Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Aplikasi Multi Akad Produk Gadai Emas pada Perbankan dan Pegadaian Syari’ah dalam Perspektif Hukum Islam Lailatul Istiqomah
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal An-Nisbah: Perbankan Syariah
Publisher : PRODI PERBANKAN SYARIAH INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Implementasi produk di Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sejauh ini mengundang banyak perhatian khusus, perhatian tersebut lebih condong pada penerapan akad. Karena perbedaan mendasar antara LKS dengan lembaga keuangan konvensional adalah pada akad/perjanjian sebelum melakukan transaksi keuangan. Sehingga, peneliti disini bertujuan melakukan penelitian pada penerapan dari salah satu akadnya yang masih menjadi kontroversi yaitu akad produk gadai emas. Pemberlakuan multi akad dalam transaksasi modern adalah sebuah keniscayaan yang tujuannya untuk mengamalkan nilai-nilai syariat yang ada di balik akad tersebut. Ketentuan Sunnah terkait multi akad merupakan sebuah pengecualian yang tidak berlaku secara umum. Multi akad hasil modifikasi tidak dilarang selama dalam pemberlakuan akad tidak melanggar prinsip Sunnah terkait penggabungan akad. solusi yang ditawarkan dan dipaparkan untuk penyelesaian permasalahan produk “Gadai Emas’ dalam lembaga keuangan syari’ah adalah pembebanan besarnya biaya pada rahin disesuai dengan besarnya pengeluaran yang dikeluarkan untuk pemeliharaan barang yang digadaikan, biaya sewa atas tempat dan penjagaan barang yang ditetapkan di awal. Bukan dari besarnya pinjaman yang diberikan kepada nasabah.
Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Zakat Produktif Laily Maghfiroh; Lailatul Istiqomah
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2019): Al-Iqtisod: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.203 KB)

Abstract

Zakat yang diberikan kepada mustahiq diharapkan mampu berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila, dikonsumsikan pada kegiatan produktif. Pengembangan zakat bersifat produktif dengan cara dijadikannya dana zakat sebagai modal usaha, untuk pemberdayaan ekonomi penerimanya, dan supaya fakir miskin mempunyai penghasilan yang tetap, meningkatkan usaha dan dapat mengembangkan usaha agar dapat disisihkan untuk menabung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pelaksanaan zakat produktif di BAZNAS Kabupaten Sragen dan untuk mengetahui perbedaan antara pendapatan mustahiq sebelum dan setelah mendapatkan bantuan zakat produktif. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data pada pendekatan kualitatif dengan wawancara dan dokumentasi pada BAZNAS Kabupaten Sragen. Sedangkan, pendekatan kuantitatif dengan menggunakan program SPSS 17 berupa analisis Uji Beda Dua Rata-Rata untuk mengetahui perbedaan pendapatan mustahiq sebelum dan setelah didistribusikan zakat produktif. Dan hasil dari penelitian ini adalah BAZNAS Kabupaten Sragen dari hasil uji beda dua rata rata, diperoleh nilai rata-rata pendapatan sebelum mendapat zakat produktif adalah Rp 1.050.00,00 dan rata-rata setelah mendapatkan zakat Produktif adalah Rp 1.380.000,00 dengan selisih Rp 330.000,00 atau meningkat bekisar 32.4% dan didapatkan nilai signifikansi dua sisi (2-tailed) adalah 0.010 < 0.05, maka HO ditolak, yang artinya pendapatan mustahiq sebelum dan sesudah adalah berbeda.
Tinjauan Praktik Jual Beli Tanaman Tebu Taksiran dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus pada Desa Wonorejo, Singosari, Kabupaten Malang) Slamet wahyudi; Sri Mulyani; Lailatul Istiqomah
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2021): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/iqtis.v3i2.363

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menijau tentang praktek jual beli tanaman tebu dalam perspektif hukum ekonomi Islam yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif analisa yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu masalah sedetail mungkin mengenai transaksi jual beli tebu dengan sistem taksir. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dikuatkan dengan studi literatur (kepustakaan), baik berupa buku maupun jurnal ilmiah yang terkait dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa praktik akad jual beli taksiran tebu di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang sudah sesuai dengan rukun dan syarat jual beli, namun pada jual beli taksiran yang dilakukan sebelum tebu dapat dipanen maka termasuk dalam jual beli yang fasid karena mengandung unsur gharar. Sedangkan tata cara dan penentuan besaran harganya sesuai adat yang membolehkan dengan cara taksiran, mereka melakukan kesepatan harga dengan penaksiran yang sesuai dan kesepakatan bersama antara penjual dan pembeli berdasarkan pada standar harga yang berlaku di pasar secara umum. Kata Kunci: Jual Beli Taksiran, Tanaman Tebu, Perspektif Hukum Islam
Konstruksi Maqashid Syari’ah Menuju Pembangunan Berkelanjutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia: (Studi Kasus PT. Semen Indonesia, Tbk) Lailatul Istiqomah
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal An-Nisbah: Perbankan Syariah
Publisher : PRODI PERBANKAN SYARIAH INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI) SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini, ingin mengkaji kinerja perusahaan dengan menggunakan indeks maqashid syari’ah yaitu: penjagaan agama, penjagaan jiwa, penjagaan akal, penjagaan keturunan, penjagaan harta, serta kontribusi inklusif maqashid syari’ah dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan BUMN di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang terfokus pada metode deskriptif dengan pola studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan 3 teknik, yaitu: peningkatan ketekunan (melakukan pengamatan lebih cermat dan berkesinambungan), triangulasi (teknik dan sumber), penggunaan bahan referensi (melengkapi data dengan berbagai bahan pendukung). Dari hasil penelitian ini menunjukkan sebuah konstruksi konsep kinerja perusahaan BUMN berdasarkan maqashid syari’ah, meliputi: a) Penjagaan agama: kepatuhan perusahaan terhadap syari’ah, mendukung ketersediaan sarana dan terlaksananya ibadah, memotivasi karyawan dan masyarakat dalam menjalankan kewajiban syari’ah; b) Penjagaan Jiwa: peningkatan kualitas kesehatan karyawan dan masyarakat, kegiatan produksi yang ramah lingkungan, memberikan jaminan keamanan dan keselamatan karyawan, masyarakat dan konsumen, meningkatkan perhatian terhadap keluarga karyawan dan masyarakat yang kesemuanya masuk ke dalam dimensi peningkatan sumber daya insani; c) Penjagaan Akal: adanya ilmu pengetahuan terkait manajemen perusahaan seperti pengelolaan, kepemimpinan, pengawasan, dapat menjamin peningkatan ilmu dengan mendukung program pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan, pembinaan dan penyuluhan; d) Penjagaan Harta: inovasi produk, memperluas networking, efisiensi dalam pemanfaatan limbah produksi, meningkatkan program kemitraan; e)Penjagaan Keturunan: menjaga lingkungan dan mencegah eksploitasi yang merusak, mengusahakan keuntungan (profit) yang dapat dirasakan seluruh stakeholder. Dan dari konsep kinerja tersebut berkontribusi inklusif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada PT. Semen Indonesia, Tbk adalah: a) Kontribusi ekonomi: upaya mewujudkan goal SDGs ke 7, 8, 9, 12; b) kontribusi sosial: upaya mewujudkan goal SDGs ke 3, 4, 9, 11; c) kontribusi lingkungan: upaya mewujudkan goal SDGs ke 7, 13, 15.
Pemberdayaan Siswa melalui Edukasi Seni Batik Ciprat sebagai Upaya Pengembangan Industri Kreatif di SMA NU Pakis Malang Meyla Nur Vita Sari; Mohammad Yusuf Wijaya; Sri Mulyani; Mochamad Mukhlis; Mohammad Yasin; Lailatul Istiqomah
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v7i1.4940

Abstract

Perkembangan era globalisasi dan industri kreatif menuntut generasi muda memiliki keterampilan kreatif, inovatif, dan produktif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Namun, pembelajaran di lingkungan sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek teoritis sehingga pengembangan kreativitas siswa belum optimal. Selain itu, minat generasi muda terhadap budaya lokal juga mengalami penurunan akibat pengaruh modernisasi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan budaya, kreativitas, keterampilan seni, dan minat kewirausahaan siswa melalui edukasi seni batik ciprat di SMA NU Pakis Malang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan koordinasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, presentasi hasil karya, dan evaluasi kegiatan. Pendekatan partisipatif dan praktik langsung digunakan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai seni batik dan industri kreatif, meningkatnya keterampilan praktik pembuatan batik ciprat, tumbuhnya kreativitas dan rasa percaya diri siswa, serta meningkatnya minat terhadap pengembangan produk kreatif berbasis budaya lokal. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan jiwa kewirausahaan siswa sejak usia sekolah.