Pertumbuhan dan perkembangan anak tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, di mana prevalensi stunting dan terbatasnya penggunaan Buku KIA (Buku Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai alat pemantauan masih menjadi masalah yang signifikan. Kondisi ini menyoroti perlunya intervensi pendidikan dan pemberdayaan keluarga, yang didukung oleh kader kesehatan masyarakat, untuk memastikan stimulasi dini yang optimal. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) ini merupakan inisiatif kolaboratif antara dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar dan Puskesm Mangasa. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader kesehatan masyarakat dan orang tua balita dalam menggunakan Buku KIA sebagai instrumen utama untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi pengisian checklist, praktik stimulasi sesuai usia, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Program ini menargetkan 25 kader kesehatan dan ibu balita di wilayah kerja Puskesm Mangasa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta: sebelum intervensi, 76% dikategorikan sebagai "sedang" dan 24% sebagai "baik," sedangkan setelah intervensi, semua peserta (100%) mencapai kategori "baik". Perubahan perilaku positif juga terlihat dalam penggunaan Buku Pegangan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara konsisten dan peningkatan keterlibatan kader dalam membantu orang tua. Hasil program meliputi brosur pendidikan, laporan komprehensif, dan publikasi ilmiah. Dampak sosial yang diharapkan adalah peningkatan kesehatan anak, kesejahteraan keluarga, dan kesiapan balita untuk memasuki pendidikan formal melalui stimulasi dini yang optimal. Program ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi, profesional kesehatan, kader kesehatan masyarakat, dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak secara holistik.