Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGGUNAAN LIMBAH SERBUK BESI SEBAGAI MATERIAL PENGISI (FILLER) PADA CAMPURAN STRUKTUR PERKERASAN JALAN KOLEKTOR PONCO – JATIROGO (STA.130+200 – STA.138+700) Nugroho Utomo; Iwan Wahjudijanto; Fitri Sri Rizki Yasin
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam usaha peningkatan kekuatan struktur jalan sekaligus untuk menangani limbah serbuk besi, yakni dengan memanfaatkannya sebagai material pengisi (filler) dalam perencanaan campuran pada struktur perkerasan di ruas Jalan Ponco – Jatirogo (STA.130+200 – STA.138+700). Penambahan filler serbuk besi pada penelitian ini diberikan dengan kadar variasi 0%, 12%, 17%, 22%, dan 27% dari berat total campuran berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 6 Tahun 2010 (Revisi 3) tentang ketentuan penggunaan material pengisi (filler) pada campuran perkerasan jalan. Hasil pengujian Marshall pada campuran aspal dengan variasi material filler dari limbah serbuk besi paling baik dan memenuhi syarat Spesifikasi Umum Bina Marga diperoleh pada kadar filler 22% dengan waktu rendaman 1 jam, yakni dengan nilai VMA (Void in Mineral Aggregate) 67,93%, nilai VFA (Void Filled with Aggregate) 92,91%, nilai VIM (Void In Mix) 4,82%, nilai stabilitas 1371,6 kg, nilai Flow 4,77 mm dan nilai Marshall Quotient (MQ) 288,93 kg/mm.
PENANGANAN SAMPAH DI BANDAR UDARA MENURUT STANDAR FAA (FEDERAL AVIATION ADMINISTRATION) Nugroho Utomo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di bandar udara sekarang ini dipandang sebagai suatu permasalahan lingkungan yang kritis dan menjadi hal yang sangat istimewa berkenaan dengan kenaikan jumlah penumpang secara signifikan berpengaruh terhadap volume sampah yang dihasilkan. FAA (Federal Aviation Administration) bersama EPA (Environmental Protection Agency) telah memberikan prosedur standar dalam menangani permasalahan sampah di fasilitas bandar udara. Pada prosedur ini dijelaskan secara spesifik tentang hal yang harus dipersiapkan dalam menangani sampah yang dihasilkan dari bandar udara baik pada sisi darat (landside) dan sisi udara (airside), yakni: i).Identifikasi terhadap sampah yang dapat dan tidak dapat ditangani secara langsung, ii). Lokasi-lokasi di area bandar udara yang berpotensi menghasilkan sampah terbesar, iii). Jenis sampah yang dihasilkan dari lokasi dalam bandar udara termasuk sampah kertas, plastik dan sebagainya, iv). Kuantitas atau jumlah sampah yang dihasilkan dari area kegiatan di dalam bandar udara, v). Identifikasi terhadap jenis sampah mana yang dapat dilakukan proses daur ulang (recycle), penggunaan kembali (reuse) dan pengurangan jenis sampah (reduce).
PENANGANAN SAMPAH DI BANDAR UDARA MENURUT STANDAR FAA (FEDERAL AVIATION ADMINISTRATION) Nugroho Utomo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.11

Abstract

Pengelolaan sampah di bandar udara sekarang ini dipandang sebagai suatu permasalahan lingkungan yang kritis dan menjadi hal yang sangat istimewa berkenaan dengan kenaikan jumlah penumpang secara signifikan berpengaruh terhadap volume sampah yang dihasilkan. FAA (Federal Aviation Administration) bersama EPA (Environmental Protection Agency) telah memberikan prosedur standar dalam menangani permasalahan sampah di fasilitas bandar udara. Pada prosedur ini dijelaskan secara spesifik tentang hal yang harus dipersiapkan dalam menangani sampah yang dihasilkan dari bandar udara baik pada sisi darat (landside) dan sisi udara (airside), yakni: i).Identifikasi terhadap sampah yang dapat dan tidak dapat ditangani secara langsung, ii). Lokasi-lokasi di area bandar udara yang berpotensi menghasilkan sampah terbesar, iii). Jenis sampah yang dihasilkan dari lokasi dalam bandar udara termasuk sampah kertas, plastik dan sebagainya, iv). Kuantitas atau jumlah sampah yang dihasilkan dari area kegiatan di dalam bandar udara, v). Identifikasi terhadap jenis sampah mana yang dapat dilakukan proses daur ulang (recycle), penggunaan kembali (reuse) dan pengurangan jenis sampah (reduce).