Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN MOBILISASI DINI PADA NY. N DENGAN POST SC DI RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Firman Arif Fadilah; Eko Sari Ajiningtyas; Dwi Astuti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 9 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea is a medical procedure that is needed to assist in childbirth with certain indications, both due to maternal health problems and the condition of the fetus. Post SC early mobilization is an activity of the mother or activities carried out by the mother immediately after the SC delivery process. Mobilization exercises aim to make the patient able to concentrate or focus his mind on the movements being performed rather than the pain experienced. Purpose of the study is to describe early mobilization nursing care for post sc mothers. This study used a case study method with respondents giving birth with sc. Using 3 instruments, namely observation sheets, interview sheets and the Gordon assessment format. This research was carried out in Kutabawa Village for 3 days. After 3 days of action, the client can carry out early mobilization independently. Early mobilization that the author has taught clients can speed up the recovery process in post sc mothers.
PEMBERIAN KOMPRES DINGIN PADA NY. A DENGAN KETIDAKNYAMANAN NYERI LUKA PERINEUM DI PKD TLAHAB LOR Barkah Ruliyanto Ruliyanto; Eko Sari Ajiningtyas; Dwi Astuti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 9 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The incidence of perineal injuries from WHO (World Health Organization) data in mothers giving birth in the world there are 2.7 million cases, where this figure is expected to reach 6.3 million in 2050. The results of a preliminary study conducted on October 28, 2022, at the Health Center Karangreja obtained data from 234 mothers giving birth, and from January to September 2022, it was found that 47 of them came from the village of Tlahab Lor. Cold compresses, or cold therapy, are a physical therapy modality that uses the physical properties of cold to treat various conditions, including perineal wound pain. To determine the effectiveness of giving cold compresses to postpartum mothers with perineal wound discomfort. This study used a case study method with respondents giving birth to perineal wounds on day 2. Using three instruments, namely observation sheets, interview sheets, and the Gordon assessment format, This research was conducted in Tlahab Lor Village for 3 days, from April 30 to May 2, 2023. After 3 days of action, the perineal wound pain was reduced. The pain scale before the cold compress was 6, but after being given a cold compress, it was 2. Applying cold compresses to mothers with perineal wounds is effective in reducing pain and discomfort.
LITERATURE REVIEW PENGARUH TEKNIK PURSED LIPS BREATHING TERHADAP TINGKAT SESAK NAPAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) Kariresa Winanti Timur; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v6i1.141

Abstract

Latar belakang : Penyakit Paru Obstruksi Kronis merupakan penyakit kronik pada paru-paru yang menghambat saluran nafas dan menyebabkan gas CO2 banyak yang terperangkap, sehingga mengakibatkan penderita sesak nafas. WHO tahun 2017, melaporkan banyaknya penderita PPOK mencapai 251 juta jiwa didunia dan diperkirakan 3,17 juta jiwa meninggal akibat penyakit ini. Penyakit ini menjadi salah satu dari penyakit umum yang banyak terjadi pada kalangan masyarakat. Penatalaksanaan PPOK ini dapat dilakukan dengan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologisnya yaitu dengan cara melakukan teknik pursed lip breathing (PLB). Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh teknik pursed lips breathing terhadap penurunan tingkat sesak napas pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Hasil : Pada jurnal I setelah diberikan intervensi PLB terdapat penurunan tingkat sesak napas menjadi sesak napas ringan sebanyak 6 orang. Dan pada jurnal II setelah diberikan intervensi terdapat penurunan derajat sesak napas menjadi ringan sebanyak 10 orang. Pada jurnal III setelah diberikan intervensi terdapat penurunan rata-rata min dan max respiratory rate menjadi 18 dan 24. Hal ini dikarenakan teknik PLB dapat membantu penderita PPOK mengosongkan udara dalam paru-paru dan memperlambat laju pernapasan pasien. Teknik ini mengubah pernapasan dari yang dangkal dan cepat berubah menjadi pernapasan yang dalam dan lambat. Kesimpulan : Adanya pengaruh signifikan teknik pursed lips breathing terhadap penurunan tingkat sesak napas atau RR dan bahkan menaikkan SpO2 pada pasien PPOK. Kata Kunci: Pursed Lips Breathing, Sesak Napas, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Penerapan Pemberian Minyak Zaitun (Olive Oil) terhadap Ruam Popok Bayi E Usia 12 Bulan di Wilayah Kecamatan Kemangkon Mardita Revina Dewi; Dwi Astuti; Priyatin Sulistyowati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/e6ewz496

Abstract

Ruam popok merupakan salah satu gangguan kulit yang umum terjadi pada bayi, ditandai dengan kemerahan, iritasi, dan rasa tidak nyaman di area yang tertutup popok. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, dan berisiko berkembang menjadi infeksi sekunder jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun terhadap penurunan tingkat keparahan ruam popok bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu bayi perempuan di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan adanya penurunan tingkat keparahan ruam popok dari skor 2,0 (sedang) menjadi 0,5 (sangat ringan) berdasarkan parameter DDGS. Intervensi dilakukan selama 5 hari, dua kali sehari (pagi dan sore) dengan mengoleskan minyak zaitun pada area ruam popok. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian minyak zaitun secara teratur selama 5 hari menunjukkan dampak positif terhadap penurunan tingkat keparahan ruam popok. Pendekatan ini dapat menjadi salah satu pilihan perawatan alami yang aman dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.
APLIKASI MODERN DRESSING: HYDROGEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIK Dwi Astuti; Khoirun Henny Hidayah; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.373

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Purbalingga mencatat pada tahun 2022 jumlah penderita DM mencapai 13.114. Dari banyaknya penderita diabetes, tidak sedikit yang mengalami komplikasi seperti adanya luka pada kaki. Ulkus diabetik ini memerlukan perawatan secara khusus, yang bertujuan agar luka cepat sembuh dan tidak infeksi. Jenis perawatan yang sering digunakan yaitu modern dressing , yang menggunakan prinsip “ moisture balance ”. Salah satu jenis modern dressing yang sering digunakan adalah hydrogel . Sifat dari hydrogel yang tetap menjadi gel selama 72 jam ini dapat mempercepat proses granulasi karena kelembaban luka tetap terjaga. Tujuan: Untuk menggambarkan aplikasi modern dressing:hydrogel terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan tabel. Dengan menggunakan lembar wawancara, lembar observasi bates Jensen dan studi dokumentasi.  Hasil: Hasil studi kasus yaitu skoring pada luka mengalami penurunan sebanyak 9 poin yaitu hari 32 menjadi 23, dengan perawatan 3 hari sekali selama 12 hari. Kesimpulan: Perawatan luka pada pasien ulkus diabetik menggunakan modern dressing:hydrogel dapat mempercepat granulasi jaringan.     Kata Kunci : Hidrogel , Modern Dressing, Perawatan Luka, Ulkus Diabetik
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM Maya Atsfiatun; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.382

Abstract

Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang mengalami diabetes ada 19,5 juta individu. Diabetes melitus yaitu adanya gangguan pada sistem metabolisme ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah luka karena adanya penyumbatan  pada pembuluh darah. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita ulkus diabetik yakni perawatan luka dengan  aloe vera gel. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan perawatan  luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan  aloe vera gel. Instrument studi kasus yang digunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Instrument pengkajian luka menggunakan lembar observasi luka winner scale. Perawatan luka dengan  aloe vera gel dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali. Hasil perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum yang dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali didapatkan kesimpulan berupa terdapat adanya penurunan skor pengkajian luka pada luka A terdapat penurunan sebanyak 15 yakni dari skor awal 25 menjadi 10 dan luka B penurunan sebanyak 12 dari skor awal 29 menjadi 17 di skor akhir. Hal tersebut terbukti bahwa  aloe vera gel  efektif dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum. Kesimpulan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan  ulkus diabetikum terbukti efektif membantu penyembuhan luka.  
GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERDAHAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SIDAKANGEN KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA Indah Micty Salsabila; Dwi Astuti; Eko Julianto
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.385

Abstract

Hipertensi adalah suatu masalah pada kesehatan yang harus diperhatikan sebab angka yang terdapat pada prevalensinya cukup tinggi dan dapat berakibat pada jangka panjangnya yang dapat ditimbulkan. Tidak jarang penderita hipertensi menurunkan tekanan darah dengan cara mengonsumsi jus mentimun. Mentimun mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti kalium, yang bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.Menggambarkan pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi di Desa Sidakangen Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari implementasi yang telah dilakukan hasil pengukuran tekanan darah terdapat penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penurunan tekanan darah pada Ny. S dengan penderita hipertensi dengan cara pemberian jus mentimun. Nilai pre 198 / 117 mmHg dan nilai post 135 / 95 mmHg.  
PENGGUNAAN EKSTRAK BUBUK KUNYIT PADA NY.P DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA KLAHANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Miftah Setiani; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.401

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak menular dan menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia sebanyak 63,5%. Dalam proses penyembuhan luka ini terdapat 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor dari luar yang dapat digunakan sebagai penyembuhan luka yaitu dengan irigasi luka digunakan larutan fisiologis dan menggunakan obat alami. Dalam hal ini, masyarakat banyak menggunakan obat alami guna menyembuhkan luka yaitu kunyit (Curcuma longa). Kunyit memiliki kandungan senyawa yang utama yaitu minyak atsiri dan kurkuminoid. Tujuan: untuk menggambarkan Penggunaan Ekstrak Bubuk Kunyit Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil: Bahwa perawatan luka menggunakan bubuk kunyit efektif dalam penyembuhan luka Diabetes Melitus Tipe II. Dalam hal ini dapat dibuktikan dengan skor awal perawatan ke-1 23 kemudian perawatan luka ke-7 dengan skor 13. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan Bubuk Kunyit efektif dalam penyembuhan luka Diabes Melitus.
EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN NACL 0,9% PADA Ny.P IBU POST PARTUM NORMAL PRIMIPARA DENGAN INDIKASI RUPTURE PERINEUM DI DESA KALIGONDANG Niken Risma Astika; Priyatin Sulistiowati; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.434

Abstract

On a world scale, the main cause of high maternal mortality is post-partum infection. Of the 500 million incidents of postpartum infections, there are 75,000 deaths, in Purbalingga the incidence of perineal infections will reach 5.7% in 2023. One of the factors is the high rate of postpartum infections, namely low knowledge about infection prevention. One effective management is perineal wound care using NaCl 0.9%. This study aims to determine the effectiveness of wound treatment using 0.9% NaCl in normal primiparous post partum mothers with indications of perineal rupture in Kejobong Village. This research uses a qualitative method with a case study approach. After treating the wound twice for 3 days using 0.9% NaCl, it was found that the wound looked better and there were no signs of infection as indicated by a decrease in the REEDA score from 11 categories of unhealed wounds to 2 categories of moderate wounds. This is supported by cleanliness of the wound area and choosing the right food. Wound treatment using 0.9% NaCl is effective for healing perineal ruptures.
GAMBARAN PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM GRADE II MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING (METCOVAZINE REGULER) PADA Tn. M DI DESA KUTAWULUH KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA Rizka Hidayati; Sudiarto; Dwi Astuti
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.454

Abstract

Latar belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus. Setiap tahun penderita ulkus diabetikum mencapai 2% dan 5-7.5 % lainnya mengalami neuropati perifer. Kondisi ini perlu diperhatikan untuk mengurangi terjadinya kejadian amputasi. Salah satu penatalaksanaan yang efektif yaitu dengan perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari penerapan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) pada proses penyembuhan ulkus diabetikum grade II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Setelah melakukan perawatan luka 3 hari sekali selama 2 minggu menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) didapatkan bahwa kondisi luka semakin membaik dengan penurunan skor dari 25 menjadi 18. Hal ini didukung oleh pemilihan dressing tersier serta terjaganya kelembaban luka. Kesimpulan: Perawatan luka menggunakan metode moist wound healing (Metcovazine Reguler) efektif untuk penyembuhan ulkus diabetikum grade II.