David Tambaru
Department Of Chemistry, University Of Nusa Cendana, Jl. Adi Sucipto, Penfui, Kupang 85001, Indonesia; School Of Chemistry, The University Of Melbourne, Masson Road, Parkville 3052, Australia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Chemistry Notes

PENURUNAN KADAR LOGAM KADMIUM PADA UDANG (Peanaeus merguiensis) DENGAN PERENDAMAN CUKA NIRA ENAU (Arenga pinnata) Manu, Rolin M. P.; Tambaru, David; da Cunha, Theo
Chemistry Notes Vol 1 No 1 (2018): Chem. Notes 2018, 1(1)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v1i1.1570

Abstract

A research on the decrease of cadmium (Cd) content in shrimps by soaking them in palm (Arenga Pinnata) vinegar has been done. This study aimed to determine the removal percentage (%) of cadmium from shrimp after immersed in palm (Arenga Pinnata) vinegar and to determine the concentration and immersion time optimum in reducing the cadmium metal content in shrimps. The research was conducted in several steps namely sample preparation, determination of optimum concentration of vinegar, simulation of shrimp pollution, sample soaking in palm (Arenga Pinnata) vinegar and determination of cadmium content in samples. A two-way ANOVA test (α = 0,05) showed that the variation of palm (Arenga Pinnata) vinegar concentration has significant effect on reducing Cd content, while contact times have no significant effect on the reduction of Cd content in shrimps. It was found that the optimum concentration of palm (Arenga Pinnata) vinegar was 2% and optimum immersion time was 30 minutes. The removal percentage (%) of cadmium content from shrimps using palm vinegar reached 98.84%.
PENGEMBANGAN SENSOR BERBASIS KERTAS DENGAN DETEKTOR SMARTPHONE UNTUK ANALISIS BORAKS DALAM MATRIKS MIE BASAH Tambaru, David; Kusmawan, Zipora A.; Nauledo, Gregorius; Nitti, Fidelis
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.26342

Abstract

Mie adalah salah satu makanan yang sangat umum di masyarakat termasuk Indonesia. Namun, mie kadang mengandung boraks, suatu zat kimia yang bersifat racun sehingga sangat berbahaya. Oleh karena itu, pengujian kandungan boraks pada mie, khususnya mie basah, perlu dilakukan secara rutin. Metode analisis boraks yang ada selama ini, biasanya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Namun mentode tersebut membutuhkan biaya mahal, dan kurang praktis untuk digunakan di lapangan. Sementara itu, sensor berbasis kertas telah menjadi alternatif dalam deteksi berbagai analit karena murah, praktis, tidak membutuhkan peralatan canggih, serta penggunaan sampel dan pereaksi yang sedikit. Selain itu metode ini dapat dibuat lebih praktis lagi dengan menggunakan smartphone sebagai detektor yang dapat dibawa ke mana-mana. Sistem deteksi boraks dengan metode ini didasarkan pada reaksi antara boraks dengan kurkumin dalam suasana asam untuk membentuk senyawa rososianin yang berwarna merah. Pereaksi terlebih dahulu diimobilisasi pada kertas kertas saring yang telah dipotong membentuk lingkaran berdiameter 0.6 mm, dan setelah kering, siap digunakan sebagai sensor boraks dengan meneteskan sampel di atas kertas yang telah mengandung pereaksi. Reaksi dengan boraks akan menyebabkan terbentuknya warna merah pada sensor, yang kemudian difoto dengan kamera smartphone. Dengan pencitraan digital, foto dianalisis dan intensitas warnanya. Pada kondisi optimum, hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas merah hasil reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi boraks pada rentang 0,05-1,0 ppm dan 30 – 100 ppm, dengan persamaan regresi linear masing-masing adalah y = 13,24x + 11,63 dan y = 0,196x + 45,45 dan koefisien korelasi (R2) berturut-turut adalah 0,995 dan 0,992.
ANALISIS PENGARUH ION Na+, K+, DAN Ca2+ PADA UJI KREATININ MENGGUNAKAN SENSOR BERBASIS KERTAS Tambaru, David; Merna, Diana; Gauru, Imanuel; Benu, Marlon J.R.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.27313

Abstract

Kreatinin adalah suatu senyawa yang terdapat dalam tubuh dan telah digunakan sebagai indikator gangguan fungsi ginjal. Kadar kreatinin yang tinggi baik dalam darah maupun urin menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. Pengukuran kreatinin umumnya dilakukan berdasarkan reaksi Jaffe dimana adanya kreatinin direaksikan dengan asam pikrat dalam suasana basa yang menghasilkan senyawa berwarna merah-orange. Intensitas warna yang dihasilkan berbading lurus dengan kreatinin yang terdapat dalam sampel. Namun kompoisi sampel yang biasanya mengandung berbagai senyawa atau ion lain, berpotensi menyebabkan bias pada pengukuran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, pengaruh ion Na+, K+ dan Ca2+ dalam analisis kreatinin dengan menggunakan sensor kertas diamati. Sensor kertas terbuat dari kertas saring Whatman 42 dibuat berbentuk lingakran berdiameter 0.6 cm menggunakan pelubang kertas, dan ditetesi dengan asam pikrat 0.04 M dan NaOH 2%. Kreatinin murni dan kreatinin yang ditambahkan ion-ion dalam konsentrasi dan kombinasi yang bervariasi diukur dengan menggunakan sensor berbasis kertas dan dibaca dengan menggunakan smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ion-ion Na+, K+ dan Ca2+, baik secara individu maupun bersama-sama, menyebabkan penurunan atau peningkatan signal pada pengukuran kreatinin. Ion kalium secara individu baik pada kosentrasi rendah (260 ppm) maupun normal (1560 pm) dalam urin, menyebabkan peningkatan pada signal kreatinin. Sementara, ion natrium dan kalsium menyebabkan penuruan signal dengan meningkatnya konsentrasi kedua ion tersebut. Kecenderungan yang sama diperoleh ketika gabungan dari dua atau tiga dari ion-ion tersebut, menunjukkan bahwa keberadaan kalium dalam konsentrasi di bawah dan normal menyebakan peningkatan signal berapapun konsentrasi ion Na+, dan Ca2+.