Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

LITERATURE REVIEW PENGARUH TEKNIK PURSED LIPS BREATHING TERHADAP TINGKAT SESAK NAPAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) Kariresa Winanti Timur; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i1.141

Abstract

Latar belakang : Penyakit Paru Obstruksi Kronis merupakan penyakit kronik pada paru-paru yang menghambat saluran nafas dan menyebabkan gas CO2 banyak yang terperangkap, sehingga mengakibatkan penderita sesak nafas. WHO tahun 2017, melaporkan banyaknya penderita PPOK mencapai 251 juta jiwa didunia dan diperkirakan 3,17 juta jiwa meninggal akibat penyakit ini. Penyakit ini menjadi salah satu dari penyakit umum yang banyak terjadi pada kalangan masyarakat. Penatalaksanaan PPOK ini dapat dilakukan dengan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologisnya yaitu dengan cara melakukan teknik pursed lip breathing (PLB). Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh teknik pursed lips breathing terhadap penurunan tingkat sesak napas pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Hasil : Pada jurnal I setelah diberikan intervensi PLB terdapat penurunan tingkat sesak napas menjadi sesak napas ringan sebanyak 6 orang. Dan pada jurnal II setelah diberikan intervensi terdapat penurunan derajat sesak napas menjadi ringan sebanyak 10 orang. Pada jurnal III setelah diberikan intervensi terdapat penurunan rata-rata min dan max respiratory rate menjadi 18 dan 24. Hal ini dikarenakan teknik PLB dapat membantu penderita PPOK mengosongkan udara dalam paru-paru dan memperlambat laju pernapasan pasien. Teknik ini mengubah pernapasan dari yang dangkal dan cepat berubah menjadi pernapasan yang dalam dan lambat. Kesimpulan : Adanya pengaruh signifikan teknik pursed lips breathing terhadap penurunan tingkat sesak napas atau RR dan bahkan menaikkan SpO2 pada pasien PPOK. Kata Kunci: Pursed Lips Breathing, Sesak Napas, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Penerapan Pemberian Minyak Zaitun (Olive Oil) terhadap Ruam Popok Bayi E Usia 12 Bulan di Wilayah Kecamatan Kemangkon Mardita Revina Dewi; Dwi Astuti; Priyatin Sulistyowati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v6i1.1435

Abstract

Ruam popok merupakan salah satu gangguan kulit yang umum terjadi pada bayi, ditandai dengan kemerahan, iritasi, dan rasa tidak nyaman di area yang tertutup popok. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, dan berisiko berkembang menjadi infeksi sekunder jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun terhadap penurunan tingkat keparahan ruam popok bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu bayi perempuan di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan adanya penurunan tingkat keparahan ruam popok dari skor 2,0 (sedang) menjadi 0,5 (sangat ringan) berdasarkan parameter DDGS. Intervensi dilakukan selama 5 hari, dua kali sehari (pagi dan sore) dengan mengoleskan minyak zaitun pada area ruam popok. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian minyak zaitun secara teratur selama 5 hari menunjukkan dampak positif terhadap penurunan tingkat keparahan ruam popok. Pendekatan ini dapat menjadi salah satu pilihan perawatan alami yang aman dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.
APLIKASI MODERN DRESSING: HYDROGEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIK Dwi Astuti; Khoirun Henny Hidayah; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.373

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Purbalingga mencatat pada tahun 2022 jumlah penderita DM mencapai 13.114. Dari banyaknya penderita diabetes, tidak sedikit yang mengalami komplikasi seperti adanya luka pada kaki. Ulkus diabetik ini memerlukan perawatan secara khusus, yang bertujuan agar luka cepat sembuh dan tidak infeksi. Jenis perawatan yang sering digunakan yaitu modern dressing , yang menggunakan prinsip “ moisture balance ”. Salah satu jenis modern dressing yang sering digunakan adalah hydrogel . Sifat dari hydrogel yang tetap menjadi gel selama 72 jam ini dapat mempercepat proses granulasi karena kelembaban luka tetap terjaga. Tujuan: Untuk menggambarkan aplikasi modern dressing:hydrogel terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan tabel. Dengan menggunakan lembar wawancara, lembar observasi bates Jensen dan studi dokumentasi.  Hasil: Hasil studi kasus yaitu skoring pada luka mengalami penurunan sebanyak 9 poin yaitu hari 32 menjadi 23, dengan perawatan 3 hari sekali selama 12 hari. Kesimpulan: Perawatan luka pada pasien ulkus diabetik menggunakan modern dressing:hydrogel dapat mempercepat granulasi jaringan.     Kata Kunci : Hidrogel , Modern Dressing, Perawatan Luka, Ulkus Diabetik
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM Maya Atsfiatun; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.382

Abstract

Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang mengalami diabetes ada 19,5 juta individu. Diabetes melitus yaitu adanya gangguan pada sistem metabolisme ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah luka karena adanya penyumbatan  pada pembuluh darah. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita ulkus diabetik yakni perawatan luka dengan  aloe vera gel. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan perawatan  luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan  aloe vera gel. Instrument studi kasus yang digunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Instrument pengkajian luka menggunakan lembar observasi luka winner scale. Perawatan luka dengan  aloe vera gel dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali. Hasil perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum yang dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali didapatkan kesimpulan berupa terdapat adanya penurunan skor pengkajian luka pada luka A terdapat penurunan sebanyak 15 yakni dari skor awal 25 menjadi 10 dan luka B penurunan sebanyak 12 dari skor awal 29 menjadi 17 di skor akhir. Hal tersebut terbukti bahwa  aloe vera gel  efektif dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum. Kesimpulan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan  ulkus diabetikum terbukti efektif membantu penyembuhan luka.  
GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERDAHAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SIDAKANGEN KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA Indah Micty Salsabila; Dwi Astuti; Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.385

Abstract

Hipertensi adalah suatu masalah pada kesehatan yang harus diperhatikan sebab angka yang terdapat pada prevalensinya cukup tinggi dan dapat berakibat pada jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan. Tidak jarang penderita hipertensi menurunkan tekanan darah dengan cara mengonsumsi jus mentimun. Mentimun mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti kalium, yang bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.Menggambarkan pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi di Desa Sidakangen Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari implementasi yang telah dilakukan hasil pengukuran tekanan darah terdapat penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penurunan tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi dengan cara pemberian jus mentimun. Nilai pre 198 / 117 mmHg dan nilai post 135 / 95 mmHg.  
PENGGUNAAN EKSTRAK BUBUK KUNYIT PADA NY.P DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA KLAHANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Miftah Setiani; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.401

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak menular dan menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia sebanyak 63,5%. Dalam proses penyembuhan luka ini terdapat 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor dari luar yang dapat digunakan sebagai penyembuhan luka yaitu dengan irigasi luka digunakan larutan fisiologis dan menggunakan obat alami. Dalam hal ini, masyarakat banyak menggunakan obat alami guna menyembuhkan luka yaitu kunyit (Curcuma longa). Kunyit memiliki kandungan senyawa yang utama yaitu minyak atsiri dan kurkuminoid. Tujuan: untuk menggambarkan Penggunaan Ekstrak Bubuk Kunyit Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil: Bahwa perawatan luka menggunakan bubuk kunyit efektif dalam penyembuhan luka Diabetes Melitus Tipe II. Dalam hal ini dapat dibuktikan dengan skor awal perawatan ke-1 23 kemudian perawatan luka ke-7 dengan skor 13. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan Bubuk Kunyit efektif dalam penyembuhan luka Diabes Melitus.
EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN NACL 0,9% PADA Ny.P IBU POST PARTUM NORMAL PRIMIPARA DENGAN INDIKASI RUPTURE PERINEUM DI DESA KALIGONDANG Niken Risma Astika; Priyatin Sulistiowati; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.434

Abstract

On a world scale, the main cause of high maternal mortality is post-partum infection. Of the 500 million incidents of postpartum infections, there are 75,000 deaths, in Purbalingga the incidence of perineal infections will reach 5.7% in 2023. One of the factors is the high rate of postpartum infections, namely low knowledge about infection prevention. One effective management is perineal wound care using NaCl 0.9%. This study aims to determine the effectiveness of wound treatment using 0.9% NaCl in normal primiparous post partum mothers with indications of perineal rupture in Kejobong Village. This research uses a qualitative method with a case study approach. After treating the wound twice for 3 days using 0.9% NaCl, it was found that the wound looked better and there were no signs of infection as indicated by a decrease in the REEDA score from 11 categories of unhealed wounds to 2 categories of moderate wounds. This is supported by cleanliness of the wound area and choosing the right food. Wound treatment using 0.9% NaCl is effective for healing perineal ruptures.
GAMBARAN PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM GRADE II MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING (METCOVAZINE REGULER) PADA Tn. M DI DESA KUTAWULUH KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA Rizka Hidayati; Sudiarto; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.454

Abstract

Latar belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus. Setiap tahun penderita ulkus diabetikum mencapai 2% dan 5-7.5 % lainnya mengalami neuropati perifer. Kondisi ini perlu diperhatikan untuk mengurangi terjadinya kejadian amputasi. Salah satu penatalaksanaan yang efektif yaitu dengan perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari penerapan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) pada proses penyembuhan ulkus diabetikum grade II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah melakukan perawatan luka 3 hari sekali selama 2 minggu menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) didapatkan bahwa kondisi luka semakin membaik dengan penurunan skor dari 25 menjadi 18. Hal ini didukung oleh pemilihan dressing tersier serta terjaganya kelembaban luka. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) efektif untuk penyembuhan ulkus diabetikum grade II.
GAMBARAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SALAM UNTUK MENURUNKAN ASAM URAT PADA Tn. R DENGAN GOUT ARTHRITIS DI DESA DATAR KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS Miftah Hermansyah; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.465

Abstract

Latar Belakang : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa angka kejadian arthritis gout adalah sekitar 1% sampai 4% pada populasi umum. Di beberapa negara, prevalensinya dapat meningkat hingga 10% pada pria dan 6% pada wanita berusia di atas 80 tahun. Insiden gout tahunan adalah 2,68 per 1000 orang. Asam urat adalah suatu penyakit yang penyababnya dikarenakan tidak normalnya metabolisme purin (hiperurisemia). Gejala khas penyakit asam urat adalah nyeri sendi yang menyebabkan peradangan pada sendi. Tanaman salam merupakan tanaman obat yang bekerja mengatasi hiperurisemia untuk menurunkan kadar asam urat. Kandungan pada daun salam antara lain tanin, alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri. Tujuan : Menggambarkan pemberian rebusan daun salam untuk menurunkan asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil : Setelah 7 hari pertemuan, kadar asam urat pasien menurun dari 8,8 mg/dl menjadi 8,6 mg/dl. Kesimpulan : Pemberian rebusan daun salam dapat menurunkan asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Kata kunci: Daun Salam; Gout Arthritis;  Lansia
THE EFFECT OF INHALATION OF CITRUS LEMON AROMATHERAPY ON THE DEGREE OF NAUSEA AND VOMITING IN PREGNANT WOMEN IN TRIMESTER I Fadhila Destya Fatmawati; Priyatin Sulistyowati; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.734

Abstract

Background: Pregnancy is a process of fertilization between spermatozoa and ovum, followed by implantation or nidation. During the first trimester of pregnancy, pregnant women usually experience discomfort such as nausea and vomiting. About 50-80% of pregnant women experience nausea and vomiting in early pregnancy, typically between 6-12 weeks of gestation, due to gastrointestinal and psychological distress. One therapy to reduce the discomfort of nausea and vomiting during pregnancy is the use of citrus lemon aromatherapy. Purpose: This study aims to determine the effect of inhaling citrus lemon aromatherapy on the degree of nausea and vomiting (emesis gravidarum) in pregnant women during the first trimester. Methods: This paper uses a type of qualitative research whit a case study design. Results: The results of the nursing implementation stated that after the administration of citrus lemon aromatherapy inhalation, there was a decrease in the PUQE-24 score, namely from the category of moderate nausea and vomiting with a score of 12 to no nausea and vomiting with a score of 3. Conclusion: The effect of inhaling citrus lemon aromatherapy on the degree of nausea and vomiting (emesis gravidarum) in pregnant women during the first trimester is quite effective in helping to reduce nausea and vomiting in pregnant women.