Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Local Wisdom "Siri" in Leadership Of The Head of Temmappadaue Village, Marusu District, Maros Regency Aras Solong; Tetty Dwiyanti; Muh Alwi; Ashariana Ashariana
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 10 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i10.575

Abstract

This study aims to determine the value of local wisdom leadership "siri" as a motivational tool to improve the implementation of tasks and work of employees at the Temmappaduae Village office. Study This use A qualitative approach with data collection techniques through observation of research objects, direct interviews with informants and documentation, namely tracing evidence in the form of written decisions and regulations, books or magazines. The data analysis techniques used are data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the leadership value of local wisdom "siri" as a basis in providing encouragement to carry out employee encouragement and work by using indicators alempureng (honesty), amaccang (education), assitinajang ( appropriateness ), agettengeng (firmness) and reso (effort) which must be held and upheld firmly by an employee accompanied by a high commitment in carrying out the tasks and work that are his responsibility. The results of the study found that the leadership value of local wisdom "Siri" if implemented well will produce good and responsible performance. Furthermore, things that are considered to affect the implementation of employee tasks and work that are not optimal can be eliminated if leadership value factors such as warani (brave), masagena (ability) and makaritutu (vigilance) in supporting efforts to improve performance must be held firmly and become a driver for employees in carrying out tasks and work to support maximum employee performance.Leadership
Kinerja Pegawai dalam Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara Aras Solong; Tetty Dwiyanti; Gafar Gafar
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 9 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i9.603

Abstract

Pelayanan publik pada tingkat kecamatan sangat dipengaruhi oleh kinerja aparatur sebagai pelaksana yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Kantor Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Januari–Juni 2023. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan camat, sekretaris kecamatan, kepala seksi, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pegawai puskesmas sebagai informan yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan keabsahannya diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparatur secara umum tergolong baik. Profesionalitas tercermin dalam pelayanan yang ramah, sopan, tepat waktu, dan sesuai tugas; efektivitas terlihat dari penyelesaian pelayanan dan kejelasan prosedur; keterbukaan diwujudkan melalui penyampaian persyaratan, waktu, dan biaya; sedangkan akuntabilitas ditunjukkan melalui tanggung jawab dan perlakuan yang setara. Namun, pelayanan masih menghadapi keterbatasan jumlah, kompetensi, dan kedisiplinan aparatur, komunikasi yang belum konsisten, serta pemahaman kebutuhan masyarakat yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi, disiplin, komunikasi, dan evaluasi berkala diperlukan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih responsif, transparan, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat secara berkelanjutan.
Optimalisasi Administrasi Desa Menuju Kemandirian (Kolaborasi Responsif Optimalisasi Administrasi Desa) Aras Solong; Nurkumalasari Syam; Sahruddin Malik; Tetty Dwiyanti; Zulkarnain Umar; Subhan Djaya; Mariati Rahman; Djainuddin
Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jsepkm.v3i1.694

Abstract

Sapa Publik merupakan kegiatan pengabdian berbasis kolaborasi yang diarahkan pada optimalisasi administrasi desa menuju kemandirian melalui penguatan pemahaman pelayanan administrasi, dialog dengan pemangku kepentingan desa, dan praktik penyusunan dokumen administrasi. Kegiatan dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar di Aula Kantor Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros pada 30 April 2026. Sasaran kegiatan meliputi perangkat desa, admin desa, dan kelompok Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan mitra pembelajaran. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-deskriptif melalui koordinasi, penyampaian materi, dialog, workshop, praktik penyusunan surat administrasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara antusias dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pelayanan administrasi desa, struktur surat-menyurat, serta pentingnya pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel pada era digital. Praktik langsung membantu peserta memahami penerapan materi dalam konteks administrasi desa. Kegiatan juga memperkuat interaksi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Meskipun terdapat kendala teknis dan keterbatasan partisipasi sebagian anggota tim, kolaborasi antar pihak memungkinkan kegiatan berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis dialog dan praktik dapat menjadi sarana penguatan kapasitas administrasi desa sekaligus ruang pembelajaran mahasiswa dalam mengimplementasikan prinsip pelayanan publik.