Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERSONAL BRANDING DALAM KOMUNIKASI PUBLIK PEMERINTAH ANALISIS FRAMING KARAKTER PERSONAL MENTERI KABINET INDONESIA MAJU DALAM SIARAN PERS KEMENTERIAN TAHUN 2020 Mochamad Taufiq Hidayat
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5, No 1 (2021): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.431 KB) | DOI: 10.24853/pk.5.1.65-71

Abstract

Siaran pers; merupakan pernyataan resmi lembaga; hal yang menarik; dalam setahun terakhir ini; siaran pers kementerian dan lembaga memuat sebutan atau sapaan khas dari menteri dan pimpinan lembaga. Dalam perspektif komunikasi publik hal itu menarik dikaji apakah sebagai penerapan personal branding atau ada kebutuhan lain.Menggunakan kajian teoritis kerja public relations dan personal branding; penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan karakter yang disajikan dalam siaran pers lembaga mengenai menteri atau kepala lembaga yang menggunakan sebutan khusus. Analisis framing Entman digunakan untuk menganalisis siaran pers yang ditemukan dengan cara mencari dalam fitur google search serta mempertimbangkan banyaknya jumlah pengakses. Berdasarkan hasil penelitian ini yang menggunakan analisis framing; ditemukan bahwa secara umum terdapat gambaran kesengajaan untuk menampillkan personal branding yang melekat dengan latar belakang ataupun pengalaman menteri di website masing-masing kementerian yang diamati. Melalui siaran pers; personal branding bisa memungkinkan disampaikan secara utuh. peluang bisa menjangkau lebih banyak publik jika disajikan melalui website. Keterbatasan penelitian ini lebih fokus pada kemasan atau framing dalam produk siaran pers. Namun akan lebih menarik jika dikembangkan untuk mengkaji respons pekerja media sebagai penelitian lanjutan.
Budaya Komunikasi Publik Kontemporer Analisis Strukturasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Mochamad Taufiq Hidayat
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.2394

Abstract

AbstractThis article higlights government public communication as the prioritize for the public and citizens interests of government activities. Even there are no clear boundaries regarding the approach, tactics, process and benchmarks, yet to be define the successfull public communication activities. With the structuration approach, this study dissects the public communication approach the current framework of government communication institutional. The analysis was carried out in the institutional context of the Ministry of Communication and Information which legally has a formal role in government public relations communication. Readings on the culture of public communication show that the communication scope are an activities of information packaging also selective approaches to provide credible, fast-easily accessible information, developing synergies and information exchanges between institutions and the public. There is a culture gap of public communication forms because government own perspective in understanding the relationship between citizens and the state vis a vis government apparatus. In the future, there is a challenge for public relationspractitioners to create an environment of friendly public opinion (favorable).Keywords: Public communication, Communication culture, Government public relationsAbstraksiKomunikasi publik pemerintah menjadi sorotan, pasalnya aktivitas komunikasi kepada publik dan warga negara dinilai beberapa pihak belum mengedepankan kepentingan publik. Namun demikian, belum ada batasan yang jelas tentang pendekatan, taktik, proses dan tolok ukur keberhasilan aktvitas komunikasi publik. Dengan pendekatan strukturasi, studi ini membedah pendekatan komunikasi publik dalam kerangka kelembagaan komunikasi pemerintah saat ini. Analisis dilakukan dalam konteks kelembagaan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang secara legal formal memiliki tugas dan peran dalam komunikasi kehumasan pemerintah. Pembacaan atas budaya komunikasi publik menunjukkan bahwa peran komunikasi mencakup pengemasan informasi, pendekatan selektif dalam penyediaan informasi yang kredibel, cepat dan mudah diakses, dan mengembangkan sinergi promosi pertukaran informasi antarlembaga dan masyarakat. Budaya komunikasi publik lebih dipengaruhi oleh cara pandang lembaga pemerintah dalam memahami hubungan antara warga negara dengan negara vis a vis aparatus pemerintah. Sementera, ke depan ada tantangan praktisi kehumasan pemerintah untuk bekerja menciptakan lingkungan opini publik yang bersahabat (favorable).Kata Kunci: Komunikasi publik, Budaya komunikasi, Kehumasan pemerintah
POLA KOMUNIKASI DIGITAL PERUSAHAAN NASIONAL DAN MULTINASIONAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Mochamad Taufiq Hidayat
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 6, No 2 (2022): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.6.2.231-246

Abstract

Selama pandemi Covid-19 banyak perusahaan nasional dan multinasioal menerapkan pembatasan kerja denan menerapkan work from home. Salah satu konsekuensinya akan membuat komunikasi dalam organisasi mengunakan aplikasi dan platform digital.  Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pola komunikasi dalam organisasi yang dilakukan melalui aplikasi atau platform digital. Penelitian ini difokuskan untuk menjelaskan pola komunikasi internal yang berlangsung dalam perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan di PT BHL perusahan nasional dan PT II perusahaan multinasional. Selain wawancara dan pengamatan, juga dilakukan penelusuran sumber sekunder berupa catatan aktivitas komunikasi dalam organisasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan di perusahaan nasional dan multinasional yaitu semua saluran atau bintang. Faktor yang menjadi pendukung ialah Hubungan yang personal,  dan fleksibilitas.  Secara praktis, efektifitas berkomunikasi pola bintang bisa membawa fleksibelitas yang dijalankan dapat membuat kinerja karyawan lebih baik.
When local virtues meet national policy: Adaptation communication strategies of the Kasepuhan Citorek comunity in the Bayah Dome Geopark Dewi Sad Tanti; Irmulansati Tomohardjo; Mochamad Taufiq Hidayat; Burhanuddin Mujtaba; Darwis Sagita
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i2.1540

Abstract

The Kasepuhan Citorek Indigenous Community preserves natural equilibrium through its unique agriculture techniques. The establishment of the Bayah Dome Geopark Program offers hope for sustainable tourism, but it also raises worries about disrupting the previously preserved environmental balance. This research investigates the Citorek community's response to policy and environmental changes using the ideas of development communication, participation, adaptation communication, and populism. The case study technique, which includes in-depth interviews and participant observation, exposes a populist narrative from the government or local elites about the geopark. Collaboration among the government, academics, and local people is critical to sustainable geopark development, with social capital and community engagement playing major roles. The key proposal is to improve the synergy of local-national policy and promote tourism that protects environment and culture.
Pengembangan Kampung Landeuh sebagai Desa Wisata Ramah Lingkungan Dewi Sad Tanti; Mochamad Taufiq Hidayat
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5 No 2: JULI 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/cs6njg07

Abstract

Pengembangan Desa Landeuh di Bojong Menteng menjadi desa wisata ramah lingkungan yang berkelanjutan memiliki arti penting bagi masyarakat. Bojong Menteng merupakan pintu gerbang menuju Badui Luar dan Badui Dalam yang merupakan destinasi unggulan Pemerintah Kabupaten Lebak. Pengabdian kepada masyarakat juga mengeksplorasi penerapan konsep desa wisata ramah lingkungan di Desa Landeuh, Bojong Menteng. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pengembangan, seperti penggunaan bahan bakar alternatif dan pengelolaan sampah. Hasil pendampingan menunjukkan adanya pergeseran kesadaran masyarakat mengenai arti penting menjaga lingkungan dan potensi wisata desa. Selain itu, pengembangan desa wisata dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Selain itu, desa wisata Landeuh berhasil menjadi model pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di kawasan Geopark Bayah Dome. Dan pendekatan partisipatif dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Pengembangan Event Kreatif untuk Siswa SMA melalui Modul Green Event Level Up Dewi Sad Tanti; Mochamad Taufiq Hidayat
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 2: JULI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/w2t0e872

Abstract

Pelaksanaan aktivitas dan event di lingkungan sekolah masih banyak menghasilkan limbah dan kurang mempertimbangkan dampak lingkungan. Di sisi lain, minimnya pelatihan penyelenggaraan kegiatan kreatif bagi siswa sekolah menengah atas menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, banyak sekolah masih berfokus pada aspek akademik, sementara pengembangan soft skills melalui organisasi siswa belum mendapatkan perhatian yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk memberikan pelatihan yang sistematis dan berbasis praktik dalam mengelola kegiatan secara lebih kreatif dan berdampak. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah pelatihan tematik seperti Green Event Management, yang tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan.  Pelatihan Pengembangan Event Kreatif untuk Siswa SMA melalui Modul Green Event Level Up merupakan upaya mendidik dan menyiapkan siswa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan  membangun budaya keberlanjutan  di lingkungan sekolah.  Pelatihan dirancang dengan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan pemanfaaran modul "Green Event Level Up", yang mencakup perencanaan acara ramah lingkungan, pemanfaatan barang bekas, permainan edukatif, serta strategi SEO untuk publikasi digital. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyelenggarakan event kreatif yang ramah lingkungan serta memanfaatkan teknologi digital untuk publikasi yang efektif .