Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GENDER TINDAK PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KA’BAH Mutia Tanseba Andani; Fathimah Nadia Qurrota A’yun
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5 No 01 (2023): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v5i01.6815

Abstract

Sexual harassment can happen anywhere even in sacred spaces. Incidents of sexual harassment experienced by Pilgrims for Hajj and Umrah during their worship are facts that surfaced and went viral on social media. This article aims to reveal the triggering factors for sexual violence and the impact experienced by victims. This study is based on online media reporting information sources with gender analysis. Data collection techniques use documents and archives without direct interviews, or primary data on reports of sexual harassment at the Kaaba in CNN and BBC Indonesia news. The results of the analysis show that sexual harassment when carrying out the rituals of the Hajj/Umrah pilgrimage can occur due to several things (1) the existence of superior gender, (2) the patriarchal system that is still attached, (3) regulations between male and female pilgrims that do not have barriers. The sexual harassment that occurred at the Kaaba left a deep psychological impact on the victims who felt insecure while praying. Keyword:Sexual Harassment, Sexual Harassment at The Kaaba, Gender, Sexual Violence Abstrak Pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja bahkan terjadi di ruang sakral. Peristiwa pelecehan seksual yang dialami oleh Jamaah Haji dan Umrah saat melakukan ibadah, adalah fakta yang mengemuka dan menjadi viral di sosial media. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap faktor pemicu kekerasan seksual dan dampak yang dialami korban. Kajian ini didasarkan pada sumber informasi pemberitaan media online dengan analisis gender. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen dan arsip tanpa wawancara langsung, atau data primer pemberitaan pelecehan seksual di Ka’bah dalam berita CNN dan BBC Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelecehan seksual saat melaksanakan ritual ibadah haji/umroh dapat terjadi karena adanya beberapa hal (1) adanya gender superior, (2) sistem patriarki yang masih melekat, (3) peraturan antara jamaah laki-laki dan perempuan yang tidak adanya pembatas. Pelecehan seksual yang terjadi di Ka’bah menyisakan dampak psikologis yang mendalam terhadap para korban yang merasa tidak aman saat beribadah. Kata Kunci: Pelecehan Seksual, Pelecehan Seksual Di Ka’bah, Gender, Kekerasan Seksual
ETIKA JOGET DANGDUT DALAM MENCEGAH AKSI PELECEHAN SEKSUAL: PERSPEKTIF ANOMIE DURKHEIM Ronald Candra; Mutia Tanseba Andani
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6 No 02 (2024): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v6i02.9757

Abstract

This research was based on a phenomenon that went viral on TikTok social media related to sexual harassment by audience members to dangdut singers while dancing. The purpose of the research was to find out how the ethical value of dangdut dancing prevents sexual harassment. This type of research is descriptive qualitative using Emile Durkheim's Anomie theory. Data was collected through informant interviews and relevant literature studies that were analyzed in depth and comprehensively. The results of the research identified 3 classifications of ethical values that must be implemented by a dangdut singer to avoid sexual harassment, namely: (1) Descriptive ethics, adjusting dance moves in accordance with the proportion and essence of the meaning of the verse (not exaggerating), (2) Normative ethics, the singer maintains her exclusivity as a professional singer, and (3) Mataetika ethics, the singer fortifies herself from the seduction or persuasion of the audience. Keywords: Ethical Values, Joget Dangdut, Sexual Harassment Abstrak Penelitian ini berangkat dari fenomena yang sedang viral di media sosial TikTok terkait aksi pelecehan seksual oknum penonton kepada biduan dangdut saat berjoget. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana nilai etika joget dangdut dalam mencegah aksi pelecehan seksual. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan mengunakan teori Anomie dari Emile Durkheim. Data dikumpulkan melalui wawancara informan serta studi pustaka relevan yang dianalisis secara mendalam serta komprehensif. Hasil penelitian teridentifikasi 3 klasifikasi nilai etika yang harus diimplementasikan seorang biduan dangdut agar terhindar dari pelecehan seksual yakni: (1) etika deskriptif, penyesuaian gerakan joget sesuai dengan proporsi dan esensi makna syair (tidak berlebihan), (2) etika normatif, biduan menjaga ekslusifitasnya sebagai seorang penyanyi yang professional, dan (3) etika mataetika, biduan membentengi diri dari aksi rayuan atau bujukan oknum penonton. Keywords: Nilai Etika, Joget Dangdut, Pelecehan Seksual