Vindo Alhamda Putra
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Musik Programa Sebagai Alternatif Pendokumentasian Peristiwa Masa Lalu (Programme Music as an Alternative for Documenting Past Events) Vindo Alhamda Putra; Hafif HR; Ahmad Zaidi
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 2 (2021): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.888 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i2.1913

Abstract

Artikel ini memuat tentang karya musik programma yang berangkat dari peristiwa galodo yang terjadi di Bukik Tui Padangpanjang pada tanggal 4 Mei 1987. Peristiwa ini terjadi pada sore menjelang magrib dan memakan korban 133 jiwa. Pengkarya menghadirkan suasana sesuai alur cerita sebelum terjadinya galodo sampai setelah terjadinya peristiwa tersebut. Konsep garapan yang dihadirkan berupa musik multimedia, dengan menggunakan software Digital Audio Workstation. Masalah dalam artikel mencakup tentang bagaimana produksi musik digital yang dalam menjadi alternatif pendokumentasian peristiwa. Metode yang digunakan pada karya ini adalah eksplorasi dan eksperimen dari sample audio yang diolah, dimana bahan bakunya bersumber dari suara sound fx dan Virtual Sound Technology (VST) dengan menggunakan Cubase Pro 10.5 sebagai wadah pengolahannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah menjabarkan karya Music of Screen: Galodo Bukik Tui yang dapat menjadi alternatif pendokumentasian peristiwa. Hasil dari artikel ini adalah gambaran langkah kerja produksi Music of Screen: Galodo Bukik Tui sebagai alternatif pendokumentasian peristiwa.Kata kunci: Peristiwa; Musik Programma; Musik Multimedia; Sound fx; Virtual Sound TechnologyABSTRACTThis article describes a musical program that started from the Galodo incident that occurred in Bukik Tui Padangpanjang on May 4, 1987. This incident occurred at sunset and claimed 133 lives. The author presents the atmosphere according to the storyline before the Galodo event until it occurs after the event. The concept presented is in the form of multimedia music, using Digital Audio Workstation software. The problem in the article covers how digital music production is an alternative for documenting events. The method used in this work is exploration and experimentation of processed audio samples, where the raw materials are sourced from sound fx and Virtual Sound Technology (VST) using Cubase Pro 10.5 as the processing container. The purpose of writing this article is to describe the work of Music of Screen: Galodo Bukik Tui which can be an alternative for documenting events. The result of this article is an overview of the steps in the music production of Music of Screen: Galodo Bukik Tui as an alternative for documenting events.Keywords: Incident; Program Music; Multimedia Music; Sound fx; Virtual Sound Technology
Musik Gong Kecitang Sebagai Pengiring Tari Kejei Curup, Rejang Lebong: Kajian Musikologis Terhadap Fungsi Dan Peran Musikal Anindita Oriana; Wilma Sriwulan; Irwan; Yon Hendri; Vindo Alhamda Putra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1330

Abstract

Abstrak Musik Gong Kecitang merupakan ansambel tradisional yang menjadi bagian integral pertunjukan Tari Kejei masyarakat Rejang di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Keberadaannya berfungsi sebagai pengiring tari dan memiliki struktur musikal, fungsi, serta peran yang membentuk kesatuan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur musikal, fungsi, dan peran Gong Kecitang dalam pengiring Tari Kejei. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dalam perspektif musikologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi audio-visual, dan studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap unsur struktur penyajian, ritme, tempo, dinamika, fungsi instrumen, dan hubungan musik dengan gerak tari. Hasil penelitian menunjukkan struktur musikal Gong Kecitang terdiri atas empat bagian: Sambei Pangela, Ombak Laut, Burung Lanting, dan Siamang di Balik Bukit. Setiap bagian memiliki karakter musikal berbeda dan membentuk kesatuan pertunjukan. Ansambel terdiri atas kelintang, gong, redap, dan krilu. Kelintang sebagai pembawa ritme utama dan pengatur tempo, gong sebagai penanda struktur, redap sebagai penguat ritme, dan krilu sebagai pengiring vokal pembuka. Bagian Sambei Pangela dimainkan pada tempo lambat sekitar 60 bpm, sedangkan bagian inti menggunakan tempo sekitar 110 bpm secara stabil.Kajian fungsi menunjukkan Gong Kecitang memiliki fungsi ritual-sosial budaya, pengiring-komunikasi simbolik, serta hiburan-estetika. Perannya tampak dalam mengatur tempo dan pola gerak tari, menandai perpindahan bagian, membangun suasana ekspresif, serta menjembatani interaksi pemusik dan penari. Temuan juga menunjukkan musik ini mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan identitas budaya Rejang yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, Gong Kecitang tidak hanya sebagai pengiring Tari Kejei, tetapi juga representasi budaya yang memperkuat keberlangsungan tradisi masyarakat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong.