Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA JIHAD Fathimah Nadia Qurrota A'yun
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 9 No 1 (2020): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v9i1.192

Abstract

This paper aims at proposing an understanding of the forms of jihad found on Instagram social media. Seeing social media is the current communication trend with rapid development and utilization. One popular social media is Instagram. Instagram can be a means of jihad and alternative propaganda in da'wah. The method used in this article is descriptive qualitative by analyzing the content in posts and caption writing on social media Instagram. The contribution of research is to provide a comprehensive understanding of jihad and show that jihad that is supposed to be is not related to the radical element. Through content analysis, uploads have been found on instagram containing jihad activities in accordance with the indicators of jihad with the Qur’an and Hadis, jihad with property and jihad of passion. This proves that Instagram social media is in fact capable of becoming a means of jihad for the present generation that has proven to be effective and efficient.
REPRESENTASI MODERNITAS DALAM FILM JIHAD SELFIE KARYA NOOR HUDA ISMAIL: ANALISIS SEMIOTIKA FILM CHRISTIAN METZ Fathimah Nadia Qurrota A’yun
JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 8: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu terorisme selalu menjadi fokus utama yang diperhatikan di berbagai belahan dunia. Jika jihad tidak dimaknai secara komprehensif maka aksi radikal dan terorisme menjadi alat propaganda. Sementara kelompok yang menganggap dirinya “jihadis” seakan-akan meneguhkan pemahaman khalayak dengan mengubah pola penyebaran ideologi sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa kini. Sayangnya, sebagian besar individu yang terpapar ideologi radikal berkedok jihad bukanlah masyarakat awam yang gaptek dan memiliki alasan kuat untuk bergabung. Film dokumenter Jihad Selfie dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana bentuk modernitas melalui fenomena terorisme masa kini yang dikemas secara menarik. Penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika film Christian Metz ini mengungkapkan Bagaimana film Jihad Selfie merepresentasikan modernitas melalui hubungan antar tanda yang membentuk makna. Pemetaan delapan langkah Metz digunakan untuk membongkar struktur film yang khas yakni Autonomous Shot, Paralel Syntagma, Bracket Syntagma, Descriptive Syntagma, Alternate Syntagma, Scene, Episodic Sequence, Ordinary Sequence. Melalui modernitas terungkap 10 sintagma merepresentasikan modernitas dalam bentuk perilaku life satisfaction, life up to date, berfikir futuristik, berfikir rasional, berfikir matang.
ANALISIS GENDER TINDAK PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KA’BAH Mutia Tanseba Andani; Fathimah Nadia Qurrota A’yun
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5 No 01 (2023): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v5i01.6815

Abstract

Sexual harassment can happen anywhere even in sacred spaces. Incidents of sexual harassment experienced by Pilgrims for Hajj and Umrah during their worship are facts that surfaced and went viral on social media. This article aims to reveal the triggering factors for sexual violence and the impact experienced by victims. This study is based on online media reporting information sources with gender analysis. Data collection techniques use documents and archives without direct interviews, or primary data on reports of sexual harassment at the Kaaba in CNN and BBC Indonesia news. The results of the analysis show that sexual harassment when carrying out the rituals of the Hajj/Umrah pilgrimage can occur due to several things (1) the existence of superior gender, (2) the patriarchal system that is still attached, (3) regulations between male and female pilgrims that do not have barriers. The sexual harassment that occurred at the Kaaba left a deep psychological impact on the victims who felt insecure while praying. Keyword:Sexual Harassment, Sexual Harassment at The Kaaba, Gender, Sexual Violence Abstrak Pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja bahkan terjadi di ruang sakral. Peristiwa pelecehan seksual yang dialami oleh Jamaah Haji dan Umrah saat melakukan ibadah, adalah fakta yang mengemuka dan menjadi viral di sosial media. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap faktor pemicu kekerasan seksual dan dampak yang dialami korban. Kajian ini didasarkan pada sumber informasi pemberitaan media online dengan analisis gender. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen dan arsip tanpa wawancara langsung, atau data primer pemberitaan pelecehan seksual di Ka’bah dalam berita CNN dan BBC Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelecehan seksual saat melaksanakan ritual ibadah haji/umroh dapat terjadi karena adanya beberapa hal (1) adanya gender superior, (2) sistem patriarki yang masih melekat, (3) peraturan antara jamaah laki-laki dan perempuan yang tidak adanya pembatas. Pelecehan seksual yang terjadi di Ka’bah menyisakan dampak psikologis yang mendalam terhadap para korban yang merasa tidak aman saat beribadah. Kata Kunci: Pelecehan Seksual, Pelecehan Seksual Di Ka’bah, Gender, Kekerasan Seksual
ANALISIS GENDER TINDAK PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KA’BAH Andani, Mutia Tanseba; Nadia Qurrota A’yun, Fathimah
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5 No 01 (2023): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v5i01.6815

Abstract

Sexual harassment can happen anywhere even in sacred spaces. Incidents of sexual harassment experienced by Pilgrims for Hajj and Umrah during their worship are facts that surfaced and went viral on social media. This article aims to reveal the triggering factors for sexual violence and the impact experienced by victims. This study is based on online media reporting information sources with gender analysis. Data collection techniques use documents and archives without direct interviews, or primary data on reports of sexual harassment at the Kaaba in CNN and BBC Indonesia news. The results of the analysis show that sexual harassment when carrying out the rituals of the Hajj/Umrah pilgrimage can occur due to several things (1) the existence of superior gender, (2) the patriarchal system that is still attached, (3) regulations between male and female pilgrims that do not have barriers. The sexual harassment that occurred at the Kaaba left a deep psychological impact on the victims who felt insecure while praying. Keyword:Sexual Harassment, Sexual Harassment at The Kaaba, Gender, Sexual Violence Abstrak Pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja bahkan terjadi di ruang sakral. Peristiwa pelecehan seksual yang dialami oleh Jamaah Haji dan Umrah saat melakukan ibadah, adalah fakta yang mengemuka dan menjadi viral di sosial media. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap faktor pemicu kekerasan seksual dan dampak yang dialami korban. Kajian ini didasarkan pada sumber informasi pemberitaan media online dengan analisis gender. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen dan arsip tanpa wawancara langsung, atau data primer pemberitaan pelecehan seksual di Ka’bah dalam berita CNN dan BBC Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelecehan seksual saat melaksanakan ritual ibadah haji/umroh dapat terjadi karena adanya beberapa hal (1) adanya gender superior, (2) sistem patriarki yang masih melekat, (3) peraturan antara jamaah laki-laki dan perempuan yang tidak adanya pembatas. Pelecehan seksual yang terjadi di Ka’bah menyisakan dampak psikologis yang mendalam terhadap para korban yang merasa tidak aman saat beribadah. Kata Kunci: Pelecehan Seksual, Pelecehan Seksual Di Ka’bah, Gender, Kekerasan Seksual
Delivering multi-dimensional da’wah in digital space: Experience from Gita Wirjawan’s YouTube channel A'yun, Fathimah Nadia Qurrota; ‘Ubudiyah, Farikhatul
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.26040

Abstract

The development of da'wah into the digital realm, especially through platforms such as YouTube, demands a multidimensional message, going beyond traditional ritual and legal aspects to include social, educational, economic, and cultural issues. This study aims to analyse the dimensions of the da'wah message contained in the content of Gita Wirjawan's YouTube channel, which implicitly conveys multidimensional good values. Using a qualitative approach with deductive content analysis on three selected podcast videos from 2025, this study identifies and interprets the multidimensional da'wah themes presented. The results of the analysis reveal that Gita Wirjawan's YouTube content implicitly contains multidimensional da'wah messages classified in aspects of theology, sharia, and muamalah principles, and Islamic ethics, which are discussed through dialogues with expert speakers on issues of faith, social justice, meritocracy, and human resource development. The findings have implications for the need for a strategic, interdisciplinary, and moderate digital da'wah approach, and highlight the crucial role of content creators and various elements of society in inclusively disseminating transformative Islamic values. ***** Perkembangan dakwah ke ranah digital, khususnya melalui platform seperti YouTube, menuntut adanya pesan yang multidimensi, melampaui aspek ritual dan hukum tradisional untuk mencakup isu sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi-dimensi pesan dakwah yang terdapat pada konten kanal YouTube Gita Wirjawan, yang secara implisit menyampaikan nilai-nilai kebaikan secara multidimensi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten deduktif pada tiga video podcast terpilih dari tahun 2025, studi ini mengidentifikasi dan menginterpretasikan tema-tema dakwah multidimensional yang disajikan. Hasil analisis mengungkapkan bahwa konten YouTube Gita Wirjawan secara implisit mengandung pesan dakwah multidimensi yang terklasifikasi dalam aspek teologi, syariah dan prinsip muamalah, serta etika Islam, yang dibahas melalui dialog dengan narasumber ahli mengenai isu-isu keimanan, keadilan sosial, meritokrasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pendekatan dakwah digital yang strategis, interdisipliner, dan moderat, serta menyoroti peran krusial kreator konten dan berbagai elemen masyarakat dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang transformatif secara inklusif.
The Role of Women Ulama in Da'wah in Islamic Boarding Schools Rohmah, Islamiatur; Rohmah, Siti; Qurrota A'yun, Fathimah Nadia
Munazzama: Journal of Islamic Management and Pilgrimage Vol. 2 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/mz.v2i2.14274

Abstract

Women have the same role in da’wah, but many people still think that women are not too focused on da’wah because outemluan speaking in public is considered a perpetual thing. This article aims to describe the role of female ulama in da’wah in Islamic boarding schools. The method used is descriptive qualitative method. The results of this study indicate the role of female clerics in da’wah in Islamic boarding schools as managers, educators, teachers, motivators and uswatun hasanah.***Perempuan memiliki peran yang sama dalam berdakwah, namun masih banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan tidak terlalu berperan dalam dakwah karena perempuan yang berbicara di depan publik dinggap sebagai hal yang tabuh. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ulama perempuan dalam dakwah di pesantren. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskripsif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, peran ulama perempuan dalam dakwah di pondok pesantren sebagai manajer, pendidik, pengajar, motivator dan uswatun hasanah.Keyword : women’s roles, da’wah, pesantren.