Nurul Qomariyah Ahmad
STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

URGENSI PENGGUNAAN MODEL E-BUSINESS UNTUK MENINGKATKAN TEACHING LEARNING PROCESS PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nurul Qomariyah Ahmad; Ansor Ansor
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan seiring dengan perkembangan dibidang teknologi dapat bersinergi dengan perkembangan teknologi informasi. Pendekatan yang dapat dilakukan dapat menggunakan model e-business, dimana e-business bukan sekedar sebuah bisnis dapat beroperasi namun harus berhubungan dengan banyak bagian berbeda dari informasi mengenai pemasok, pelanggan, karyawan, tagihan, dan pembayaran. Dan tentu saja produk dan jasa mereka. Pemanfaatan model e-business pada dunia pendidikan akan menghasilkan e-education. Pada Prodi PAI agar pemanfaatan ini dapat maksimal dibutuhkan beberapa penunjang seperti raw input, instrumental input, environment input yang dapat mempengaruhi teaching learning process. Tetapi proses ini mengalami kendala seperti sulitnya menemukan solusi dalam pemecahan masalah dalam bidang pengetahuan komputer dan kurangnya informasi tentang perkembangan di bidang pengetahuan komputer. Oleh karena itu, perlu adanya sistem sarana pembelajaran e-education yang berbasis multimedia agar dapat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan masalah tersebut, serta untuk mempersiapkan mahasiswa, baik pendidik, maupun masyarakat pada umumnya untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkannya guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam bidang komputer.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SPLDV DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 TAKENGON Nur Ainun Lubis; Nurul Qomariyah Ahmad; Rahmani J
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.30

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam pelajaran matematika. Semua pemecahan masalah melibatkan beberapa informasi dan untuk mendapatkan penyelesaiannya digunakan informasi tersebut. Informasi-informasi ini pada umumnya merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika salah satunya pada sistem persamaan linear dua variabel. karena akan memudahkan siswa untuk menghitung barang belanjaan di pasar dan juga memudahkan siswa nantinya apabila akan membuat sebuah perusahan. Selain siswa kurang bisa dalam menyelesaikan soal sistem pesamaan linear dua variabel siswa juga masih kurang terampil dalam menjawab soal pemecahan masalah. Untuk itu peneliti menggukan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan perbedaan hasil belajar menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu quasi ekperimen, karena penelitian ini ingin mengetahui perbedaan dari kelas eksperimen dan kontrol serta ingin melihat peningkatan pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran (CPS). Penelitian yaitu dengan nilai rata-rata pada kelas yang kontrol yaitu 42,9 dan nilai rata-rata pada kelas eksperimen yaitu 53,4, yang dimana kelas tersebut berdistribusi normal. Dengan nilai uji hipotesis thitung ttabel dimana 12,53 2,02 dengan demikian Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan rerata kemampuan pemecahan masalah siswa. Dan hasil pengujian gain ternormalisasi diperoleh untuk kriteria gain ternormalisasi terendah 4 siswa (20%) dan dengan kriteria sedang diperoleh 16 siswa (80%), Sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan kemampuan masalah siswa pada kelas VIII SMP Negeri 2 Takengon dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).
PENGGUNAAN ALAT PERAGA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Nurul Qomariyah Ahmad; Nur Ainun Lubis; Rezeky Putra Alasta
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.31

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam pelajaran matematika. Semua pemecahan masalah melibatkan beberapa informasi dan untuk mendapatkan penyelesaiannya digunakan informasi tersebut. Informasi-informasi ini pada umumnya merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika salah satunya pada operasi bilangan bulat. Operasi pada bilangan bulat merupakan hal yang mendasar di pelajari dalam mata pelajaran matematika, namum masih banyak siswa mengalami kesulitan melakukan operasi bilangan bulat khususnya pada operasi perkalian dengan secara manual. Hal ini dikarenakan siswa lebih bergantung dengan menggunakan kalkulator. Selain siswa kurang bisa dalam melakukan operasi perkalian siswa juga masih kurang terampil dalam menjawab soal pemecahan masalah. Untuk itu peneliti menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan berbantukan alat peraga tulang napier dan alat peraga papan stick sebagai alat bantu hitung dalam pemecahan masalah matematik siswa . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan alat peraga berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu ekperimen, karena penelitian ini ingin mengetahui perbedaan dari perbandingan alat peraga tulang napier dan papan stick berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Adapun hasil penelitian yaitu dengan nilai rata-rata pada kelas yang diberi perlakuan alat peraga tulang napier yaitu 77,25 dan nilai rata-rata pada kelas yang diberi perlakuan alat peraga papan stick yaitu 76, yang dimana kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Dengan nilai uji hipotesis thitung >ttabel dimana 2,50 > 2,02 dengan demikian Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematik siswa pada kelas VII SMP Negeri 5 Takengon dengan penggunaan alat peraga Tulang Napier dengan alat peraga papan stick berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Prodi PAI Terhadap Kepuasan Mahasiswa Ansor Ansor; Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dimensi dalam kualitas pelayanan akademik prodi PAI yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty berpengaruh terhadapkepuasan mahasiswa dan menganalisis faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan mahasiwa. Populasi dalam penelitian ini adalah para mahasiswa yang terdata aktif sebagai mahasiswa PAI STAIN Gajah Putih Takengon dari angkatan tahun 2012 sampai 2015. Sampel yang diambil sebesar 15% dari total populasi jadi total sampel sebanyak 36 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil kualitas pelayanan akademik prodi PAI STAIN Gajah Putih Takengon secara serempak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. 38,6% variabel kepuasan mahasiswa dapat dijelaskan oleh dimensi bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan kepedulian sedangkan sisanya sebesar 62,4% adalah merupakan pengaruh dari variabel bebas lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Secara parsial dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan kepedulian berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa namun dimensi bukti langsung tidak berpengaruh. Dimensi kehandalan (reliability) merupakan dimensi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa PAI.
URGENSI PENGGUNAAN MODEL E-BUSINESS UNTUK MENINGKATKAN TEACHING LEARNING PROCESS PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nurul Qomariyah Ahmad; Ansor Ansor
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.31 KB)

Abstract

Perkembangan pendidikan seiring dengan perkembangan dibidang teknologi dapat bersinergi dengan perkembangan teknologi informasi. Pendekatan yang dapat dilakukan dapat menggunakan model e-business, dimana e-business bukan sekedar sebuah bisnis dapat beroperasi namun harus berhubungan dengan banyak bagian berbeda dari informasi mengenai pemasok, pelanggan, karyawan, tagihan, dan pembayaran. Dan tentu saja produk dan jasa mereka. Pemanfaatan model e-business pada dunia pendidikan akan menghasilkan e-education. Pada Prodi PAI agar pemanfaatan ini dapat maksimal dibutuhkan beberapa penunjang seperti raw input, instrumental input, environment input yang dapat mempengaruhi teaching learning process. Tetapi proses ini mengalami kendala seperti sulitnya menemukan solusi dalam pemecahan masalah dalam bidang pengetahuan komputer dan kurangnya informasi tentang perkembangan di bidang pengetahuan komputer. Oleh karena itu, perlu adanya sistem sarana pembelajaran e-education yang berbasis multimedia agar dapat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan masalah tersebut, serta untuk mempersiapkan mahasiswa, baik pendidik, maupun masyarakat pada umumnya untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkannya guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam bidang komputer.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SPLDV DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 TAKENGON Nur Ainun Lubis; Nurul Qomariyah Ahmad; Rahmani J
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.237 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.30

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam pelajaran matematika. Semua pemecahan masalah melibatkan beberapa informasi dan untuk mendapatkan penyelesaiannya digunakan informasi tersebut. Informasi-informasi ini pada umumnya merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika salah satunya pada sistem persamaan linear dua variabel. karena akan memudahkan siswa untuk menghitung barang belanjaan di pasar dan juga memudahkan siswa nantinya apabila akan membuat sebuah perusahan. Selain siswa kurang bisa dalam menyelesaikan soal sistem pesamaan linear dua variabel siswa juga masih kurang terampil dalam menjawab soal pemecahan masalah. Untuk itu peneliti menggukan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan perbedaan hasil belajar menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu quasi ekperimen, karena penelitian ini ingin mengetahui perbedaan dari kelas eksperimen dan kontrol serta ingin melihat peningkatan pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran (CPS). Penelitian yaitu dengan nilai rata-rata pada kelas yang kontrol yaitu 42,9 dan nilai rata-rata pada kelas eksperimen yaitu 53,4, yang dimana kelas tersebut berdistribusi normal. Dengan nilai uji hipotesis thitung ttabel dimana 12,53 2,02 dengan demikian Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan rerata kemampuan pemecahan masalah siswa. Dan hasil pengujian gain ternormalisasi diperoleh untuk kriteria gain ternormalisasi terendah 4 siswa (20%) dan dengan kriteria sedang diperoleh 16 siswa (80%), Sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan kemampuan masalah siswa pada kelas VIII SMP Negeri 2 Takengon dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).
PENGGUNAAN ALAT PERAGA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Nurul Qomariyah Ahmad; Nur Ainun Lubis; Rezeky Putra Alasta
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.351 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.31

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam pelajaran matematika. Semua pemecahan masalah melibatkan beberapa informasi dan untuk mendapatkan penyelesaiannya digunakan informasi tersebut. Informasi-informasi ini pada umumnya merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika salah satunya pada operasi bilangan bulat. Operasi pada bilangan bulat merupakan hal yang mendasar di pelajari dalam mata pelajaran matematika, namum masih banyak siswa mengalami kesulitan melakukan operasi bilangan bulat khususnya pada operasi perkalian dengan secara manual. Hal ini dikarenakan siswa lebih bergantung dengan menggunakan kalkulator. Selain siswa kurang bisa dalam melakukan operasi perkalian siswa juga masih kurang terampil dalam menjawab soal pemecahan masalah. Untuk itu peneliti menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan berbantukan alat peraga tulang napier dan alat peraga papan stick sebagai alat bantu hitung dalam pemecahan masalah matematik siswa . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan alat peraga berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu ekperimen, karena penelitian ini ingin mengetahui perbedaan dari perbandingan alat peraga tulang napier dan papan stick berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Adapun hasil penelitian yaitu dengan nilai rata-rata pada kelas yang diberi perlakuan alat peraga tulang napier yaitu 77,25 dan nilai rata-rata pada kelas yang diberi perlakuan alat peraga papan stick yaitu 76, yang dimana kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Dengan nilai uji hipotesis thitung >ttabel dimana 2,50 > 2,02 dengan demikian Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematik siswa pada kelas VII SMP Negeri 5 Takengon dengan penggunaan alat peraga Tulang Napier dengan alat peraga papan stick berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Prodi PAI Terhadap Kepuasan Mahasiswa Ansor Ansor; Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dimensi dalam kualitas pelayanan akademik prodi PAI yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty berpengaruh terhadapkepuasan mahasiswa dan menganalisis faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan mahasiwa. Populasi dalam penelitian ini adalah para mahasiswa yang terdata aktif sebagai mahasiswa PAI STAIN Gajah Putih Takengon dari angkatan tahun 2012 sampai 2015. Sampel yang diambil sebesar 15% dari total populasi jadi total sampel sebanyak 36 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil kualitas pelayanan akademik prodi PAI STAIN Gajah Putih Takengon secara serempak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. 38,6% variabel kepuasan mahasiswa dapat dijelaskan oleh dimensi bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan kepedulian sedangkan sisanya sebesar 62,4% adalah merupakan pengaruh dari variabel bebas lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Secara parsial dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan kepedulian berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa namun dimensi bukti langsung tidak berpengaruh. Dimensi kehandalan (reliability) merupakan dimensi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa PAI.