Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIVITAS EWS DAN RTS UNTUK MEMPREDIKSI OUTCOME PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI RUANG IGD RSUD ULIN BANJARMASIN Izma Daud; Diah Retno Wulan; Mira Mira
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.745

Abstract

Latar Belakang Cidera kepala merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental. Gangguan yang ditimbulan bersifat sementara maupun menetap, bersifat defisit kognitif, psikis, intelektual, serta gangguan fisiologis lainnya. Deteksi dini yang cepat dan tepat pada pasien trauma kepala menjadi evaluasi awal dan sangat diperlukan dalam pemberian asuhan keperawatan untuk mencegah perburukan kondisi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan EWS dan RTS pada tahap pengkajian oleh perawat.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keefektifan dan kelayakan penggunaan istrumen EWS dan RTS di ruang gawat darurat pada pasien cidera kepala.Metode Penelitian ini adalah penelitian Observasional Analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Analisa penelitian ini menggunakan teknik analisa data dengan uji Cohen’s Kappa  dengan membandingkan penilaian/pengukuran yang didapatkan oleh 2 orang observer penelitian untuk masing-masing instrumen terhadap 43 responden.Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa baik instrumen EWS maupun RTS sama-sama memiliki nilai kelayakan yang termasuk dalam kategori sangat baik (K=1.00) yang juga dapat digunakan secara bersamaan.Kesimpulan RTS memiliki nilai sensitifitas dan spesifitas yang lebih besar diantara keduanya. RTS dianggap lebih unggul dalam memperhitungkan faktor lain yang mungkin berperan dalam perburukan outcome dan prognosis. Diharapkan dapat dilakukan penelitian selanjutnya dengan jumlah responden yang lebih banyak dan perbandingan instrumen yang berbeda. Kata kunci: EWS, RTS, cidera kepala
PROVISION OF EDUCATION AND ASSISTANCE TO PREVENT COVID-19 FOR CITIZENS SEMANGAT BAKTI OF THE BARITO KUALA REGENCY Mira Mira
Borneo Community Development Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v1i1.14

Abstract

The COVID-19 pandemic caused by the coronavirus (SARS-Cov-2) continues to transform world health with worldwide transmission rates reaching the point where one infected person in turn only infects one other person. Community members of the spirit of devotion are in densely populated areas with insufficient levels of compliance with health protocols, thus creating a susceptibility to transmission. Seeing this condition, it is very important for members of the community to have a devoted spirit to protect themselves and their families so as not to contract the COVID-19 disease. Therefore, the team carried out education to increase the knowledge of the community in the spirit of dedication so that they could face and pass the COVID-19 pandemic and the team also provided COVID-19 prevention assistance to overcome the limited means of prevention in the community.
EDUCATION ON THE USE OF THE ENVIRONMENT IN AN EFFORT TO ANTICIPATE VILLAGERS TERANTANG TO FACE THE COVID-19 PANDEMIC mira mira mira
Borneo Community Development Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v1i1.139

Abstract

Corona virus 2019 (Covid-19) is a disease caused by the corona virus which has caused a global health crisis and has had a major impact on daily life. Prevention of the transmission of Covid 19 in Barito Kuala, especially in the Mandastana sub-district, has been running, but because awareness to maintain environmental cleanliness is still very low, it has an impact on other problems that ariseThis community service activity plays an important role in helping government programs to prevent the transmission of COVID-19 by maintaining and utilizing environmental cleanliness, reducing waste and the impact on environmental pollution such as floods. The team carried out environmental utilization education in an effort to anticipate villagers who were challenged to face the Covid-19 pandemic. The result of this service was that the knowledge of Terentang residents about preventing Covid-19 by utilizing environmental hygiene had increased, but to dispose of waste and how to manage it still needed to be improved. Most of the residents have done what the team has said, but education still needs to be carried out to increase knowledge, increase awareness and be more active in preventing Covid-19 and keeping the environment clean.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TATA LAKSANA HENTI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XI DI SMAN 12 BANJARMASIN Indah Nurcahyani; Noor Khalilati; Joko Priyanto Wibowo; Mira
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1820

Abstract

Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam 7–10 menit jika tidak ditangani segera. Studi pendahuluan di SMAN 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum pernah mendapat pelatihan resusitasi jantung, dan sebagian besar hanya memiliki pengetahuan dasar yang tidak memadai untuk bertindak dalam situasi darurat. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang tata laksana henti jantung terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa kelas XI dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi berdasarkan Guideline AHA 2020. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner benar–salah (19 item), dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebelum intervensi, 80% siswa berada pada kategori pengetahuan cukup, 13% kurang, dan 7% baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 90% siswa mencapai kategori baik, 10% cukup, dan tidak ada yang kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang tata laksana henti jantung.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI PADA ANAK BALITA DI UPT PUSKESMAS REMAJA KOTA SAMARINDA: DESCRIPTION OF MOTHER'S LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT NUTRITION IN CHILDREN AT UPT PUSKESMAS REMAJA CITY OF SAMARINDA Yuhansyah Yuhansyah Yuhansyah; Mira Mira
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan gizi untuk anak pada awal masa kehidupannya merupakan hal yang sangat penting. Masalah status gizi pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung dipengaruhi oleh makanan anak dan penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung diantaranya adalah sosial ekonomi dan terbatasnya pengetahuan keluarga terutama ibu mengenai status gizi pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat pengetahuan ibu tentang gizi pada anak balita di UPT Puskesmas Remaja Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskritif kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 54 orang. Instrument penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan ibu tentang gizi pada anak balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu paling banyak berada pada kategori cukup dengan jumlah 21 orang (38,9%). Keterbatasan penelitian ini yaitu belum tergambarnya secara mendalam tingkat pengetahuan ibu tentang gizi sehingga perlu penelitian metode kualitatif agar dapat tergambar lebih jelas tingkat pengetahuan ibu tentang gizi pada anak balita.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Overcrowding Pada Pasien Access Block di Instalasi Gawat Darurat RSUD X Risma Risma Yulidah; Julianto Julianto; Izma Daud; Mira Mira
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24861

Abstract

ABSTRACT Overcrowding in the Emergency Department (ED) is a serious problem affecting service quality and patient safety, with access block as one of the main contributing factors. Access block occurs when patients who require hospitalization cannot be immediately transferred to inpatient wards, resulting in patient accumulation in the ED. This study aimed to analyze factors associated with overcrowding among access block patients in the Emergency Department of RSUD X.= This study employed a quantitative observational analytic design with a prospective cross-sectional approach. Data were collected through direct observation of service conditions in the Emergency Department during December 2025 with a total sample of 430 patients. Variables included access block, overcrowding level measured using the National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), human resources, facilities and infrastructure, and patient output. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most Emergency Department conditions experienced overcrowding (88.4%), and 45.6% of patients experienced access block. There was a significant relationship between access block and overcrowding (p = 0.008), human resources and overcrowding (p 0.001), facilities and infrastructure and overcrowding (p = 0.004), and patient output and overcrowding (p = 0.008). Access block and internal Emergency Department factors are significantly associated with overcrowding at RSUD X. Improvements in patient flow management, optimization of human resources, and enhancement of facilities and infrastructure are needed to reduce overcrowding in the Emergency Department. Keywords : Access Block, Overcrowding, Emergency Department, NEDOCS.  ABSTRAK Overcrowding di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan permasalahan serius yang berdampak pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Salah satu penyebab utama overcrowding adalah access block, yaitu kondisi ketika pasien yang telah diputuskan untuk rawat inap tidak dapat segera dipindahkan ke ruang perawatan sehingga terjadi penumpukan pasien di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian overcrowding pada pasien access block di Instalasi Gawat Darurat RSUD X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional prospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada setiap momen pelayanan di Instalasi Gawat Darurat RSUD X selama bulan Desember 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 430 pasien. Variabel penelitian meliputi kejadian access block, tingkat overcrowding berdasarkan National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), kondisi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta output pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi IGD mengalami overcrowding (88,4%) dan hampir setengah pasien mengalami access block (45,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara access block dengan overcrowding (p = 0,008), antara kondisi SDM dengan overcrowding (p 0,001), antara sarana dan prasarana dengan overcrowding (p = 0,004), serta antara output pasien dengan overcrowding (p = 0,008). Access block dan faktor internal IGD berhubungan signifikan dengan terjadinya overcrowding di Instalasi Gawat Darurat RSUD X. Diperlukan perbaikan manajemen alur pasien, optimalisasi sumber daya manusia, serta peningkatan sarana dan prasarana untuk menurunkan kejadian overcrowding di Instalasi Gawat Darurat. Kata Kunci: Access Block, Overcrowding, Instalasi Gawat Darurat, NEDOCS.
Pengaruh Edukasi Interaktif tentang Evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas terhadap Pemahaman dan Emosional dalam Belajar pada Mahasiswa Keperawatan Galuh Heni Adelia; Hanura Aprilia; Diah Retno Wulan; Mira Mira
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22148

Abstract

ABSTRACT Traffic accidents are a serious public health issue in Indonesia, highlighting the importance of nursing students’ preparedness in providing first aid and conducting victim evacuation. Preliminary studies have shown limited knowledge and emotional readiness among fourth-semester students. This study aimed to analyze the effect of interactive education on traffic accident evacuation in improving students’ knowledge and emotional readiness. A pre-experimental design with one group pretest–posttest was conducted involving 30 fourth-semester Bachelor of Nursing students at Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, selected through simple random sampling. The intervention consisted of interactive education using the windows shopping method and quizzes. Knowledge was assessed with a multiple-choice questionnaire, while emotional readiness was measured using the AEQ-S questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test and paired t-test. The results showed a significant improvement in knowledge, with the passing rate increasing from 76.7% to 100% (p 0.001). Emotional readiness also improved significantly, with more students categorized as high and no students remaining in the low category (p = 0.001). These findings demonstrate that interactive education effectively enhances both knowledge and emotional readiness of nursing students in traffic accident evacuation. Keywords:   Interactive Education, Traffic Accident Evacuation, Knowledge, Emotional Readiness, Nursing Students  ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, sehingga menuntut kesiapan mahasiswa keperawatan dalam memberikan pertolongan pertama dan melakukan evakuasi korban. Studi pendahuluan menunjukkan masih terbatasnya pemahaman dan kesiapan emosional pada mahasiswa semester empat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi interaktif tentang evakuasi kecelakaan lalu lintas terhadap pemahaman dan kesiapan emosional mahasiswa keperawatan. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan one group pretest–posttest pada 30 mahasiswa semester empat Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang dipilih melalui simple random sampling. Intervensi berupa edukasi interaktif dengan metode windows shopping dan kuis. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda, sedangkan kesiapan emosional diukur dengan kuesioner AEQ-S. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan kelulusan meningkat dari 76,7% menjadi 100% (p 0,001). Kesiapan emosional juga mengalami peningkatan, ditandai dengan bertambahnya mahasiswa dalam kategori tinggi dan tidak ada lagi yang berada pada kategori rendah (p = 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan emosional mahasiswa keperawatan pada evakuasi kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci:    Edukasi Interaktif, Evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas, Pemahaman, Kesiapan Emosional, Mahasiswa Keperawatan
Pengaruh Kombinasi Metode Index Card Match dan Simulasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Efikasi Diri Remaja dalam Pertolongan Pertama pada Sinkop Salma Harira; Mira Mira; Diah Retno Wulan; Novia Heriani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24544

Abstract

ABSTRACT Syncope is a common emergency condition among adolescents in school settings, posing serious risks if not managed properly. Low knowledge and self-efficacy of students in providing first aid contribute significantly to delayed responses. This study aimed to analyze the effect of combining Index Card Match and simulation methods on improving adolescents' knowledge and self-efficacy in first aid for syncope. A quantitative pre-experimental design with one-group pretest-posttest was employed. The sample consisted of 54 students from SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin, selected via total sampling. Research instruments included a knowledge questionnaire and the General Self-Efficacy Scale (GSE), both validated for validity and reliability. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon Signed Rank Test. The intervention resulted in significant improvements in knowledge (pretest median: 12, IQR: 3; posttest mean: 14.27, SD: 1.337) and self-efficacy (pretest median: 51, IQR: 12; posttest mean: 63.79, SD: 9.327), with p=0.001 for both variables. Effect sizes were 0.80 (knowledge) and 0.81 (self-efficacy), with probability of superiority 0.90, indicating a large and highly effective impact of the combined methods on adolescents' competence in managing syncope. These findings demonstrate that integrating Index Card Match and simulation effectively enhances cognitive aspects and self-efficacy, comprehensively boosting adolescents' preparedness for syncope incidents in school environments. Keywords: Syncope, First Aid, Index Card Match, Simulation, Knowledge, Self-Efficacy.  ABSTRAK Sinkop merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah dan berpotensi menimbulkan risiko serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Rendahnya pengetahuan dan efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama menjadi faktor utama keterlambatan penanganan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi metode Index Card Match dan simulasi terhadap peningkatan pengetahuan dan efikasi diri remaja dalam pertolongan pertama pada sinkop. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan one-group pretest–posttest design. Sampel terdiri dari 54 siswa SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSE) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja (Nilai Median pretest 12, IQR 3; Mean posttest 14,27, SD 1,337) dan efikasi diri (Nilai Median pretest 51, IQR 12; Mean posttest 63,79, SD 9,327). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,001 pada kedua variabel. Nilai effect size sebesar 0,80 (pengetahuan) dan 0,81 (efikasi diri) serta probability of superiority  0,90 menunjukkan bahwa kombinasi metode Index Card Match dan simulasi memiliki pengaruh besar serta efektivitas tinggi dalam meningkatkan kompetensi remaja menangani sinkop. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode Index Card Match dan simulasi terbukti efektif meningkatkan aspek kognitif dan efikasi diri remaja. Kombinasi kedua metode tersebut terbukti mampu meningkatkan kesiapsiagaan remaja secara komprehensif dalam menghadapi kejadian sinkop di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Sinkop, Pertolongan Pertama, Index Card Match, Simulasi, Pengetahuan, Efikasi Diri.
Efektivitas RTS dan Rems untuk Memprediksi Outcome Pasien Cedera Kepala di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin Nuzula Elfa Salama; Mira Mira; Julianto Julianto; Hanura Aprilia
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21742

Abstract

ABSTRACT Head injury is a major consequence of traffic accidents and significantly contributes to global morbidity and mortality. Rapid and accurate initial assessment is essential for predicting clinical outcomes, especially in emergency departments. The Revised Trauma Score (RTS) and Rapid Emergency Medicine Score (REMS) are commonly used predictive tools. To evaluate and compare the effectiveness of RTS and REMS in predicting the outcomes of head injury patients in the Emergency Department of RSUD Ulin Banjarmasin. This was an analytical observational study with a retrospective cohort approach involving data from 75 head injury patients recorded between January and December 2024. Samples were selected based on inclusion criteria: patients aged ≥19 years with complete vital signs data. AUROC and the Youden index were used to assess predictive accuracy. Most patients were aged 19–44 years (54.7%) and male (72%). The most common injury mechanism was traffic accidents (70.7%). RTS categorized 90.7% of patients as low-risk, while REMS identified 56% as high-risk. RTS showed an AUC of 0.932 (sensitivity 82.6%; specificity 100%), and REMS showed an AUC of 0.954 (sensitivity 85.5%; specificity 100%). Results indicated that both RTS and REMS were significantly associated with patient outcomes (p0.05). RTS and REMS are effective in predicting outcomes of head injury patients; however, REMS offers slightly better predictive accuracy and may serve as a more comprehensive early evaluation tool. Keywords: Head Injury, RTS, REMS, Patient Outcome, Trauma Score, Emergency Care.  ABSTRAK Cedera kepala merupakan dampak utama kecelakaan lalu lintas dan berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas global. Penilaian awal yang cepat dan akurat diperlukan untuk memprediksi outcome klinis, khususnya di instalasi gawat darurat. Revised Trauma Score (RTS) dan Rapid Emergency Medicine Score (REMS) merupakan instrumen prediksi yang umum digunakan. Menilai dan membandingkan efektivitas RTS dan REMS dalam memprediksi outcomepasien cedera kepala di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data 75 pasien cedera kepala Januari–Desember 2024. Sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi usia ≥19 tahun dengan data tanda vital lengkap. Analisis AUROC dan Youden index digunakan untuk mengukur akurasi prediktif. Sebagian besar pasien berusia 19–44 tahun (54,7%) dan laki-laki (72%). Mekanisme cedera terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas (70,7%). RTS mengkategorikan 90,7% pasien pada risiko mortalitas rendah, sedangkan REMS menunjukkan 56% berisiko tinggi. RTS memiliki AUC 0,932 (sensitivitas 82,6%; spesifisitas 100%) dan REMS AUC 0,954 (sensitivitas 85,5%; spesifisitas 100%). Hasil menunjukkan bahwa RTS dan REMS memiliki hubungan yang signifikan terhadap outcome pasien (p0,05). RTS dan REMS efektif dalam memprediksi outcome pasien cedera kepala, namun REMS memberikan akurasi prediksi yang lebih unggul dan dapat digunakan sebagai alat evaluasi awal yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Cedera Kepala, RTS, REMS, Outcome Pasien, Prediksi Mortalitas, Instalasi Gawat Darurat.
Pengetahuan Perawat Tentang Kesiapsiagaan Pada Saat Bencana Kebakaran Di RS TK. III Dr. R. Soeharosono Banjarmasin Yuhansyah Yuhansyah; Sri Purwanti Ariani; Mira Mira; Rasdiana R; Helda Sapitri; Andini Ika Safitri; Melliana Melliana; Puspita Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.549

Abstract

Kebakaran rumah sakit merupakan ancaman serius terhadap keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Peran perawat dalam respons dan evakuasi kebakaran sangat penting, tetapi pengetahuan kesiapsiagaan belum diketahui secara jelas. Penelitian mengenai pengetahuan kesiapsiagaan dalam bencana kebakaran pada perawat, khususnya di rumah sakit wilayah Kalimantan Selatan, masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan pada saat bencana kebakaran di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan bencana kebakaran, terdiri dari 9 pertanyaan. Populasi penelitian adalah perawat di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik mengenai kesiapsiagaan kebakaran di rumah sakit, khususnya terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur pengaktifan sistem alarm kebakaran, pengetahuan tentang lokasi titik kumpul (assembly point) dan keberadaan peta jalur evakuasi di unit kerja. Kesiapsiagaan perawat belum sepenuhnya merata, terutama pada aspek keterampilan praktis penggunaan selang kebakaran (fire hose reel) serta keterlibatan dalam pelatihan dan simulasi kebakaran. Diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran yang dilakukan secara rutin, terstruktur, dan berkelanjutan bagi seluruh perawat.