Gandung Djatmiko
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Topeng Getak di Rumah Seni Madhu Ro’om Pamekasan Madura Sutan Alif Naufal Pasya; Agustina Ratri Probosini; Gandung Djatmiko
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v1i2.5526

Abstract

Karakter merupakan kepribadian yang khas pada diri seseorang yang terbentuk karena pengaruh lingkungan. Dalam gerak, iringan, dan kostum pada tari juga memiliki nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter pada Tari Topeng Getak di Rumah Seni Madhu Ro’om Pamekasan Madura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan objek penelitian Tari Topeng Getak di Pamekasan, Madura dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Pengumpulan data didapatkan dari observasi, wawancara dengan beberapa narasumber, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yang disajikan dengan teks bersifat naratif. Hasil penelitian mendapatkan tujuh nilai pendidikan karakter pada Tari Topeng Getak di Rumah Seni Madhu Ro’om. Adapun beberapa nilai-nilai pendidikan karakter pada Tari Topeng Getak yaitu (1) religius, (2) disiplin, (3) tanggung jawab, (4) rasa ingin tahu, (5) cinta damai, (6) demokratis, dan (7) cinta tanah air. Penerapan nilai-nilai tersebut dapat membantu peserta didik sebagai motivasi dalam latihan dan selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Character is a distinctive personality in a person who is formed due to environmental influences. In motion, accompaniment, and costumes in dance also have character education values. This study aims to describe the values of character education in the Topeng Getak Dance at the Madhu Ro'om Art House Pamekasan Madura. This research uses qualitative research methods, with the object of research being the Topeng Getak Dance in Pamekasan, Madura and the educational values contained in it. Data collection was obtained from observations, interviews with several sources, literature studies, and documentation. The data analysis using qualitative analysis and is presented with narrative text. The study results obtained seven values of character education in the Topeng Getak Dance at the Madhu Ro'om Art House. The values of character education in Topeng Getak Dance are (1) religious, (2) discipline, (3) responsibility, (4) curiosity, (5) peace-loving, (6) democratic, and (7) love the homeland. Applying these values can help students as motivation in training and are consistently applied in everyday life. 
Pemanfaatan Logic Pro X dan E-Gamelan sebagai Alternatif Media Pembelajaran Praktik Karawitan Secara Daring Mas Drajad Jiwandono; Dilla Octavianingrum; Gandung Djatmiko
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v1i2.5542

Abstract

Masa darurat COVID-19 menuntut proses pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini menghambat proses pembelajaran praktik karawitan di SMP Negeri 2 Kretek, Bantul DIY. Oleh karena itu inovasi media pembelajaran cukup dibutuhkan seperti pemanfaatan Digital Audio Workstation (DAW) Logic Pro X dan aplikasi E-Gamelan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan DAW Logic Pro dan E-Gamelan sebagai alternatif media pembelajaran praktik karawitan secara daring. Pengumpulan data ditempuh mulai dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik di sekolah terkait. Teknik validasi pada penelitian ini menggunakan validasi triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Logic Pro X dan E-Gamelan dalam proses pembelajaran praktik karawitan SMP cukup efektif membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Lebih lanjut, sebagian besar para siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan.  The COVID-19 emergency period demands that the learning process be carried out online. This hinders the learning process of karawitan practice at SMP Negeri 2 Kretek, Bantul DIY. Therefore, learning media innovations are needed, such as Digital Audio Workstation (DAW), Logic Pro X and the E-Gamelan application. This study aims to describe the use of DAW Logic Pro and E-Gamelan as alternative media for learning karawitan practice online. Data collection was taken starting from observation, interviews, and analysis of documents related to these problems. Sources of data in this study were teachers and students in affiliated schools. The validation technique uses a triangulation validation technique. The study results indicate that using Logic Pro X and E-Gamelan media in the learning process of junior high school karawitan practice is quite effective in helping teachers achieve learning goals. Furthermore, most of the students gave a positive response to the learning process carried out. 
Penerapan Metode Picture and Picture dalam Pembelajaran Tari di Sekolah Menengah Pertama Ira Shafira Kaban; Dilla Octavianingrum; Gandung Djatmiko
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.6762

Abstract

AbstractOnline dance art education requires the best learning process so that the delivery of material about space, time, and energy as elements of dance can be conveyed. The Picture and Picture method is a method that uses image media aids to explain or explain the material. This learning method prioritizes the existence of groups to sort the pictures into the correct order. This study aims to describe learning using the Picture and Picture method and determine dance learning changes. This research was conducted in class VII of SMP Negeri 1 Sewon. This study uses a qualitative descriptive research method. Data collection was obtained from observation, interviews, and documentation. Data analysis uses qualitative analysis presented in narrative text. The research results show that the dance learning process using the Picture and Picture method runs smoothly. The students experienced an increase and showed much interaction from what was initially passive. Online dance art learning becomes active by using the Picture and Picture method.. AbstrakPendidikan seni tari secara daring membutuhkan proses pembelajaran terbaik agar penyampaian materi ruang, waktu, dan tenaga sebagai elemen tari dapat tersampaikan. Metode Picture and Picture merupakan metode yang menggunakan alat bantu media gambar untuk menerangkan atau menjelaskan materi. Metode pembelajaran ini mengutamakan adanya kelompok-kelompok untuk mengurutkan gambar menjadi urutan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menggunakan metode Picture and Picture dan mengetahui adanya perubahan dalam pembelajaran tari. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Sewon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data didapatkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yang disajikan dengan teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari dengan menggunakan metode Picture and Picture berlangsung dengan lancar. Para siswa mengalami peningkatan dan menunjukkan banyak interaksi dari yang semula pasif. Pembelajaran seni tari daring menjadi aktif dengan menggunakan metode Picture and Picture.   
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi Bantul Fatih Ridlwan Munier; Gandung Djatmiko; Sarjiwo Sarjiwo
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7499

Abstract

AbstractCharacter education is all efforts to direct, train, and foster good values to grow a wise personality and positively contribute to the environment and broader society. Character education can also be conveyed through dance through movements, costumes, and musical accompaniment. The purpose of this study is to describe the values of character education in Sufi Dance. This study used a qualitative research method, the object of research being the Sufi Dance at the Maulana Rumi Sewon Islamic Boarding School, Bantul. Data collection techniques used were interviews, observation, and literature study. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and data verification stages. Sufi dance is an expression of love that arises from the spiritual journey of Maulana Rumi. Through value analysis, there are seven character education values in Sufi Dance, including religious character, tolerance, hard work, peace-loving, social care, responsibility, and humility. AbstrakPendidikan karakter adalah segala upaya untuk mengarahkan, melatih, dan memupuk nilai-nilai baik agar menumbuhkan kepribadian yang bijak, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungan dan masyarakat luas. Pendidikan karakter juga dapat disampaikan melalui sebuah tarian, baik dalam bentuk gerakan, bentuk kostum, maupun iringan musik yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam Tari Sufi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan objek penelitian Tari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi Sewon, Bantul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Tari Sufi merupakan ekspresi rasa cinta yang muncul dari perjalanan spiritual seorang Maulana Rumi. Melalui analisis nilai, terdapat tujuh nilai pendidikan karakter yang ada pada Tari Sufi, diantaranya adalah karakter religius, toleransi, kerja keras, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, dan rendah hati. 
Audiovisual sebagai Media Evaluasi Pemebelajaran Tari Tradisional untuk Sekolah Menengah Pertama Rian Indrasanjaya; Gandung Djatmiko; Ujang Nendra Pratama
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v3i1.7439

Abstract

AbstrakEvaluasi berbasis teks memberikan hasil yang kurang maksimal, karena beberapa siswa menjawab soal tidak sesuai dengan maksud dari instrumen tersebut. Sehingga guru menggunakan media audiovisual untuk penyampaian evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan evaluasi pembelajaran tari tradisional menggunakan media audiovisual di kelas VIII SMP Negeri 11 Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menjelaskan tentang penggunaan audiovisual berupa video. Video evaluasi dirancang dengan memperhatikan kisi-kisi soal, instrumen penilaian, kunci jawaban, serta pedoman penilaian. Video evaluasi tersebut direkam, dibuat, dan diunggah sendiri oleh guru Mapel Seni Budaya. Video tersebut diakses siswa saat ulangan harian dengan sharing laman Youtube. Media video memberikan dampak baik karena ada peningkatan ketuntasan jumlah siswa di semester ganjil dan genap 2021/2022.   AbstractText-based evaluation gave less than optimal results, because some students answered the questions not following the intent of the instrument. So the teacher uses audiovisual media to deliver learning evaluations. This study aims to describe the evaluation activities of learning traditional dance using audiovisual media in class VIII SMP Negeri 11 Yogyakarta. This study uses descriptive qualitative research methods. Observation, interviews, and documentation do data collection. The validation technique uses technique triangulation and source triangulation. Data analysis was performed by data reduction, presentation, and data verification. The study's results explain the use of audiovisual in the form of video. The evaluation video was designed considering the question grids, assessment instruments, answer keys, and assessment guidelines. The Cultural Arts Subject teacher recorded, edited, and uploaded the evaluation video. Students can access the video during daily tests by sharing the Youtube page. Video media has a good impact because there is an increase in the completeness of the number of students in the odd and even semesters of 2021/2022. 
Penerapan Metode Pembelajaran pada Tari Kreasi di Sanggar Tari Arum Sari Magelang Silvia Herbekti; Gandung Djatmiko; Antonia Indrawati
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di Sanggar Tari Arum Sari Magelang menerapkan beberapa metode pembelajaran sehingga memperoleh hasil yang baik dan berbagai prestasi serta dipercaya oleh Dinas Kebudayaan kota Magelang untuk menampilkan karya-karya seni tari sebagai representasi kota Magelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tari kreasi baru di Sanggar Tari Arum Sari Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek metode pembelajaran tari kreasi baru di Sanggar Tari Arum Sari Magelang.  Pengumpulan data didapatkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi lalu divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman yang disajikan dengan teks bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dalam Sanggar Tari Arum Sari Magelang terdapat 3 kategori, yaitu kategori A, B, dan C yang dikelompokkan sesuai dengan usia dan menerapkan metode pembelajaran yang sama. Metode ceramah efektif digunakan dalam kategori C, metode demonstrasi efektif digunakan dalam kategori B dan C, metode imitasi dan siap latihan (drill) efektif digunakan dalam kategori A, B, dan C.Kata kunci: Pembelajaran, Sanggar Seni Tari, Tari Kreasi Baru, Metode PembelajaranThe Implementation of Learning Method Toward New Creation Dance ini Arum Sari Dance Studio MagelangLearning at the Arum Sari Dance Magelang Studio act various learning methods and to produce a good results and several achievements and is reliable by the Magelang City Cultural Office to display dance artworks as a representation of the city of Magelang. The purpose of this study is to find out and describe about the learning methods used in learning new creations dance in the Arum Sari Dance Studio Magelang. The research method used is descriptive qualitative with the object of the new creation dance learning method at the Arum Sari Magelang Dance Studio. The data collection was obtained from observations, interviews, and documentation and then validated using source triangulation and techniques triangulation. The data analysis using qualitative data analysis according to Miles and Huberman presented with text is descriptive. The results showed that there are 3 categories, namely A, B, and C which are grouped according to age and applies the same learning methods. The lecture method is effectively used in category C, the demonstration method is effectively used in categories B and C, the imitation and drill-ready method is effectively used in categories A, B, and C.Keywords: Learning, Studio Dance, New Creation Dance, Learning Methods
Metode Pembelajaran Tari Burung di Sanggar Wiraga Apuletan Yogyakarta Ardini Rulzanifa Hasibuan; Gandung Djatmiko; Sarjiwo Sarjiwo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran adalah sebuah proses sistematis dan teratur. Metode pembelajaran adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan di Sanggar Wiraga Apuletan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pendiri sanggar, pengajar, pencipta iringan, peserta didik, dan orangtua peserta didik. Objek penelitian ini adalah tari Burung. Latar pada penelitian ini adalah Sanggar Wiraga Apuletan Yogyakarta. Teknik validasi data menggunakan triangulasi Teknik, sumber, dan waktu. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pembelajaran tari Burung di Sanggar Wiraga Apuletan menggunakan 5 metode, (1) Ceramah (2) Latihan (3) Demonstrasi (4) Imitasi (5) Penugasan. Penggunaan metode tersebut sangat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran, karena peserta didik dapat memahami dengan cepat serta dapat menarikan tarian dengan baik.Kata kunci: Metode Pembelajaran, Tari Burung, Sanggar Wiraga Apuletan, Pembelajaran TariThe Learning Method of Burung Dance at The Wiraga Apuletan Studio YogyakartaThe learning method is a systematic and orderly process. The learning method are one of the most crucial elements in the success of a learning process. This research is intended to describe the learning method used in the Wiraga Apuletan Studio Yogyakarta. This research is descriptive research. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were the founders of the studios, teachers, accompaniment creators, students, and parents of students. Data validation techniques using triangulation techniques, sources, and time. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study concluded that the Burung Dance at the Wiraga Apuletan Studio used 5 methods, (1) Lectures (2) Exercises (3) Demonstrations (4) Imitation (5) Assignments. The use of this method really helps students in the learning process, because students can understand quickly and can dance well.Keywords: Learning Methods, Burung Dance, Wiraga Apuletan, Studio Yogyakarta, Dance Learning
Penerapan Fungsi Manajemen Sanggar Tari Sekar Jayashree Cangkringan Sleman Yogyakarta Bernadetta Enggardia Dyah Rahayu; Gandung Djatmiko; Nur Iswantara
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan fungsi manajemen Sanggar Tari Sekar Jayashree Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Wukirsari Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman. Objek penelitian adalah Sanggar Sekar Jayashree. Subjek penelitian meliputi pemimpin, pelatih, pengurus, siswa sanggar, dan orang tua wali. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Sekar Jayashree menggunakan fungsi manajemen yaitu: (1) perencanaan (planning), (2) pengorganisasian (organizing), (3) pelaksanaan (actuating), dan (4) pengendalian (controlling) yang diterapkan pada bidang personalia, administrasi keuangan, dan pembelajaran. Bidang personalia berhubungan dengan organisasi pengurus sanggar dan kegiatan yang mendukung keorganisasian. Bidang administrasi keuangan berhubungan dengan penerimaan, pemasukan, dan pengeluaran keuangan. Sedangkan pada bidang pembelajaran terkait dengan proses latihan rutin, uji kompetensi dan ulang tahun sanggar.Kata kunci: Fungsi Manajemen, Manajemen Sanggar TariThe Implementation of Management Function at Dance Course Sekar Jayashree Cangkriman Sleman YogyakartaThis study aims to describe the application of the management functions of Sekar Jayashree Sleman Dance Studio, Special Region of Yogyakarta. This research is a qualitative descriptive study. The research location is in Wukirsari Kapanewon Cangkringan Village, Sleman Regency. The object of research is the Sekar Jayashree Studio. The research subjects included leaders, coaches, administrators, studio students, and guardian parents. Data collection techniques using direct observation, interviews, and documentation. Data validity uses source triangulation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that the Sekar Jayashree Studio uses management functions, namely: (1) planning, (2) organizing, (3) actuating, and (4) controlling applied to the personnel sector, financial administration, and learning. The field of personnel relates to the organization of studio administrators and activities that support the organization. The field of financial administration relates to financial receipts, income, and expenses. While in the field of learning related to routine training processes, competency tests and studio birthdays.Keywords: Management Functions, Management Dance Studio
PROSES PEMBELAJARAN KARYA SENDRATARI MERAS GANDRUNG DI SMK NEGERI 1 BANYUWANGI Setyowati, Eka Wahyu; Djatmiko, Gandung; Iswantara, Nur
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10539

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Sendratari Mêras Gandrung di SMK Negeri 1 Banyuwangi. Permasalahan yang mendasari penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peran guru dan siswa dalam mengembangkan materi pembelajaran tari Jêjêr Gandrung dalam pertunjukan Sendratari Mêras Gandrung, selain dijadikan sebagai hasil proses pembelajaran juga sudah tercantum dalam kalender wisata Banyuwangi yang selalu mengadakan pertunjukan rutin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Sendratari Mêras Gandrung di SMK Negeri 1 Banyuwangi meliputi 1) metode pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi, 2) tahapan pembelajaran karya Sendratari Mêras Gandrung, 3) pembagian kegiatan yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran karya Sendratari Mêras Gandrung melibatkan siswa secara penuh dalam segala rangkaian kegiatan. Titik fokus dalam proses pembelajaran karya Sendratari Mêras Gandrung adalah kreativitas siswa dalam berpikir dan menciptakan hal baru. Proses pembelajaran Sendratari Mêras Gandrung merupakan tempat yang paling tepat digunakan untuk siswa mengembangkan potensi dan keahliannya, karena siswa tidak hanya belajar satu bidang seni saja tetapi juga mempelajari bidang seni ainnya.Kata kunci: proses pembelajaran, sendratari meras gandrung The problem underlying this research is the role of theacher and students in develope learning materials for the Jêjêr Gandrung dance in the Sendratari Mêras Gandrung performance so that besides beingused as a result of the learning processit is also included in the Banyuwangi tourist calendar which always holds regular performances. The purpose of this study is to describe the process of learning the Sendratari Mêras Gandrung at SMK Negeri 1 Banyuwangi. This study uses a qualitative method with a case study research type. The results of the study show that the learning process of the Sendratari Meras Gandrung at SMK Negeri 1 Banyuwangi include 1) the learning method used by the teacher in delivering the materials 2) the learning stages of the Sendratari Mêras Gandrung 3) the division of activities that are applied in the learning process. The learning process by Sendratari Mêras Gandrung fully involves students in all series of activities. The focal point in the learning process of Sendratari Mêras Gandrung work is the students creativity in thinking and creating new things. The learning process of Sendratari Mêras Gandrung is the most appropriate place for students to develop their potential and expertise, because students do not only learn one art field but also learn other art fields. Keywords: learning process, sendratari meras gandrung
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TARI NAWUNG SEKAR DI YPBSM Daneswari, Sri Galuh; Djatmiko, Gandung; Pratama, Ujang Nendra
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10540

Abstract

Tujuan pada penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam Tari Nawung Sekar agar dapat dilakukan di kehidupan sehari-hari oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan desain/jenis studi kasus. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu perkembangan zaman saat ini sangat berpengaruh di bidang seni yang mengakibatkan penurunan karakter serta minat peserta didik untuk belajar tari klasik berkurang. Terutama pada anak-anak sekarang yang menjadi sasaran dalam perkembangan zaman saat ini. Hasil penelitian ini ditemukannya 8 nilai-nilai pendidikan karakter dalam Tari Nawung Sekar meliputi nilai religius, toleransi, disiplin, kerja keras, cinta damai, rasa ingin tahu, cinta tanah air, dan mandiri. Nilai tersebut dapat dijadikan pedoman untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan karakter sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk anak-anak dalam mengembangkan karakter serta mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penanaman nilai-nilai pendidikan karakter. Penanaman pendidikan karakter dapat diwujudkan di pembelajaran seni tari salah satunya Tari Nawung Sekar. Tarian tersebut diajarkan di YPBSM (Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa). YPBSM mengajarkan Tari Nawung Sekar memiliki 2 kata nawung artinya kegiatan dan sekar artinya bunga. Tarian tersebut diajarkan untuk anak-anak putri mulai dari umur 5-13 tahun.kata kunci: nilai-nilai, pendidikan karakter, Tari Nawung Sekar, YPBSMThe purpose of this study is to describe the values of character education in the Nawung Sekar Dance so that students can practice them in everyday life. This study used a qualitative research method, with a case study design/type. The problem behind this research is that the development of the current era is very influential in the field of art which results in a decrease in the character and interest of students to learn classical dance. Especially in today's children who are being targeted in the current development of the era. The results of this study found 8 values of character education in the Nawung Sekar Dance including religious values, tolerance, discipline, hard work, love of peace, curiosity, love of the motherland, and independence. These values can be used as guidelines to be applied in everyday life. Thus character education is urgently needed as an effort for children to develop character and create a cultured nation through the cultivation of character education values. The cultivation of character education can be realized in dance learning, one of which is the Nawung Sekar Dance. The dance is taught at YPBSM (Pamulangan Beksa Sas Minta Mardawa Foundation). YPBSM taught the Nawung Sekar dance to have 2 words, nawung meaning activity and sekar meaning flower. The dance is taught to girls from the age of 5-13 years.keywords: values, education character, dance Nawung Sekar, YPBSM