Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEKERASAN SEKSUAL Mega Ade Nugrahmi; Kartika Mariyona; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Amelya Permata Sari; Delvi Ramadianti
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.453

Abstract

Maraknya kejadian kekerasan seksual pada remaja disebabkan karena kurangnya informasi terkait kekerasan seksual yang mengakibatkan rendahnya pengetahuan remaja terhadap kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan remaja putri tentang kekerasan seksual. Penelitian ini kualitatif deskriptif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan claster random sampling dengan menyebarkan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang dengan analisa data menggunakan SPSS dan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas (76,7%) remaja memiliki pengetahuan baik. Agar edukasi terkait kekerasan seksual dapat disebarluaskan agar menurunkan angka kejadian kekerasan seksual baik dilingkungan rumah maupun sekolah.Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Kekerasan Seksual AbstractThe rise in incidents of sexual violence among teenagers is caused by a lack of information regarding sexual violence which results in low knowledge among teenagers about these incidents. This research aims to determine the knowledge of young women about sexual violence. This research is descriptive qualitative. with the cross-sectional method. The sampling technique was cluster random sampling by distributing questionnaires to a sample size of 90 people. The research results showed that the majority (76.7%) of teenagers had good knowledge. Conclusion: So that education regarding sexual violence can be disseminated in order to reduce the number of incidents of sexual violence both in the home and school environment.Keywords: Knowledge; Teenagers; Sexual Violence
PEMANFAATAN "PULOR" (PUDING DAUN KELOR) SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL PEMENUHAN NUTRISI ANAK DI TK AISYIYAH II kartika mariyona; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Mega Ade Nugrahmi; Novera Ayu Windia Sari
Jurnal Salingka Abdimas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v6i1.8029

Abstract

Masalah pemenuhan nutrisi pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan pangan lokal yang kaya akan vitamin, mineral, dan protein, namun pemanfaatannya sering kali kurang diminati oleh anak-anak karena aromanya yang khas. Inovasi "Pulor" (Puding Daun Kelor) hadir sebagai alternatif pangan lokal yang diolah secara menarik dan disukai anak-anak untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menginisiasi pemenuhan nutrisi tambahan bagi anak-anak di TK Aisyiyah II melalui pemanfaatan pangan lokal berbasis daun kelor dalam bentuk puding. Metode: Metode pelaksanaan PkM ini berfokus pada intervensi langsung berupa pemberian produk "Pulor" kepada seluruh siswa di TK Aisyiyah II. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan pengolahan produk oleh tim pengabdian, dilanjutkan dengan pendistribusian dan konsumsi bersama di sekolah. Evaluasi dilakukan secara kualitatif untuk melihat daya terima (kesukaan) anak-anak terhadap rasa, warna, dan tekstur puding melalui observasi langsung dan wawancara singkat.Hasil: Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa "Pulor" memiliki daya terima yang sangat tinggi di kalangan siswa TK Aisyiyah II. Sebagian besar anak menyukai rasa dan tekstur puding, serta mampu menghabiskan porsi yang diberikan tanpa penolakan terhadap aroma khas kelor. Pemberian intervensi ini berhasil memperkenalkan alternatif camilan sehat yang padat gizi kepada anak-anak.Kesimpulan: Pemberian "Pulor" terbukti efektif sebagai salah satu alternatif intervensi pangan lokal untuk pemenuhan nutrisi anak usia dini di sekolah. Pendekatan distribusi langsung ini dapat menjadi stimulus awal bagi pihak sekolah maupun orang tua untuk lebih memanfaatkan daun kelor dalam variasi menu harian anak.