Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENEMPATAN KERJA DAN ROTASI KERJA TERHADAP LABOUR TURN OVER PADA PT. BETON PRIMA INDONESIA: Manajemen sumberdaya manusia Dadang Suparman, S.Pd.I., MM
Ekonomedia Vol. 8 No. 02 (2019): September 2019
Publisher : P3M STIE PASIM Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.837 KB)

Abstract

Tingkat turnover adalah kriteria yang cukup baik untuk mengukur stabilitas yang terjadi di organisasi tersebut, dan juga bisa mencerminkan kinerja dari organisasi. Aspek penempatan karyawan dalam mengisi posisi yang ada dalam perusahaan merupakan hal yang utama dan berpengaruh terhadap turnover karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penempatan kerja dan rotasi kerja terhadap labour turn over pada PT Beton Prima Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian regresi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan sumber data yang digunakan termasuk dalam data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Variabel yang menjadi obyek penelitian ini yaitu penempatan kerja (X1), rotasi kerja (X2), dan turn over (Y). Teknik analisa yang digunakan yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel penempatan kerja dan rotasi kerja, memberikan pengaruh simultan terhadap turn over. Besar kontribusi keseluruhan dari variabel dalam memberikan pengaruh terhadap turn over 93.6% sedangkan sisanya 6.4% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Secara parsial variabel penempatan kerja tidak berpengaruh terhadap turn over. Secara parsial variabel rotasi kerja berpengaruh terhadap turn over. Variabel rotasi kerja merupakan variabel bebas yang dominan mempengaruhi variabel terikat yaitu turn over pada PT Beton Prima Indonesia.
ANALISIS AUDITOR INTERNAL PADA PERUSAHAAN PT. ASTRA CREDIT COMPAY (ACC) KOTA SUKABUMI: Manajemen Keuangan Dadang Suparman, S.Pd.I., MM
Ekonomedia Vol. 10 No. 02 (2021): September 2021
Publisher : P3M STIE PASIM Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.667 KB)

Abstract

– Dengan semakin berkembangnya perusahaan maka kegiatan dan masalah yang dihadapi perusahaan semakin kompleks. Kondisi ini menyebabkan semakin sulit bagi pimpinan untuk melaksanakan pengawasan secara langsung terhadap seluruh aktivitas perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memnganalisis Peran dan Fungsi Internal Auditor Terhadap Operasional Pada PT. Astra Credit Company Cabang Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti berupaya mendesktipsikan hasil penelitian sesuai dengan temuan data di lapangan. Populasi dan Data sampel diambil dari pelaporan dan dari dokumentasi perusahaan, dan berkas yang ada hubungannya dengan peranan dan fungsi internal auditor pada perusahaan PT. Astra Credit Company Sukabumi. Langkah – langkah analisis data : Mengumpulkan data, Mengamati Hasil Pengumpulan Data dan Menelaah hasil pengumpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1. Kedudukan internal auditor pada struktur organisasi perusahaan berada di bawah Direktur Utama. Melihat dari kedudukannya yang langsung di bawah Direktur Utama, maka internal auditor mendapat dukungan penuh dari pimpinan perusahan dalam pelaksanaan tugasnya. Disamping itu terdapat juga pelimpahan tugas dan wewenang yang jelas. Oleh karenanya tingkat kebebasan dan objektifitas pemeriksaan dapat terlaksana. 2. Pelaksanaan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh internal auditor sangat membantu pimpinan perusahaan dalam mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan pemeriksaan bukan saja menyangkut keuangan tetapi juga tentang operasional perusahaan. Pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh internal auditor telah disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya. 3. Internal auditor dalam menjalankan tugasnya terlepas dari tugas rutin perusahaan, artinya internal auditor tidak terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan yang menjadi objek pemeriksaannya. Dengan demikian diharapkan hasil pemeriksaan lebih objektif. 4. Dalam melaksanakan pemeriksaan, internal auditor terlebih dahulu menyusun program pemeriksaan dan kertas kerja pemeriksaan. Hal ini dimaksudkan untuk membuat pelaksanaan pemeriksaan menjadi lebih efektif dan lebih terarah. Program pemeriksaan dan kertas kerja pemeriksaaan merupakan alat bagi pimpinan untuk mengawasi pelaksanaan pemeriksaan apakah sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. 5. Setiap laporan hasil pemeriksaan yang dihasilkan oleh internal auditor disampaikan kepada Direktur Utama untuk setiap objek pemeriksaan yang diperiksa, dan dengan adanya laporan tersebut internal auditor dapat membantu mengambil keputusan dalam menentukan rencana dan kebijakan selanjutnya.
PENGARUH LOKASI, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MINIMARKET ALFAMART STUPA KOTA SUKABUMI: Manajemen pemasaran Dadang Suparman, S.Pd.I., MM
Ekonomedia Vol. 11 No. 01 (2022): April 2022
Publisher : P3M STIE PASIM Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lokasi, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian pada mini market Alfamart Stupa Polri Kota Sukabumi. Populasi yang digunakan adalah pelanggan mini market alfamart stupa polri dengan teknik pengambilan sempel menggunakan purposive sapling dengan menggunakan kriteria tertentu dalam menetapkan sample, analis yang digunakan dengan menggunakan analisis korelasi, determinasi dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS menunjukan bahwa Lokasi (X1) memiliki pengaruh cukup kuat dan searah sebesar 0.355 atau 35,5% Terhadap keputusan pembelian (Y), Harga (X2) memiliki pengaruh lemah dan searah sebesar0.150 atau 15% Terhadap keputusan pembelian (Y) dan Promosi (X3) memiliki pengaruh cukup lemah sebesar 0.128 atau 12.8% Terhadap keputusan pembelian (Y). dalam analisis derminasi dimana Lokasi (X1), Harga (X2) dan Promosi (X3) memiliki pengaruh sangat kuat dan searah sebesar 0.962 atau 96.2% Terhadap keputusan pembelian (Y), sedangkan sisanya sebesar 3.2% Dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti seperti Wiraniaga, Proses dan Fasilitas Fisik. Sedangkan dalam pengujian hipotesis secara parsial dengan menggunakan uji-t dimana Lokasi (X1), Harga (X2) dan Promosi (X3) memiliku pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian dimana thitung > ttable. Untuk uji hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F menujukan bahwa Lokasi (X1), Harga (X2) dan Promosi (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian dimana Fhitung > Ftabel
Employee Performance: Organizational Culture, Discipline and the Mediating Role of Motivation Dadang Suparman; Reka Ardian Purnama; Endang Naryono
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.460

Abstract

The success of an organization in industry 4.0 towards the era of society 5.0, not separated from thestrength and clarity of organizational culture and work discipline rules, because these two factors can trigger employee motivation, focus and be able to maximize abilities so that they can achieve their best performance. The purpose of this study is to examine and analyze the mediating role of motivation (Mv) in the relationship between organizational culture (OC) and work discipline (WD) in influencing employee performance (EP). Purposive sampling technique was chosen, primary data obtained from the responses of 48 Respondents processed using SPSS v26. Analysis method with simple path analysis model. The findings of the study, structural I showed that OC and WD had a significant positive effect on Mv. Structural II, shows that OC and WD have a significant positive effect on EP both directly and indirectly through Mv. Mv has been shown to have a mediating effect on the relationship of OC and WD in influencing EP. Indirect effect OC to EP through Mv is greater than direct effect OC to EP, as well as indirect WD to EP through Mv so that the total effect of all lines in the model becomes greater on EP. Modification and development of OC as a form of innovation and adaptation of the organization's journey potentially needs to be done to find alignment of employee behavior in the organization towards a better EP in line with work challenges in industry 4.0. This still requires investigation.