Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII-F DI SMP NEGERI 1 GRESIK AMIN ZAIDI, MOCHAMAD; TRI HARIASTUTI, RETNO
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan anatara pengirim pesan (sender) dengan penerima (receiver) baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII-F di SMP Negeri 1 Gresik. Penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan bentuk one group pre-test and post-test design. Dengan subyek yang memiliki komunikasi interpersonal kategori rendah sebanyak 8 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket komunikasi interpersonal dengan 60 item pernyataan. Teknik analisis data menggunakan uji tanda. Dari hasil analisis data, dengan melihat tabel tes binominal probabilities dengan ketentuan N = 8 x = 0 maka diperoleh p (kemungkinan harga dibawah ) = 0,003. Bila dalam ketetapan taraf kesalahan sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,003 < 0,05. Berdasarkan hal ini maka hipotesis penelitian yang berbunyi ?Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VIII-F di SMP Negeri 1 Gresik? diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok teknik sosiodrama dapat meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII-F di SMP Negeri 1 Gresik. Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik Sosiodrama, Komunikasi Interpersonal
PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN KETERAMPILAN PUBLIC SPEAKING DI SMAN 12 SURABAYA SOFIYANTI, DEWI; TRI HARIASTUTI, RETNO
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan paket bimbingan keterampilan public speaking memenuhi kriteria akseptabilitas yang terdiri dari kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1989) namun hanya dilakukan sampai 5 tahap yang meliputi studi pendahuluan dan mengumpulkan informasi (Need Assesment), melakukan perencanaan produk, mengembangkan produk awal, uji validasi materi media dan calon pengguna, dan merevisi produk. Hasil analisis dari Paket Bimbingan Keterampilan public speaking di SMAN 12 Surabaya menunjukan bahwa penilaian uji materi dan pengguna (konselor) menunjukan skor CVI (content validity index) 0,777 yang berarti termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan penilaian ahli media menunjukan angka CVI (content validity index) 0,788 yang berarti termasuk dalam kategori sangat baik, dan yang terakhir adalah penilaian calon pengguna yang diperoleh prosentase rata-rata sebesar 85,21% yang berarti masuk dalam kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi. Sehingga dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa paket bimbingan keterampilan public speaking di SMAN 12 Surabaya telah memenuhi kriteria akseptabilitas yang meliputi kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Kata kunci : Pengembangan, Paket Bimbingan, Public Speaking.
PENGEMBANGAN MEDIA POSTER INTERAKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER BERBASIS WEBSITE UNTUK INFORMASI STUDI LANJUT DI KELAS IX SMP NEGERI 3 KOTA MOJOKERTO KUSUMA FIRDANI, RAUDAH; TRI HARIASTUTI, RETNO
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa media poster interaktif berbasis website yang memenuhi kriteria kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Media yang dikembangkan diharap dapat membantu peserta didik untuk memahami informasi studi lanjut. Model pengembangan yang digunakan Tim Puslitjaknov yang meliputi lima tahap pengembangan, yaitu : Studi pendahuluan dan analisis produk, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, serta uji coba skala besar dan produk akhir. Namun pada penelitian ini, peneliti hanya sampai pada tahap uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk. Hasil uji ahli materi dan ahli media untuk poster interaktif diperoleh CVI 0,77 yang artinya sangat sesuai. Hasil penilaian dari ahli materi dan ahli media untuk produk website diperoleh CVI 0,83 yang artinya sangat sesuai. Hasil uji coba lapangan skala kecil oleh calon pengguna yaitu peserta didik kelas IX di SMP Negeri 3 Kota Mojokerto untuk produk poster interaktif mendapatkan skor 81,9% kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Sedangkan untuk produk website mendapatkan skor 84,5% kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Dengan demikian produk berupa poster interaktif berbasis website telah memenuhi kriteria akseptabilas. Kata Kunci : Pengembangan, poster interaktif berbasis website, studi lanjut.
Investigasi Hubungan Antara Resiliensi Akademik, Mindfulness dan Efikasi Diri Akademik Siswa SMP Se-Kota Surabaya Puspitasari, Yuanita; Darminto, Eko; Tri Hariastuti, Retno
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 10 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v10i4.21048

Abstract

Academic resilience, mindfulness, and academic self-efficacy are topics of interest to psychologists, but little is known about the relationship between the three. The main aim of this study was to explore the role of mindfulness and academic self-efficacy in predicting academic resilience among junior high school students. This research design uses quantitative correlation. The subjects in this study were 710 junior high school students in Surabaya. The research instrument used the Freiburg Mindfulness Inventory questionnaire, the academic self-efficacy questionnaire and the Casidi academic resilience questionnaire. The data analysis technique uses multiple regression techniques. The results showed that there was a significant relationship between mindfulness and academic self-efficacy, r = 0.43. Both mindfulness and academic self-efficacy were found to be significant predictors of academic resilience, F (1.139) = 110.39, p<.000, and F (2.138) = 104.44, p<.000. Based on the results of the study it can be concluded that mindfulness and academic self-efficacy have a significant influence on the academic resilience of junior high school students.
Character Education Values in Ki Hajar Dewantara's Praxis Concept among Generation Z Students Supriyanto, Supriyanto; Istiq’faroh, Nurul; Tri Hariastuti, Retno; Gowinda Luh Safitri, Dhian; Alfi Muhimmah, Hitta; Hadi Wibowo, Amiruddin; Windi Lukman Husyaiin, M.; Bin Hashim, Shahrin
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 3 (2026): May
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i3.1137

Abstract

This study examines the character education values embedded in Ki Hajar Dewantara’s educational praxis and their relevance to Generation Z students in higher education in the digital era. A mixed-methods approach with a sequential exploratory design was employed. Qualitative data were collected through in-depth interviews with students and lecturers from six study programs in the Faculty of Education, while quantitative data were obtained through questionnaires distributed to Generation Z students. Qualitative data were analyzed using NVivo through thematic coding, and quantitative data were analyzed using descriptive statistics. The findings reveal that Generation Z students internalize key character values, including leadership, discipline, social awareness, mutual cooperation, and the Trikon principles of continuity, convergence, and concentricity. Quantitative results show that 51.1% of respondents identified Ing Ngarso Sung Tulodo as the most influential value, 44.1% perceived lecturer discipline as the strongest form of role modelling, and 38% regarded collaborative group work as the primary contributor to character development. The findings indicate that lecturer exemplarity, collaborative learning environments, and the integration of local cultural values play significant roles in strengthening student character. This study contributes empirical evidence on the continued relevance of Ki Hajar Dewantara’s indigenous educational philosophy and demonstrates that character internalization among Generation Z is shaped by the interaction of role modelling, collaborative learning, cultural identity, and contextual educational experiences.