Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Skrining Potensial Pinang Aceh (Areca catechu L.) Sebagai Elevator Transporter GLUT4 dan Fitokonstituen Antiproliferatif Sel Kanker Mulia Safrida Sari; Ahmad Ridwan; Vivi Mardina; Karika Aprilia Putri; Beni Alfajar; Sara Gustia Wibowo
Herbal Medicine Journal Vol 3 No 1 (2020): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.938 KB)

Abstract

Pinang (Areca catechu L.) telah dimanfaatkan masyarakat Aceh sebagai obat tradisional dari berbagai penyakit. Namun, informasi terkait khasiat pinang masih terbatas sehingga proses skrining perlu dilakukan untuk menyelidiki potensial pinang terutama sebagai elevator transporter GLUT4 dan fitokonstituen antiproliferatif terhadap sel kanker. Sediaan ekstrak etanol biji pinang diperoleh dari hasil maserasi dengan etanol 96% dan kandungan fitokimia diidentifikasi melalui uji analisis GC-MS. Sebanyak 12 konstituen ditemukan dalam kelimpahan tinggi; methyl nicotinate, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-4H-pyran-4-one, arecoline, hexadecanoid acid, 9,12-octadecanoic acid, 9,12-octadecanoic acid, ethyl ester, hexadecane, eicosane, 3-nitrophthalic acid, hexacosane, heptadecane dan pentacosane. Setiap konstituen memiliki aktivitas antihiperglikemia sebagai elevator transporter GLUT4 dan antiproliferatif terhadap sel kanker melalui mekanisme aksi yang berbeda.
APLIKASI DAN SOSIALISASI VIRGIN COCONUT OIL KELAPA UTUH DENGAN METODE FERMENTASI BAKTERI PADA MASYARAKAT SEKOLAH DI SMAN 3 LANGSA UNTUK PENCEGAHAN KANKER KULIT (MELANOMA) Mastura Mastura; Mulia Safrida Sari; Vivi Mardina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3792-3797

Abstract

Melanoma merupakan penyakit kanker kulit yang disebabkan oleh berubahnya sifat-sifat sel melanosit. Virgin coconut oil (VCO) memiliki aktivitas sebagai anti kanker yang sangat baik untuk menghambat induksi karsinogenik. VCO dilaporkan memiliki kandungan asam-asam lemak dengan rantai sedang yang didominasikan dengan asam lemak tak jenuh. Salah satu asam lemak dengan kandungan tertinggi pada VCO adalah asam laurat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekolah tentang penyakit kanker kulit melanoma dan pengobatannya menggunakan VCO kelapa utuh serta cara pembuatan VCO menggunakan metode fermentasi bakteri yang ada di udara. Pelaksanaan program pengabdian ini dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi dan eksperimen langsung kepada masyarakat sekolah untuk pembuatan VCO dengan metode fermentasi bakteri yang ada di udara hingga diperoleh VCO, kemudian VCO diaplikasikan pada masyarakat sekolah yang menderita melanoma.
Analisis Kadar Kafein Dalam Biji Kopi Arabika (Coffea arabika) Berdasarkan Tempat Tumbuh Di Kabupaten Bener Meriah Rahul Aulia Indis; Mulia Safrida Sari; Sara Gustia Wibowo
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p44-52

Abstract

Kafein termasuk salah satu senyawa spesifik yang terdapat di dalam kopi. Kafein dapat memberikan dampak positif bagi tubuh untuk kesehatan, seperti menghilangkan stress. Pada kopi arabika, kandungan kafein lebih rendah dari robusta yaitu sebesar 1,1-1,3%. Namun, penyelidikan terkait perbandingan kadar kafein pada berbagai ketinggian di wilayah Bener Meriah belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kadar kafein pada biji kopi arabika berdasarkan tempat tumbuh. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan sampel buah kopi dari tiga lokasi dengan ketinggian berbeda (981 MDPL, 1234 MDPL, dan 1700 MDPL), selanjutnya buah kopi dikupas dan diambil bijinya kemudian disangrai (roasting) dengan suhu masuk 220ºC dan suhu keluar 213ºC selama 14 menit. Lalu digiling menjadi bubuk, disaring dan dipreparasi menjadi larutan uji untuk diukur menggunakan metode HPLC. Hasil penelitian bahwa kadar kafein pada Kecamatan Wih Pesam (981 MDPL) 0.046% atau 0.00925mg, Permata (1234 MDPL) 0.003% atau 0.00075mg, dan Bener Kelipah (1700 MDPL) 0.018% atau 0.00375mg. Kesimpulan dari penelitian bahwa kadar kafein dari masing-masing tempat masih sesuai dengan SNI 01-7152-2006 dengan kadar kafein tertinggi terdapat pada wilayah dengan ketinggian 981 MDPL.
Potensi Ekstrak Etanol Biji Pinang sebagai Moluskisida Terhadap Keong Mas Hadita Amila; Fitriani; Kartika Aprilia Putri; Yonadiah Dwitya; Mulia Safrida Sari; Ratna Lestari
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 8 No 1 (2026): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v8i1.14443

Abstract

The golden snail is a major pest in rice cultivation. This pest attacks the vegetative phase of the plant, so that reducing rice production. Various efforts to control gold snail pests have been carried out such as the use of chemical-based molluscicides. However, this can lead to pest resistance and environmental pollution. Therefore, an alternative effort was made by using extracts Areca seed as a molluscicide. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract of young and old betel nut as a molluscicide and to determine the concentration of ethanol extract of young and old betel nut which was effective as a molluscicide against golden snail pests. The research was carried out at the Universitas Samudra Laboratory in January-March 2021. Experimental design used RAL with 8 treatments and 5 replications. The application of ethanol extract of old betel nut and areca nut had a significant effect on mortality of golden snail pest but was not significantly different between treatments. The application of a single extract of young and old areca nut seeds at a concentration of 30% was very effective in increasing the mortality of golden snails by 100%, both for golden snails aged 14 days, 26 days, 60 days and adult (wild) snails.