Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPELEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH KAB. GORONTALO UTARA TERHADAP WISATA BUDAYA RITUAL MANDI SAFAR Febrianto Hakeu; Sri Sunarti
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.2.2.97-113.2019

Abstract

AbstractThis article aims to determine the Shafar Bathing Ritual Process in Kec. Atinggola Buata Village, North Gorontalo Regency, and knowing the Implementation of Regional Government Policies in the Cultural Tourism sector towards Shafar Bathing Rituals in North Gorontalo District, and formulating solutions to the identified constraints. This article is analyzed based on a descriptive qualitative approach. The results of the analysis of this article are 1) Shafar's bathing ritual starts from the morning at 06.30 WIB with the recitation of Al-Quran verses (Surah Al-Kahfi, Surah Yasin), and the traditional event of bathing Shafar then ends with eating together. 2) Tourism development in Atinggola District is quite good, seen from the policy of the District Government. North Gorontalo and 3) In implementing tourism development, the Tourism and Culture Office always tries to develop tourism in Atinggola District, namely by carrying out tourism promotion programs, tourism destination development programs, and tourism partnership programs. The tourism promotion program is carried out by organizing the Shafar bathing ritual which is carried out once a year in addition to tourism promotion via the internet. While the tourism partnership program, the Tourism and Culture Office collaborates with several related agencies to help develop tourism in Atinggola District.
Penyuluhan Sadar Wisata dalam Pengambangan Daya Tarik Ekowisata di Desa Botungobungo Desrika Talib; Srilian Laxmiwaty Dai; Sri Sunarti; Anggraeni M. S. Lagalo
Komunal Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.323 KB) | DOI: 10.55657/kjpm.v1i1.20

Abstract

Lokasi mitra dalam pengabdian ini adalah Desa Botungobungo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Sebagian besar penduduk Desa Botungobungo berprofesi sebagai petani dan nelayan. Desa Botungobungo ini memiliki potensi wisata alam pantai. Aspek yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata suatu daerah yaitu diperlukan adanya sadar wisata hal ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap berperan sebagai tuan rumah yang baik serta mampu mewujudkan sapta pesona. Dengan adanya penyuluhan sadar wisata dalam pengembangan daya tarik ekowisata di Desa Botungobungo diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sadar wisata. Dalam kegiatan pengabdian ini, pelaksana pengabdian menggunakan teknik presentasi materi menggunakan proyektor, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta. Desa Botungobungo berpotensi untuk dapat dikembangkannya pariwisata alam karena memiliki pantai yang dapat dijadikan daya tarik wisata untuk dikunjungi oleh wisatawan dan adanya dukungan dari masyarakat Desa Botungobungo yang dapat memberi keuntungan secara finansial bagi masyarakat setempat.
Pengembangan Desa Huntu Selatan sebagai Desa Wisata Anggraeni M. S. Lagalo; Sri lian Laxmiwaty Dai; Desrika Talib; Sri Sunarti; Dahlia Husain; Sriwahyuningsi R. Saleh
Komunal Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.477 KB) | DOI: 10.55657/kjpm.v1i1.21

Abstract

Kegiatan seminar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat desa terhadap konsep pengembangan desa wisata yang tepat untuk dikembangkan di Desa Huntu Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Memberi pendampingan terhadap masyarakat dalam pengimplementasian konsep desa wisata demi terwujudnya pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Metode pelaksanaan kegiatan seminar pengembangan Huntu Selatan sebagai Desa Wisata yakni sharing knowladge mengenai konsep dan kriteria Desa Wisata. Hasil seminar dan sharing menemukan bahwa pemahaman masyarakat desa Huntu Selatan telah meningkat terutama mengenai pengembangan Desa Huntu Selatan sebagai Desa Wisata. Manajemen pengelolaan yang belum maksimal, beberapa komponen pariwisata dalam hal ini kurangnya atraksi serta belum tersedianya amenitas atau akomodasi sebagai kebutuhan pokok dari calon wisatawan di Desa Huntu Selatan daya tarik menjadi beberapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terkait pengembangan Desa Huntu Selatan sebagai Desa Wisata.
Komodifikasi Budaya dalam Pengembangan Destinasi Wisata Patoameme Sri lian Laxmiwaty Dai; Desrika Talib; Sri Sunarti; Anggraenims MS Lagalo
Komunal Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.179 KB) | DOI: 10.55657/kjpm.v1i1.25

Abstract

Lokasi mitra dalam pengabdian ini adalah Desa Patoameme, Kabupaten Boalemo. Desa ini merupakan desa yang potensial dalam bidang pariwisata karena menjadi pintu gerbang Daya Tarik Wisata Pulo Cinta yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Namun meski begitu Pemerintah dan masyarakat dihadapkan dengan beberapa permasalahan yaitu tingginya angka pengangguran sebesar 75% dan angka kemiskinan sebesar 85%. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya seminar yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya peran pariwisata guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan utnuk merekomendasikan pengembangan pariwisata Patoameme melalui komodifikasi budaya. Adapun hasil dari seminar dan diskusi adalah usulan Desa Patoameme sebagai desa binaan Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Pembuatan Icon Desa Patoameme, Pembuatan Souvenir khas Gorontalo, membangun gedung budaya, mendirikan sanggar kesenian, membuat paket wisata budaya dengan kegiatan makan malam dan pementasan seni budaya yang kemudian ditawarkan kepada tamu-tamu yang berkunjung di Pulo Cinta.