Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : FLUIDA

Penentuan Tekanan dan Waktu Optimum dalam Pembuatan Serbuk Telur menggunakan Oven Vakum Emmanuela Widyanti; Endang Kusumawati; Argit Fajar Sukmana; Zaki Maulana Ahmad Mudzakkir
Fluida Vol 12 No 2 (2019): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v12i2.1601

Abstract

Penelitian tentang pengeringan telur ayam menggunakan oven vakum dilakukan untuk mendapatkan kondisi terbaik dari serbuk telur, sehingga kualitas tidak berubah. Penelitian pendahuluan dalam mendapatkan air dalam kesetimbangan, menggunakan metode tray drying, dilakukan pada suhu 44°C untuk menjaga degradasi protein. Air dalam telur mencapai kesetimbangan sebesar 4,84%. Penentuan tekanan optimum dilakukan pada oven vakum, dengan variasi tekanan 80, 160, 240, 320, 400 mbar Absolut, didapatkan pada 80 mbar Absolut, yaitu terjadi pengurangan massa telur 33,76 g dan kadar air sebesar 4,76%. Variasi waktu pengeringan pada menit ke 40, 80, 120, 160, dan 200, didapatkan penurunan massa telur pada menit ke 160 sebesar 37,87 g dengan kadar air sebesar 1,12%. Analisis kadar protein serbuk telur menggunakan spektrofotometri metode biuret, didapatkan peningkatan 15,37 – 80,66% dan lemak menggunakan ekstraksi soxhlet terjadi penurunan dari 43,53 - 37,47%. dari menit 80 sampai 160. Penampilan serbuk telur setelah 25 hari menunjukkan hasil yang baik, karena tidak berubah warna, bau dan fisik.
Ekstraksi dan Karakterisasi Serat Selulosa dari Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Endang Kusumawati; Haryadi
Fluida Vol 14 No 1 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i1.3452

Abstract

Eceng gondok merupakan gulma air yang tumbuh pesat di perairan. Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi dan karakteristik serat selulosa dari eceng gondok. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan jenis pelarut yang efektif untuk mengekstrak serat selulosa dari tanaman eceng gondok sehingga didapat konversi serat yang optimum.Kandungan batang eceng gondok yang kaya akan selulosa, hemiselulosa dan lignin berpotensi untuk dijadikan bahan dasar pembuatan carbon nanodots (C-Dots) dan kepentingan lainnya. Untuk dijadikan bahan baku C-Dots harus dilakukan pemisahan hemiselulosa dan lignin-nya karena akan berpengaruh pada proses karbonisasi, sehingga perlu dilakukan pretreatment untuk mendapatkan serat selulosa murni. Proses ekstraksi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan serat selulosa murni.Proses ekstraksi dilakukan melalui dua tahap proses yaitu proses delignifikasi menggunakan NaOH 4% dan tahap bleaching dengan memvariasikan beberapa jenis pelarut dengan konsentrasi yang seragam, dalam penelitian ini digunakan NaClO2, H2O2 dan HCl masing-masing 3%. Selulosa yang diperoleh dikarakteristik menggunakan FTIR dan HPLC sehingga diperoleh gugus fungsi dan jumlah lignin yang terdapat dalam residu.Pelarut terbaik ditinjau dari berat selulosa yang dihasilkan dan analisis FTIR dan HPLC adalah NaOH 4% NaClO2 3%.Berat selulosa yang dihasilkan lebih banyak dari kedua variasi pelarut lainnya.Analisis FTIR tidak mendeteksi adanya gugus fungsi senyawa lignin pada selulosa.Analisis HPLC diperoleh selulosa lebih murni dari kedua variasi yaitu sebesar 77,6%. Hal ini menunjukkan bahwa produk selulosa yang dihasilkan dari proses ekstraksi dengan pelarut tersebut efektif serta memiliki kemurnian yang tinggi.
Uji Coba Biokoagulan dari Selulosa Cangkang Aren Menggunakan Unit Koagulasi, Flokulasi, dan Sedimentasi Secara Kontinyu Endang Kusumawati; Dea Rahmawati; Fera Rahma Vrilian; Irwan Hidayatulloh
Fluida Vol 15 No 2 (2022): FLUIDA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v15i2.4400

Abstract

Jawa barat merupakan provinsi yang memiliki luas perkebunan aren paling besar di wilayah indonesia yaitu 14.201 ha. Pohon aren menghasilkan produk olahan utama salah satunya kolang kaling. Produk ini menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara di dunia. Namun dari hasil produksi kolang kaling tersebut dihasilkan limbah cangkang yang masih memiliki daya guna rendah. Cangkang aren ini memiliki potensi sebagai biokoagulan karena mengandung selulosa yang memiliki gugus fungsi yang mendukung proses koagulasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkarakterisasi biokoagulan cangkang aren, menentukan dosis optimum dan pH optimum biokoagulan cangkang aren dan melakukan uji kinerja biokoagulan pada reaktor kontinyu. Dosis optimum koagulan ditentukan dengan memvariasikan dosis pada rentang 200 – 550 mg/L sedangkan pH optimum ditentukan dengan memvariasikan pH pada rentang 6 - 8,5. Air baku yang diolah menggunakan limbah artifisial dengan kekeruhan awal sebesar 100 NTU. Hasil penelitian dengan metode jar test menunjukan dosis terbaik koagulan selulosa cangkang aren yaitu pada dosis 200 mg/L dan pH terbaik pada pH 8,5. Pada pengujian reaktor kontinyu didapat laju alir terbaik pada laju alir umpan 100 L/jam dengan penurunan kekeruhan 58,287% pada titik setelah lamella clarifier dengan penyisihan TSS sebesar 53,57%.