Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Proses Pembelajaran Penjasorkes Secara Online Pada Masa Covid-19 Julian Leko; Yahya Jecson Palinata; Alventur Baun; Isak Riwu Rohi
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 5, No 1 (2022): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v5i1.6675

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes secara online di tengah pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian tentang proses pembelajaran penjasorkes secara online di tengah pandemic covid-19, menunjukan bahwa sebelum adanya pandemic covid-19 ini, berjalan dengan baik, efektif dan efisien. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sekolah dan proses pembelajaran berlangsung secara tatap muka sesuai dengan jadwal dan materi yang telah ditetapkan pada kurikulum yang ada. Kegiatan belajar mengajar penjasorkes mengalami kendala pada masa pandemic covid-19. Kegiatan pembelajaran penjasorkes harus dilangsungkan secara daring atau online pada setiap hari. Kegiatan pembelajaran secara daring/online mengalami kendala bagi guru maupun siswa. Model Pembelajaran Penjasorkes yang digunakan sebelum pandemic covid-19 menggunakan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran berbasis masalah, berbasis proyek dan berbasis penemuan yang dilaksanakan melalui tatap muka di sekolah, sedangkan dimasa pandemic covid-19 ini, mengharuskan guru dan siswa agar dapat berinteraksi melalui pembelajaran daring/jarak jauh. Hasil Pembelajaran Penjasorkes sangatlah bagus dan memenuhi kriteria ketuntasan bagi siswa sebelum terjadinya pandemic covid-19. Akan tetapi di masa pandemic covid-19 saat ini, hasil belajar siswa sangatlah mengalamai kemerosotan. Simpulan penelitian ini pihak sekolah dan guru harus memiliki sikap dan kemampuan secara professional dan kreatif untuk dapat memfasilitasi setiap proses pembelajaran agar dapat membawah keberhasilan pencapaian target belajar dari siswa pada masa pandemic covid-19 saat ini. 
TINJAUAN TENTANG TEKNIK DASAR TENDANGAN SABIT DALAM PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) RANTING PENFUI TIMUR alventur baun; Retrian Ariyanto Pendi; Agustinus J Navie
Borneo Physical Education Journal Vol 2 No 2 (2021): Borneo Physical Education Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bpej.v2i2.734

Abstract

Tendangan sabit merupakan tendangan berbentuk busur dan menggunakan punggung kaki pada perkenaannya dengan tumpuan satu kaki yang berputar sejauh 130°. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik dasar tendangan sabit dalam Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan dilakukan di Ranting Penfui Timur, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analsis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil tentang teknik dasar tendangan sabit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pasang awal (kuda-kuda depan) dilakukan dengan posisi kaki kiri melangkah ke depan dan di tekuk, kedua tangan disilang untuk melindungi tubuh dan pandangan ke depan. 2. Persiapan serangan, dilakukan dengan kaki kanan diangkat dan kaki kiri dijinjit kemudian posisi badan diputar kira-kira 90o. 3. Serangan dilakukan dengan melepaskan tendangan kaki kanan dengan lintasan setengah lingkaran dan perkenaannya adalah punggung kaki. 4. Kembali ke sikap pasang awal. Kesimpulannya adalah latihan tendangan sabit sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan tahapan-tahapannya.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM Alventur Baun; Isak Riwu Rohi; Agustinus Jacob Nafie; Pnatmo Masi
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 5, No 2 (2022): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v5i2.9147

Abstract

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan proses pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dalam menggunakan aplikasi google classroom dalam pembelajaran saat masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibuat dalam google formulir kemudian dikirim linknya ke setiap responden yang berjumlah 20 orang pada MGMP SMA/SMK Guru PJOK di Kota Kupang. Hasil penelitian kompetensi kepribadian tentang kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan proses pendidikan yang terdiri dari 5 (lima) item pernyataan, rata-rata para Guru PJOK menjawab sangat setuju dengan presentasi 87,00% berada dalam kategori Sangat Baik. Kesimpulannya adalah para Guru PJOK memiliki kemampuan kepribadian Sangat Baik dalam melaksanakan proses pendidikan di setiap proses pembelajaran dalam menggunakan aplikasi Google Classroom
Potret kompetensi pedagogik guru mengoptimalisasi pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan melalui google classroom Isak Riwu Rohi; Agustinus Jacob Nafie; Alventur Baun; Pnatmo Welhelmin Masi
Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)
Publisher : Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54284/jopi.v2i1.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memotret kompetensi pedagogik guru PJOK dalam mengoptimalisasi pembelajaran menggunakan media Google Classroom (GC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 21 guru PJOK yang terafiliassi dalam MGMP PJOK Kota Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pernyataan tertutup menggunakan Lima skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa guru memiliki kompetensi pedagogik yang baik dan mumpuni dalam mengoprimalisasi pembelajaran PJOK melalui GC. Dengan demikian, disimpulkan bahwa pengembangan kompetensi pedagogik guru dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi harus selalu ditingkatkan secara periodik agar guru dapat adaptif dengan cepatnya berbagai perubahan tuntutan pembelajaran guna mendukung penyelenggaraan pembelajaran PJOK yang berkualitas.
Hasil Belajar Teknik Dasar Sepak Bola melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Fredik Edison Nope; Yahya Jacson Palinata; Alventur Baun; Andry Sinlaeloe
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 1 (2025): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ch7x3397

Abstract

The purpose of this study is to examine learning outcomes in basic soccer skills through differentiated instruction. This research uses a descriptive research design with a quantitative approach, and the research method used is quantitative with the implementation stages of finding the value of independent variables, either from one or more variables (independent) without making comparisons or connecting them to other variables. Observation sheets and test sheets are used as research instruments. The results of the study show that the differentiated learning model was implemented “well” based on cognitive, affective, and psychomotor tests. Psychomotor tests showed a significant improvement in students' motor skills, especially in learning passing, controlling, and dribbling techniques. Conclusion, based on the results of research and discussion on the learning outcomes of basic soccer techniques through differentiated learning, it can be concluded that the differentiated learning model applied at North Mollo 1 Christian Middle School to teachers for the Content (Input), process and product (output) indicators are all available and implemented well. Keywords: Learning Outcomes, Differentiated Instruction
Penilaian Renang Gaya Bebas Berbasis Digital: Hasil Belajar Robert Tetikay; Yahya Jacson Palinata; Alventur Baun; Julian Jeminel Leko
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 1 (2025): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/tnya3r98

Abstract

Research objectives: to find out the digital-based freestyle swimming learning model as an instrument for assessixng movement activities and learning outcomes for PJKR-UKAW students Ta. 2024/2025. This study used quantitative descriptive research with a sample size of 47 people. Data collection techniques used observation sheets for affective and cognitive aspects, while psychomotor aspects were assessed using tests. Data analysis techniques used quantitative descriptive analysis with percentages for movement activities and learning outcomes. Research results: assessment indicators and learning outcomes in affective aspects obtained 91,5% confidence and 100% for honesty, respect, discipline, and sportsmanship. Indicators of learning outcomes assessment in cognitive aspects obtained 23.4% (11 students) with excellent criteria, 27.7% (13 students) with good criteria, 25.5% (12 students) with very poor criteria and 23.4% (11 students) with poor criteria. Indicators of assessment of movement activities and learning outcomes in the psychomotor aspect include gliding movements and freestyle swimming movement skills obtained 100% (47 students) with excellent criteria. Conclusion: Through the results of digital-based freestyle swimming assessment research: student learning outcomes of PJKR-UKAW students Ta. 2024/2025 is 68.1% (32 students) with excellent criteria, 29.8% (14 students) with good criteria and 2.1% (1 student) with fair criteria. Keywords: Assessment; freestyle swimming; digital-based; learning outcomes
A Study of Ideal Physical Education Teachers’ Competencies from Junior High School Students’ Perspectives Muhammad Sukron Fauzi; Hendry Ismawan; Nurjamal Nurjamal; Alventur Baun; Muhamad Rohadi; Muhammad Saiin
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1739

Abstract

This study aims to analyze the competence of the ideal Physical Education, Sports, and Health (PJOK) teacher based on the perspective of grade IX students at SMP Negeri 6 Samarinda. Teacher competence is an important aspect in supporting the success of the learning process and improving the quality of education. The ideal PJOK teacher is expected to have four main competencies, namely pedagogic, personality, professional, and social competencies that are integrated in daily learning practices. This study uses a quantitative descriptive approach with a population of 45 students in grade IX. The sampling technique uses simple random sampling to provide equal opportunities to each member of the population. Data collection was carried out through observation, questionnaires, and documentation. The data obtained was analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the study showed that the profile of PJOK teachers at SMP Negeri 6 Samarinda was in the good category. This can be seen from students' assessments of teachers' abilities in managing learning, showing a good attitude, having professional competence, and being able to interact socially well in the school environment. In addition, PJOK teachers are also considered to be able to be role models in their daily attitudes and behaviors. Based on these findings, it can be concluded that PJOK teachers have met the criteria as ideal teachers according to the student's perspective. However, competency improvement still needs to be carried out on an ongoing basis to support a more optimal quality of learning in the future.