Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Community Participation on the Effectiveness of the Implementation of Road Development in Sibaganding Village, Garoga District Frengki Tambok Marpaung; Joan Berlin Damanik
Jurnal Mantik Vol. 4 No. 4 (2021): February: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.Vol4.2021.1200.pp2505-2511

Abstract

Community participation in the implementation of development programs is one form of public concern for the implementation of development. Community participation is also one of the factors that influence the success or failure of development programs in a region. Community participation is needed because the government program that is being implemented is none other than the community. The community should participate together with the government to provide a role to increase and facilitate the implementation of development programs. The involvement or participation of all levels of society in providing participation in any development program can be in the form of contributing thoughts or giving ideas of physical involvement or energy, as well as sharing in the results of the development program itself.The purpose of this study was to determine how the influence of community participation on the effectiveness of the implementation of road construction in Sibaganding Village, Garoga District. This type of research is an associative study, namely research conducted to determine the effect of two or more variables. Data collection was carried out by means of questionnaires, interviews and documentation. Data analysis techniques are: simple correlation, simple regression and t test. The result of the research is that there is a positive relationship between Community Participation and the Effectiveness of the Implementation of Road Development of 0.759. The coefficient of determination (R2) is 0.576. The regression results are: Y = 15,456 + 0.810 (X), the result of t count (10,863)> t table (1.
Strategi Branding Dan Pemasaran Kreatif Produk Baion (Pondamus Tectorius) Dari Kearifan Lokal Ke Pasar Global Di Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Dahlia Nopelina Siallagan; Joan Berlin Damanik; Delviana Sihombing; Hendri Sihombing; Meristina Lase
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2930

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Baion (Pondamus tectorius) dari Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan, melalui penerapan strategi branding dan pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal. Produk Baion yang selama ini diproduksi secara tradisional memiliki potensi ekonomi dan budaya yang tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam akses pasar dan penguatan identitas merek. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi potensi lokal, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan usaha, serta evaluasi. Pelatihan diberikan dalam bentuk pengembangan identitas merek (logo, kemasan, dan storytelling), pemanfaatan media sosial dan digital marketing, serta inovasi produk. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pelaku usaha lokal terkait branding dan pemasaran digital. Produk Baion kini memiliki identitas merek yang lebih kuat, kemasan yang menarik, serta promosi yang lebih efektif melalui media sosial dan platform daring lainnya. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah penjualan, perluasan jangkauan pasar, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pameran produk lokal maupun nasional. Kegiatan ini membuktikan bahwa strategi branding dan pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan daya saing produk desa di pasar global sekaligus memperkuat identitas budaya dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di era digital.
PEMANFAATAN LITERASI KEUANGAN DIGITAL UNTUK UMKM PEREMPUAN DI HKBP RESSORT POHAN JULU PARIKSABUNGAN KABUPATEN TAPANULI UTARA Ronal Donra Sihaloho; Herta Manurung; Joan Berlin Damanik; Rina Handayani; U Khim Long; Resipa Siburian
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1059

Abstract

Era Digitalisasi pada saat ini mendorong pemanfaatan aplikasi keuangan digital dalam proses pengembangan usaha UMKM terutama dalam bidang keuangan. Para pelaku UMKM dapat mempergunakan kemajuan teknologi keuangan digital dalam bidang pembiayaan dan penguatan modal bisnis. Akan tetapi rendahnya literasi keuangan digital membuat para pelaku UMKM terutama berbasis teknologi digital tidak dapat mempergunakan layanan keuangan digital dengan baik, sehingga justru banyak terkena pinjaman online ilegal. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada punguan parompuan HKBP Pohan Julu, Pariksabungan, Kabupaten Tapanuli Utara, dimana dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Adapun pengabdian masyarakat ini telah dilakukan pendampingan tentang pemanfaatan literasi keuangan digital UMKM perempuan, dari hasil kegiatan ini diketahui bahwa para UMKM yang ada di punguan parompuan HKBP Pohan Julu, Pariksabungan, Kabupaten Tapanuli Utara masih rendah dalam pemahaman terkait literasi keuangan digital. Hal ini yang membuat beberapa pelaku UMKM digital sulit untuk berkembang bahkan dapat memperburuk kinerja bisnis. Keberhasilan dari kegiatan ini dapat dilihat dari pelaku UMKM yang telah memanfaatkan berbagai aplikasi keuangan digital bagi peningkatan modal kerja melalui pembiayaan keuangan digital. Para pelaku UMKM dapat juga mengenal tata kelola keuangan digital, sehingga dapat melakukan transaksi digital sebagai upaya untuk memperkuat aspek keuangan dan ekosistem bisnis digital.
DARI IDE KE AKSI; MANAJEMEN ORGANISASI UNTUK PELAKU EKONOMI KREATIF Rosalinda Septiani Sitompul; Delviana Romauli Wanti Sihombing; Joan Berlin Damanik; Niarita Bukit; Jeriston Habayahan; Yesika Angelina Tamba; Listia Sri Hati Panjaitan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5221

Abstract

Abstract: Community service by the Management Study Program of the Faculty of Economics, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, in Matiti 2 Village, Dolok Sanggul, which aims to strengthen community-based creative economy through the guidance of the Baion Craftsmen Group 'Setia'. The main issue is the need to strengthen the capacity of artisan groups to face the challenges of a creative economy based on local wisdom, such as access to capital, digitalization, marketing, and product legality. The methods used include continuous training, managerial mentoring, the contextual application of POAC management, as well as strengthening networks and transforming organizational paradigms towards a collaborative and adaptive model. The innovation process is carried out from local inspiration to digital marketing, while continuous evaluation and intellectual property protection serve as key pillars. The results of the activities show increased independence and competitiveness of artisan groups, the emergence of flagship products, and the formation of SME embryos that are oriented toward inclusive growth and cultural preservation. In conclusion, a community-based creative economy approach is effective in driving village economic growth as long as it is supported by adaptive management, technology integration, multi-stakeholder synergy, and continuous innovation cycles. Keywords : baion; creative economy; UMKM Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli di Desa Matiti 2 Dolok Sanggul yang bertujuan memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui pembinaan Kelompok Pengrajin Baion “Setia”. Permasalahan utama adalah perlunya penguatan kapasitas kelompok pengrajin untuk menghadapi tantangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, seperti akses modal, digitalisasi, pemasaran, dan legalitas produk. Metode yang digunakan meliputi pelatihan berkelanjutan, pendampingan manajerial, penerapan manajemen POAC secara kontekstual, serta penguatan jejaring dan transformasi paradigma organisasi menuju model yang kolaboratif dan adaptif. Proses inovasi dilakukan dari inspirasi lokal hingga digitalisasi pemasaran, sementara evaluasi berkelanjutan dan perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi pilar utama. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemandirian dan daya saing kelompok pengrajin, lahirnya produk unggulan, serta terbentuknya embrio UMKM yang berorientasi pertumbuhan inklusif dan pelestarian budaya. Kesimpulannya, pendekatan ekonomi kreatif berbasis komunitas efektif mendorong pertumbuhan ekonomi desa asalkan didukung manajemen adaptif, integrasi teknologi, sinergi multi-pihak, dan siklus inovasi berkelanjutan. Kata Kunci : baion; ekonomi kreatif; UMKM