Griselli Saragih
Dosen Prodi D-III Kebidanan STIKes Imelda

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI PADA IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANC) DI RUMAH BERSALIN MARIA MEDAN TAHUN 2016 Griselli Saragih
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 2 No. 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan yang diakibatkan oleh resiko kehamilan adalah melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi suami pada ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan (ANC) di Rumah Bersalin Maria Medan Tahun 2016. Desain penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional .Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh suami yang datang menemani istrinya melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) di Rumah Bersalin Maria Medan Tahun 2016, dengan menggunakan accidental sampling sebanyak 31 responden. Hasil penelitian dari 31 responden, mayoritas memiliki motivasi baik sebanyak 16 responden (51,6%) dan memiliki Pemeriksaan Kehamilan (ANC) baik sebanyak 16 responden (51,6%). Setelah dilakukan uji chi-square disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara antara motivasi suami pada ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan (ANC) di Rumah Bersalin Maria Medan Tahun 2016, karena nilai p value < 0,05 atau (0,012 < 0,05).Untuk itu disarankan kepada suami-suami untuk menambah pengetahuan dengan mencari informasi yang lebih baik lagi dari tenaga kesehatan terutama tentang pemeriksaan kehamilan (ANC) guna meningkatkan motivasi kepada istrinya.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG POSISI BERHUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN DI DUSUN ABDI GUNA KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2017 Griselli Saragih
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi berhubungan seksual selama kehamilan adalah suatu posisi yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat melakukan hubungan seksual yang aman selama kehamilan jangan sampai penis menekan mulut rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu primigravida tentang posisi berhubungan seksual selama kehamilan berdasarkan pendidikan, sumber informasi, umur dan paritas.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data menggunakan kuesioner dengan 30 responden di Dusun Abdi Guna Langkat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu primigravida tentang posisi berhubungan seksual selama kehamilan berdasarkan pengetahuan, berpengetahuan baik sebanyak 6 orang (20%), berpengetahuan kurang sebanyak 17 orang (56,7%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 7 orang (30%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan cukup, pendidikan SMP sebanyak 8 orang (26,7%) dan minoritas berpengetahuan kurang berpendidikan SD sebanyak 1 orang (3,3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan cukup memperoleh informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 10 orang (33,3%) dan minoritas berpengetahuan kurang memperoleh informasi dari media massa sebanyak 1 orang (3,3%), berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan cukup dengan umur 20 – 35 sebanyak 17 orang (56,7%) dan minoritas berpengetahuan cukup dengan umur <20 sebanyak 1 orang (3,3%). Ditinjau dari paritas mayoritas berpengetahuan cukup dengan paritas 2 – 4 sebanyak 9 orang (30%) dan minoritas berpengetahuan cukup dengan paritas >4 sebanyak 1 orang (3,3%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mayoritas responden berpengetahuan cukup. Diharapkan kepada ibu primigravida agar meningkatkan pengetahuan tentang posisi berhubungan seksual selama kehamilan.
PENGURANGAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI KLINIK SULASTRI JL. LAU DENDANG MEDAN TAHUN 2017 Griselli Saragih; Ermala Sari; Rahmawani Fauza
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan sesuatu hal yang fisiologis yang akan terjadi pada setiap wanita di dunia ini. Wanita akan melewati masa kehamilan 9 bulan dan setelah itu akan mengalami proses persalinan. Sebagian besar calon ibu terutama yang pertama kali menghadapi proses persalinan merasa takut terhadap suasana ruang bersalin, sehingga akan menambah ketegangan. Semua wanita mengalami nyeri selama persalinan, hal ini merupakan proses fisiologis. Secara objektif sebagaimanatelah dilakukan penelitian oleh Niven danGijsbern pada tahun 1989 didapatkan bahwa nyeri persalinan jauh melebihi keadaan penyakit. Bagaimanapun nyeri harus diatasi, Browridge 1999 meyatakan bahwa nyeri yang menyertai kontraksi uterus mempengaruhi mekanisme fungsional yang menyebabkan respon stress fisiologis, nyeri persalinan yang lama menyebabkan hiperventilasi dengan frekuensi pernafasan 60-70 kali per menit sehingga menurunkan kadar PaCO2 ibu dan peningkatan pH.Nyeri persalinan dapat di kurangi dengan teknik non farmakologi seperti menggunakan terapi kompres hangat. Nyeri yang tidak tertahankan mendorong ibu bersalin memilih persalinan dengan bedah sesar maka dari itu untuk mengurangi angka operasi sesar yang disebabkan nyeri persalinan dapat dilakukan teknik kompres hangat. Kompres hangat merupakan suatu metode yang dilakukan secara non- farmakologi yang salah satu kegunaannya untuk menurunkan atau mengurangi rasa sakit (nyeri) begitu juga dapat diterapkan pada ibu inpartu yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara kantung berisi air hangat yang sudah di ukur kehangatannya menggunakan alat termometer air berkisar 40-50oC dilapisi kain ditempelkan ke kulit ibu khususnya pada daerah pinggang ibu dengan posisi miring kanan atau miring kiri. Teknik ini dilakukan selama 20 menit, pengukuran pengurangan nyeri dilakukan pada menit ke 15-20. Sebelum melakukan teknik kompres hangat dilakukan terlebih dahulu pengukuran nyeri. Kompres hangat dilakukan pada ibu bersalin kala I fase aktif untuk mengurangi rasa nyeri yang diderita ibu selama proses persalinan dan membantu persalinan berjalan dengan lancar. Teknik kompres hangat bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat persalinan kala I fase aktif dilakukan pada 20 orang ibu dengan metode one group pre dan post tes di Klinik Sulastri Jl. Lau Dendang Medan Tahun 2017.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG MANFAAT TABLET ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI KLINIK RIDHO MEDAN TAHUN 2018 Griselli Saragih; Serin Widya Lestari
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat besi adalah salah satu mineral penting yang diperlukan selama kehamilan, untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi selama hamil, ibu harus mengkonsumsi zat besi sekitar 45-40 mg sehari. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging berwarna merah, hati, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, tempe, roti, dan sereal. Tujan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu primigravida tentang manfaat tablet zat besi pada ibu hamil di klinik nursafiah sunggal.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner dan ditabulasikan untuk mendapatkan hasil. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dari 30 orang ibu hamil yang lebih banyak berpengetahuan kurang sebanyak 15 orang (50%), ibu hamil berpengetahuan cukup sebanyak 11 orang (36,7%), dan lebih sedikit berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (13,7%). Dari segi umur lebih banyak berpengetahuan kurang berumur 20 – 30 tahun sebanyak 10 orang (33,3%), dan yang berpengetahuan baik lebih sedikit berumur >30 tahun sebanyak 1 orang (3,3%). Dari segi pendidikan lebih banyak ibu hamil berpengetahuan kurang berpendidikan SMP sebanyak 7 orang (23,3%), dan yang berpengetahuan baik berpendidikan SMA sebanyak 1 orang (3,3%). Dari segi informasi lebih banyak ibu hamil berpengetahuan kurang memperoleh informasi dari Masyarakat 6 orang (20%), dan yang berpengetahuan baik memperoleh informasi dari Tenaga Kesehatan sebanyak 1 orang (3,3%).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur, pendidikandan sumber informasi mempengaruhi pengetahuan ibu hamil.Oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang tablet zat besi agar dapat meningkatkan kesehatan ibu dan janin.
PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG BAHAYA BERHUBUNGAN SEKS SAAT MENSTRUASI DI DUSUN MANDIRI KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2019 Griselli Saragih; Serin Widya Lestari
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i1.160

Abstract

Kebanyakan wanita tidak mengetahui efek berhubungan seks saat haid, karena dapat menyebabkan endometriosis, infeksi dan kista dalam rahimnya dan sulit disembuhkan.Penelitian ini dilakukan di Di Dusun Mandiri Kabupaten Langkat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer dengan jumlah populasi sebanyak 35 orang dan dimana teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik total sampling.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dari 35 pasangan usia subur mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 15 orang (42,86%), yang berumur 20 – 35 tahun mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 17 orang (51,52%), pendidikan SD mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (81,82%), pendidikan SMP mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 7 orang (70%) pendidikan SMA mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 8 orang (57,14%) dan pendidikan perguruan tinggi seluruhnya pengetahuan baik sebanyak 2 orang (100%). Responden yang mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (60%), mendapatkan informasi dari media cetak mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (55,56%) dan mendapatkan informasi dari media elektronik mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 14 orang (77,78%).