Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dongke dalam Masyarakat Desa Tanggulangin: Pemahaman Konsep Sehat-Sakit dan Penyakit dalam Kajian Etnosains Terhadap Sistem Medis Harto Wicaksono
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.84 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2013.%x

Abstract

Pemahaman terhadap konsep sehat-sakit bagi sebagian masyarakat lokal akan sangat penting terhadap pola pengobatan atau respon terhadap sistem penyakit. Namun banyak bagian dari sistem medis modern yang mengabaikan pengetetahuan lokal tentang ini, dengan alasan tidak rasional. Dengan alasan tersebut, maka penggalian terhadap sistem pengetahuan lokal dilakukan guna membantu pemahaman sistem medis modern terhadap pola pengobatan dalam sistem medis tradisonal. Kajian ini, merupakan kajian sistem medis tradisional yang berupaya menggali pemahaman masyarakat Desa Tanggulangin dalam Masyarakat Jawa dengan pendekatan etnografis. Dalam kaitan ini, pemahaman konsep sehat-sakit ada kaitannya dengan sistem penyembuhan yang akan diterapkan.
Resiliensi dalam Menghadapi Toxic Relationship sebagai Pengalaman Perempuan dari Berpacaran Hingga Putus Berpacaran Yunisa Rahmawati; Harto Wicaksono
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berpacaran yang masih terdapat tindakan menyimpang dari hubungan berpacaran. Idealnya relasi berpacaran memiliki keinginan untuk hubungan yang sehat. Tidak dipungkiri masa percintaan beriringan dengan suatu konflik yang dapat membawa hubungan menjadi tidak sehat atau disebut toxic relationship. Toxic relationship apabila dipertahankan dapat merusak kesejahteraan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai resiliensi perempuan yang mengalami toxic relationship. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun dalam penelitian ini terdiri dari perempuan yang pernah mengalami toxic relationship sebagai informan utama dan teman dekat informan utama sebagai informan pendukung. Penelitian dianalisis menggunakan konsep resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi saat berpacaran informan tidak benar-benar resilien karena informan mengulang kesalahan yang sama, rendahnya kemampuan dalam mengambil keputusan, faktor relasi kuasa dari pasangan, dan ketidakrelaan informan kehilangan cintanya. Sementara, resiliensi pasca putus informan sudah benar-benar pulih berdasarkan kemampuan informan dalam mengambil keputusan dan menunjukkan keberanian untuk keluar dari hubungan yang diketahui tidak sehat, menjadi perempuan yang mandiri, serta adanya faktor penerimaan diri sebagai adaptasi informan untuk bangkit dari kesulitan.
Model Etnopedagogi dalam Budaya Wayang Klithik untuk Membentuk Karakter Good Citizenship Natsuwa Cindi Aulia; Harto Wicaksono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1670

Abstract

Kebudayaan Indonesia mulai kehilangan eksistesinya di era kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Hal ini juga beriringan dengan turunnya karakter bangsa secara signifikan. Sehingga, dibutuhkan media pendidikan karakter yang relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini mengkaji model etnopedagogi pada kebudayaan wayang klithik yang menjadi bentuk representasi konservasi budaya Jawa sekaligus membentuk karakter good citizenship. Pada penelitian ini, teori eksperensial milik Kolb digunakan sebagai landasan dalam menganalisis dan menginterpretasikan budaya wayang klithik dalam pembentukan karakter good citizenship di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitaif-partisipatoris jenis etnografi. Metode kualitatif-partisipatoris digunakan untuk menganalisis etnopedagogi pada pementasan wayang klithik dalam pembentukan karakter good citizenship dan potensi implementasinya di sekolah formal. Ditemukan tiga siklus etnopedagogi dalam kebudayaan wayang klithik. Dari siklus tersebut muncullah nilai-nilai karakter good citizenship yang dimulai dari partisipasi dalam kegiatan resik sendang, pementasan wayang kltithik, dan pelatihan pagelaran wayang yang membentuk karakter generasi konservatif akan budaya lokal. Wayang klithik juga dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan berbasis budaya lokal