Claim Missing Document
Check
Articles

Passengers Satisfaction Analysis dan Aspek Ergonomis pada Bus Akas Ekonomi Rute Terminal Purabaya – Terminal Trunojoyo Sampang Nevia Rizkyning Utami; Nugroho Utomo
KERN Vol 6 No 2 (2020): Jurnal KERN: Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.685 KB) | DOI: 10.33005/kern.v6i2.34

Abstract

Dinamika perkembangan perekonomian di daerah Propinsi Jawa Timur diiringi dengan meningkatnya mobilitas penduduk pada kawasan Surabaya Metropolitan Area dan sekitarnya. Salah satu sarana transportasi yang sesuai untuk mendukung mobilitas penduduk dari Kota Surabaya ke Kota Sampang di Pulau Madura adalah bus. PO AKAS merupakan perusahaan otobus yang melayani berbagai perjalanan antar kota di Propinsi Jawa Timur yakni dari Terminal Purabaya ke Terminal Trunojoyo Sampang. Bus AKAS rute ini hanya memiliki dua kelas pelayanan, yaitu bus patas (cepat terbatas) dan ekonomi. Bus AKAS ekonomi memiliki tingkat kenyamanan yang lebih rendah daripada Bus AKAS patas, dengan tempat duduk yang tidak nyaman dan pelayanan lainnya yang kurang memberikan nilai lebih. Pada penelitian ini dilakukan Passengers Satisfaction Analysis terhadap bus AKAS ekonomi rute Terminal Purabaya - Terminal Trunojoyo Sampang, yang ditinjau dari aspek pelayanan dan aspek ergonomis dengan menggunakan perangkat Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Analisa terhadap aspek ergonomis harus sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2003. Dari hasil analisis dengan menggunakan perangkat Importance Performance Analysis (IPA), diketahui bahwa tingkat kesesuaian antara kinerja dengan kepentingan berada dalam 4 kuadran. Faktor pelayanan yang sangat mempengaruhi kepuasan penumpang terdapat pada kuadran I yaitu pembatasan jumlah penumpang dalam satu bus sebesar 56,46%, kebersihan di dalam bus sebesar 64,22% dan sirkulasi udara di dalam bus sebesar 65,25%. Berdasarkan perangkat Customer Satisfaction Index (CSI), besar tingkat kepuasan penumpang diperoleh nilai sebesar 61,88% dan terletak pada interval 51%-65% yang menunjukkan penumpang cukup puas terhadap kinerja bus AKAS ekonomi.
Studi Okupansi dan Kelayakan Tarif Operasional KRL Commuter Line Lintas Yogyakarta – Solo Balapan Davin Ryan Hafizha; Nugroho Utomo
KERN Vol 7 No 2 (2021): Jurnal KERN : Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.01 KB) | DOI: 10.33005/kern.v7i2.48

Abstract

Wilayah aglomerasi Yogyakarta-Solo merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah mobilitas orang yang tinggi karena dipengaruhi adanya daya tarik berupa bangkitan destinasi wisata, sarana pendidikan, maupun bisnis yang ada di wilayah ini. Potensi mobilitas orang menjadikan adanya perubahan layanan kereta perkotaan yaitu Kereta Api Prambanan Ekspres menjadi KRL Commuter Line. Pengoperasian KRL Commuter Line Yogyakarta–Solo dengan menambah titik pemberhentian yang belum dilayani oleh Kereta Api Prambanan Ekspres sebelumnya memiliki potensi terhadap bertambahnya okupansi penumpang. Tarif yang dikenakan kepada penumpang KRL Commuter Line Yogyakarta-Solo sama dengan layanan Kereta Api Prambanan Ekspres yaitu berupa sistem dengan tarif flat. Hal ini berbeda dengan tarif yang diterapkan pada basis layanan commuter line di KRL Jabodetabek yang beracuan pada jarak yang ditempuh pengguna atau disebut dengan sistem tarif progresif. Hasil analisis pada penelitian ini diperoleh bahwa okupansi Kereta Api Prambanan Ekspres pada periode tahun 2016 hingga 2020 yaitu sebesar 90,15%. Sementara itu, KRL Commuter Line Yogyakarta-Solo yang beroperasi pada masa pandemi dengan periode tinjauan tanggal 10 Februari sampai 4 April 2021 diperoleh nilai okupansi sebesar 60,11% dengan nilai pertambahan okupansi pengaruh dari 4 stasiun pemberhentian baru sebesar 4,38%. Pada analisis kelayakan tarif dengan metode ability to pay diperoleh nilai sebesar Rp11.098,00 (tarif eksisting < tarif ATP) dan analisis dengan metode willingness to pay diperoleh nilai sebesar Rp8.790,00 (tarif eksisting < tarif WTP). Tarif eksisting yang berlaku ditinjau dari ability to pay maupun willingness to pay sudah sesuai dengan kemampuan dan kesediaan responden. Selanjutnya, skema penerapan tarif progresif diperoleh tarif maksimal sebesar Rp7.000,00 (tarif progresif < tarif WTP) sehingga apabila diterapkan, tarif progresif juga masih sesuai dengan kesediaan membayar responden.
Evaluasi Kinerja Gardu Tol pada Gerbang Exit Tol Waru Utama Khoirus Syahira; Nugroho Utomo
KERN Vol 8 No 1 (2022): Jurnal KERN: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.511 KB) | DOI: 10.33005/kern.v8i1.77

Abstract

Jalan tol dapat diakses dengan membayar tol yang telah ditentukan sesuai golongan kendaraan yang dipebolehkan melintas. Namun, proses pembayaran tol menjadi salah satu penyebab antrian yang terjadi di gerbang tol dan bisa menyebabkan kemacetan. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah antrian di Gerbang Exit Tol Waru Utama. Gerbang Exit Tol Waru Utama merupakan bagian dari ruas jalan Tol Surabaya-Gempol, memiliki 10 gardu tol, 7 gardu merupakan exit dari arah Gempol dengan pola pelayanan tunggal (Single Channel) dan 3 gardu dari arah Tanjung Perak tanpa transaksi. Gerbang tol ini mengalami antrian kendaraan lebih dari 1 kilometer pada jam puncak. Analisis yang dilakukan adalah analisis komponen antrian (tingkat kedatangan (????), tingkat keberangkatan (????), dan waktu pelayanan) menggunakan metode M/M/N. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 14-20 desember 2020 adalah pada tanggal 14 Desember sesi pagi di gardu 2, 4, 12 counter pembayaran menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 4 menjadi 2 server, pada 15 Desember sesi pagi di gardu 2 menjadi 2 server dan di gardu 8 menjadi 3 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server, pada 16 Desember sesi pagi di gardu 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 12 menjadi 3 server, pada 17 Desember sesi pagi di gardu 4 dan 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server. Hasil ini dipertimbangkan dengan tingkat keberangkatan dan waktu pelayanan kendaraan yang menghasilkan penambahan server dilakukan pada gardu 16 dan gardu 2.
MODEL PEMILIHAN RUTE BUS JAYA UTAMA DAN BUS SUGENG RAHAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBEBANAN BERTAHAP (STUDI KASUS: TERMINAL PURABAYA - TERMINAL TERBOYO) Fauzan Rokhimi; Nugroho Utomo; Ibnu Sholichin
Journal of Civil Engineering Science and Technology (CI-TECH) Vol. 3 No. 01 (2022): April 2022
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL - UPN "VETERAN" JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ci-tech.v3i01.49

Abstract

Pattern of interaction that occurs between the City of Surabaya and the City of Semarang is not only limited to economic factors but more than that the pattern of interaction takes place in all aspects of human life. People who are outside the Semarang City area will try to choose the fastest route from several routes that connect between the zones of origin to Semarang City. This research was conducted based on the factors that influence the process of selecting travel routes from the city of Surabaya to the city of Semarang using the inter-city inter-provincial bus (AKAP) public transportation. This study uses a gradual loading method because this method can be used to determine the relationship between traffic flow and vehicle travel time, not depending on the assumptions of road users and the characteristics of the road network. The results of simple linear regression analysis, obtained a flow-cost relationship model on route A (Terminal Purabaya - Nganjuk - Ngawi - Solo - Ungaran - Terminal Terboyo) the form of the equation is YA = 48.937 + 0.022X. While the flow-cost relationship model on route B (Terminal Purabaya - Gresik - Lamongan - Tuban - Rembang - Kudus - Terminal Terboyo) the form of the equation is YB = 36,822 + 0.034X. The coefficient of determination (R2) on route A is 0.6 and on route B the result is 0.4. The final result of loading the travel route with a uniform loading fraction of 5% obtained a Wardrop balance convergence value of 0.003. Keywords: simple linear regression analysis, stepwise loading method, travel route selection.
PENANGANAN SAMPAH DI BANDAR UDARA MENURUT STANDAR FAA (FEDERAL AVIATION ADMINISTRATION) Nugroho Utomo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 11 No 2 (2019): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.714 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.11

Abstract

Pengelolaan sampah di bandar udara sekarang ini dipandang sebagai suatu permasalahan lingkungan yang kritis dan menjadi hal yang sangat istimewa berkenaan dengan kenaikan jumlah penumpang secara signifikan berpengaruh terhadap volume sampah yang dihasilkan. FAA (Federal Aviation Administration) bersama EPA (Environmental Protection Agency) telah memberikan prosedur standar dalam menangani permasalahan sampah di fasilitas bandar udara. Pada prosedur ini dijelaskan secara spesifik tentang hal yang harus dipersiapkan dalam menangani sampah yang dihasilkan dari bandar udara baik pada sisi darat (landside) dan sisi udara (airside), yakni: i).Identifikasi terhadap sampah yang dapat dan tidak dapat ditangani secara langsung, ii). Lokasi-lokasi di area bandar udara yang berpotensi menghasilkan sampah terbesar, iii). Jenis sampah yang dihasilkan dari lokasi dalam bandar udara termasuk sampah kertas, plastik dan sebagainya, iv). Kuantitas atau jumlah sampah yang dihasilkan dari area kegiatan di dalam bandar udara, v). Identifikasi terhadap jenis sampah mana yang dapat dilakukan proses daur ulang (recycle), penggunaan kembali (reuse) dan pengurangan jenis sampah (reduce).
Modal Choice Probability Study from Bus to Train At Jombang – Babat Railway Line Reactivation Design Nugroho Utomo; Fithri Estikhamah
Journal of Civil Engineering Science and Technology (CI-TECH) Vol. 3 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL - UPN "VETERAN" JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ci-tech.v3i2.64

Abstract

Currently, the transportation mode which connects Jombang City to Babat City in Lamongan Regency on trip is still using bus. This current transportation mode is under appropriated to serving passengers because there are lack of comfortable, unclean, and long headway time approximately 2 – 3 hours for a same routes. Based on these problems, research about intermodal transportation and modal choice probability is suitable. Intermodal transport is designed to revitalize train routes from Jombang to Babat City. A modal choice probability study obtains the number of predicted passengers which can be switched from the existing transportation mode (bus) to the designed transportation mode (train) by using the Stated Preference method. By creating intermodal transportation, obtained train circulation time plan was 303,49 minutes, the headway time plan was 118,6 minutes, the rolling stock plan requirements are three sets of trains and the ticket price plan is IDR 11.500/passenger. According to the difference between train and bus ticket price when the price of train ticket is lower than bus the result of modal choice probability is 0,88. According to the difference between train and bus travel time when train travel time is faster by 42 minutes than bus the result is 0,87. Then due to departure frequency between train and bus when the number of train departures is more thanfive times per day, the probability analysis results is 0,83.
Studi Pemilihan Moda Transportasi Kereta Api Ekonomi Lokal Kertosono Dan Kereta Api Dhoho (Rute Surabaya – Kertosono) Leny Jely Anggraini; Nugroho Utomo
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 6 No. 1: March 2023
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v6i1.5007

Abstract

In Indonesia, services in the transportation sector are one of the things that must be considered. Transportation services and regulations will change over time. One example of proof of service changes, especially in this pandemic era, can be shown by PT. Indonesian Railways, which has implemented all trains using AC facilities, has restricted visitors from entering stations, implemented health protocols, and brought order to street vendors. From these changes, each mode of transportation, especially the local Economy Train Kertosono and Dhoho Train, has different characteristics in terms of travel time, fares, departure times, and others. Travelers will always have their own choice of transportation mode. To find out the probability value of the selected transportation mode, it is necessary to conduct a survey of the factors that will be reviewed by travelers who use the Kertosono Local Economy Railway and Dhoho Railway to Surabaya – Kertosono transportation modes by distributing questionnaires and using the Stated Preference method. Based on the results of research regarding the selection of transportation modes between the Kertosono Local Economy Train and the Dhoho Train which were analyzed using the Microsoft Excel program, significant results were obtained on the magnitude of the probability value of choosing a mode of transportation based on the difference in ticket prices of Rp. 2,000,- then the probability value of PKAD is 0.63 and the probability value of PKAE is 0.37. While the value of the probability of choosing a transportation mode based on the difference in travel time is -7, the probability value of PKAD is 0.65 and the probability value of PKAE is 0.35.
PENGGUNAAN LIMBAH SERBUK BESI SEBAGAI MATERIAL PENGISI (FILLER) PADA CAMPURAN STRUKTUR PERKERASAN JALAN KOLEKTOR PONCO – JATIROGO (STA.130+200 – STA.138+700) Nugroho Utomo; Iwan Wahjudijanto; Fitri Sri Rizki Yasin
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam usaha peningkatan kekuatan struktur jalan sekaligus untuk menangani limbah serbuk besi, yakni dengan memanfaatkannya sebagai material pengisi (filler) dalam perencanaan campuran pada struktur perkerasan di ruas Jalan Ponco – Jatirogo (STA.130+200 – STA.138+700). Penambahan filler serbuk besi pada penelitian ini diberikan dengan kadar variasi 0%, 12%, 17%, 22%, dan 27% dari berat total campuran berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 6 Tahun 2010 (Revisi 3) tentang ketentuan penggunaan material pengisi (filler) pada campuran perkerasan jalan. Hasil pengujian Marshall pada campuran aspal dengan variasi material filler dari limbah serbuk besi paling baik dan memenuhi syarat Spesifikasi Umum Bina Marga diperoleh pada kadar filler 22% dengan waktu rendaman 1 jam, yakni dengan nilai VMA (Void in Mineral Aggregate) 67,93%, nilai VFA (Void Filled with Aggregate) 92,91%, nilai VIM (Void In Mix) 4,82%, nilai stabilitas 1371,6 kg, nilai Flow 4,77 mm dan nilai Marshall Quotient (MQ) 288,93 kg/mm.
PENANGANAN SAMPAH DI BANDAR UDARA MENURUT STANDAR FAA (FEDERAL AVIATION ADMINISTRATION) Nugroho Utomo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di bandar udara sekarang ini dipandang sebagai suatu permasalahan lingkungan yang kritis dan menjadi hal yang sangat istimewa berkenaan dengan kenaikan jumlah penumpang secara signifikan berpengaruh terhadap volume sampah yang dihasilkan. FAA (Federal Aviation Administration) bersama EPA (Environmental Protection Agency) telah memberikan prosedur standar dalam menangani permasalahan sampah di fasilitas bandar udara. Pada prosedur ini dijelaskan secara spesifik tentang hal yang harus dipersiapkan dalam menangani sampah yang dihasilkan dari bandar udara baik pada sisi darat (landside) dan sisi udara (airside), yakni: i).Identifikasi terhadap sampah yang dapat dan tidak dapat ditangani secara langsung, ii). Lokasi-lokasi di area bandar udara yang berpotensi menghasilkan sampah terbesar, iii). Jenis sampah yang dihasilkan dari lokasi dalam bandar udara termasuk sampah kertas, plastik dan sebagainya, iv). Kuantitas atau jumlah sampah yang dihasilkan dari area kegiatan di dalam bandar udara, v). Identifikasi terhadap jenis sampah mana yang dapat dilakukan proses daur ulang (recycle), penggunaan kembali (reuse) dan pengurangan jenis sampah (reduce).
Analisis Tingkat Kepuasan Penumpang Terhadap Pelayanan Bus Damri Trayek Ploso-Plandaan-Kabuh Dengan Analisis Supply And Demand Achmad Bastomy Ibrahim; Nugroho Utomo; Fithri Estikhamah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3547

Abstract

Kabupaten Jombang, terutama Kecamatan Ploso di wilayah utara Sungai Brantas, merupakan pusat perekonomian dan perdagangan yang menarik minat pengusaha dan investor untuk membangun perusahaan baru di sana. Pemerintah Kabupaten Jombang mengoperasikan Bus Damri dengan trayek Ploso-Plandaan-Kabuh untuk mendukung mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Namun, terdapat masalah yaitu sepinya penumpang pada Bus Damri Trayek Ploso-Plandaan-Kabuh diindikasikan karena kurangnya kebersihan yang diterapkan pada Bus Damri serta keterlambatan Bus Damri dengan rencana waktu yang telah dijadwalkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan penumpang terhadap kinerja pelayanan Bus Damri Trayek Ploso-Plandaan-Kabuh menggunakan metode Supply and Demand dengan fokus pada kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu. Data akan dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada penumpang. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis menunjukkan bahwa pelayanan Bus Damri Trayek Ploso-Plandaan-Kabuh secara umum mencerminkan tingkat kepuasan atau kualitas pelayanan yang cukup baik, dengan atribut pelayanan mendapatkan nilai " cukup memuaskan". Hasil analisis supply and demand menunjukkan bahwa beberapa elemen yang kurang memenuhi kualitas pelayanan dengan nilai selisih lebih dari 1 (satu) yang mengindikasikan bahwa memang benar pelayanan Bus damri Trayek Ploso-Plandaan-Kabuh belum memenuhi harapan penumpang.