilai viabilitas sel yang diperoleh dari pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 550 nm dengan menggunakan ELISA reader. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan persentase kematian sel HeLa secara dose-dependent. Analisis regresi linear menghasilkan persamaan y = 34,59x − 33,298 dengan nilai R² sebesar 0,9567 dan nilai IC₅₀ sebesar 255,95 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, ekstrak etanol daun akasia mangium menunjukkan aktivitas sitotoksik kategori sedang pada sel HeLa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun akasia mangium berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber kandidat senyawa antikanker berbasis bahan alam.
The PROFIL PERESEPAN OBAT ISPA NON-PNEUMONIA DALAM PELAYANAN MTBS DI PUSKESMAS PENGANDONAN KOTA PAGAR ALAM Vera Astuti; Mar'atus Solikhah; Tedi Tedi; Delvi Anis
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3746

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non-pneumonia pada balita merupakan kasus yang sering ditemukan di layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peresepan obat ISPA non-pneumonia pada balita dalam pelayanan MTBS di Puskesmas Pengandonan Kota Pagar Alam. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data rekam medis 87 pasien balita. Analisis meliputi karakteristik pasien (usia dan jenis kelamin), jenis dan bentuk sediaan obat, penggunaan antibiotik, serta ketepatan dosis. Hasil: Mayoritas pasien berusia 3–5 tahun (70,11%) dan berjenis kelamin perempuan (60,92%). Jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi parasetamol, CTM, dan guaifenesin (50%). Bentuk sediaan terbanyak berupa puyer (46,67%) dan sirup amoksisilin (39,39%). Penggunaan antibiotik ditemukan pada 74,71% resep, dengan ketepatan dosis sebesar 97,70% dan lama pemberian obat terbanyak selama 5 hari (81,60%). Kesimpulan: Pola peresepan secara umum telah sesuai dengan pedoman MTBS, namun penggunaan antibiotik masih tergolong tinggi