Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Perawatan Luka Amputasi Metode Moist Wound Healing (Metcovasin) Sudiarto Sudiarto; Eko Julianto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2280

Abstract

Amputasi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh anggota tubuh akibat trauma, infeksi, gangguan vaskular, maupun komplikasi penyakit kronis seperti diabetes melitus. Perawatan luka pasca amputasi yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan, mencegah infeksi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam perawatan luka modern adalah metode moist wound healing menggunakan balutan Metcovasin, yang berfungsi menjaga kelembapan luka sehingga mendukung proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan perawatan luka amputasi menggunakan metode moist wound healing (Metcovasin) serta perkembangan kondisi luka selama periode perawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah pasien dengan luka amputasi yang menjalani perawatan menggunakan metode moist wound healing (Metcovasin). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi luka menggunakan instrumen pengkajian luka Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), dokumentasi keperawatan, serta evaluasi perkembangan luka selama proses perawatan. Data disajikan dalam bentuk naratif dan deskriptif. Hasil perawatan luka menunjukan penurunan score BJWAT yaitu dari 40 menjadi 14. Perawatan luka amputasi pada Nn. N setiap dua hari sekali selama tiga bulan menggunakan metode moist wound healing (metcovazine regular) dapat membantu penyembuhan luka.
Pemanfaatan Jus Semangka Merah (Citrullus vulgaris rubrum) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Faradila Sri Ardhya Garini; Dwi Astuti; Eko Julianto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis menggunakan bahan alami yang aman dan mudah diakses, salah satunya adalah semangka merah (Citrullus vulgaris rubrum). Semangka merah mengandung likopen, kalium, L-citrulline, dan vitamin C yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan jus semangka merah dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu responden penderita hipertensi derajat I. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus semangka merah sebanyak 300 gram per hari selama tujuh hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan dua jam setelah intervensi setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap dari hari pertama hingga hari ketujuh, dengan tekanan darah awal 157/95 mmHg menurun menjadi 129/82 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,86 mmHg dan diastolik sebesar 1,00 mmHg, serta tidak ditemukan efek samping selama pemberian intervensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jus semangka merah berpotensi digunakan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.