Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR Askiya’ A’ yunita; Setyo Budi; Suhaili Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v6i1.5378

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan dengan permintaan pasar yang terus meningkat dari tahun ke tahun, namun produksi jagung nasional belum dapat memenuhi permintaan pasar, sehingga diperlukan upaya peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dengan menggunakan varietas unggul dan pemupukan. ketepatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi dan respon pertumbuhan serta hasil tiga varietas jagung hibrida terhadap pemberian POC. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Varietas Jagung Hibrida (V) dan Konsentrasi POC NASA (P) dengan P0 yaitu Tanpa Pupuk, P1 2 ml/liter, P2 4 ml/liter, P3 6 ml/liter dan V1 Pioneer-27, V2 Bisi-2, V3 NASA-29. Perlakuan tersebut digabungkan sehingga menghasilkan 12 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 36 satuan percobaan. Peubah pengamatan meliputi pengamatan vegetatif yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang serta pengamatan generatif yaitu bobot tongkol perhektar. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Ragam Cetak (Anova). Jika terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan Uji Lanjutan DMRT 5%, Uji Korelasi, Uji Heritabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi ketiga varietas jagung hibrida dengan pemberian POC memiliki perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan dan hasil. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat erat antara variabel yang diamati dan hasil uji heritabilitas menunjukkan kategori tinggi dan cukup tinggi.
PERBEDAAN JENIS GALUR DAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdc.) Asfahani Asfahani; Endah Sri Redjeki; Setyo Budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 6 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v6i2.6315

Abstract

Kacang bambara termasuk tanaman legum potensial yang belum banyak dimanfaatkan baik sebagai tanaman hortikultura maupun sumber pangan pokok alternatif. Upaya meningkatkan produktivitas usaha tani kacang bambara dapat dilakukan dengan cara pemilihan galur unggul dan menerapkan kebutuhan air tanaman yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi galur dan volume penyiraman tanaman kacang bambara yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai Januari 2023 di dalam Greenhouse Lahan Percobaan Hollywood. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis galur (G) yang terdiri dari lima taraf dan faktor kedua adalah volume air (V) yang terdiri dari tiga taraf. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, panjang petiole, panjang internode, saat bunga pertama, saat 50% tanaman berbunga, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman, bobot basah dan kering polong per tanaman, ketebalan kulit polong, fruit set, bobot kering biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, persen kupasan, bobot basah dan kering brangkasan, dan panjang akar. Analisis data menggunakan Anova 5%, apabila menunjukkan perbedaan nyata dilakukan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata jenis galur dan volume air terhadap pertumbuhan tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), lebar tajuk (cm), panjang internode (cm), saat bunga pertama (HST), saat 50% tanaman berbunga, dan hasil jumlah polong per tanaman (butir), fruit set (%), dan bobot basah brangkasan (g) tanaman kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.).
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK CAIR DAUN DAN PENGGUNAAN MULSA JERAMI PADI Indah Nurjanah; Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i1.3813

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan jenis tanaman kacang-kacangan dengan kandungan gizi yang cukup tinggi dan merupakan jenis sayuran yang paling sering dikonsumsi di Indonesia. Produktivitas kacang panjang di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun 2014 hingga tahun 2018. Penurunan produktivitas ini berhubungan dengan penurunan pertumbuhan tanaman disebabkan oleh kurang intensifnya cara budidaya yang dilakukan petani. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman kacang panjang melalui penggunaan mulsa jerami dan pemberian pupuk cair daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penggunaan mulsa jerami dan pupuk cair daun terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020 - Januari 2021 di Desa Klangonan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Petak Terbagi (Split plot design) dengan 12 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Analisis pengujian menggunakan analisis sidik ragam lebih lanjut dengan Uji Duncan’s multiple range test pada taraf uji 5%. Variabel pengamatan yakni jumlah daun, luas daun, panjang tanaman, diameter pangkal batang, dan umur berbunga. Pemberian pupuk cair daun NPK 2 ml/liter air kombinasi organik cair 0,5 ml/liter air dan penggunaan mulsa jerami 2,5 kg/petak mampu meningkatkan jumlah daun, luas daun, dan diameter pangkal batang.
PENGARUH PYRACLOSTROBIN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SINGLE BUD PLANTING (BUDCHIP) TANAMAN TEBU (Saccharum Officinarum L.) Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1836

Abstract

Tebu merupakan salah satu penghasil gula utama di Indonesia. Gula sebagai salah satu kebutuhan pokok dan Tebu merupakan salah satu komoditi yang berperan dalam pemeliharaan ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian. Data Satistik pada tahun 2010, produktivitas tebu nasional mencapai 78,2 juta ton/ha dan menurun cukup tajam di 2011 menjadi 66,7 juta ton/ha. Kecenderungan turunnya nilai rendemen gula dari kisaran 10-11% menjadi 6-9% ikut memberikan kontribusi negatif terhadap produktivitas gula, karena kontribusi negatif terhadap produktivitas gula tidak hanya dari segi budidaya di kebun( on farm) namun juga segi pengolahan tebu di pabrik (off farm), sehingga diperlukan upaya dari Pemerintah bersama Stakeholders pergulaan nasional dalam mencari solusi dalam meningkatkan produktivitas dan produksi gula nasional. Peningkatan produktifitas gula perlu adanya upaya untuk perbaikan budidaya tanaman tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari kemampuan dari Pyraclostrobin pada pembibitan tanaman tebu dan menentukan konsentrasi yang tepat untuk perlakuan penyemprotan Pyraclostrobin pada pembibitan tanaman tebu. Penelitian ini dilakukan di kebun Tebu Holywood di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang terletak pada ketinggian 4,5 m dpl. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2020. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini berupa tanaman tebu, pupuk dan ZPT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. yang tediri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Pemberian pyraclostrobin 2 minggu sekali dengan kosentrasi 600 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu.
UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL KLON TANAMAN TEBU (Saccharumofficinarum L.) DI DESA BUDUNG SIDOREJO KECAMATAN SUMOBITO – JOMBANG Moch Kholis Syarifuddin; Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i2.5179

Abstract

Tebu merupakan tanaman penghasil gula yang menjadi salah satu sumber karbohidrat yang kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk namun tidakdiimbangi dengan produksi gula dalam negeri. Upaya untuk meningkatkan hasil produksi adalah dengan penggunaan klon unggul. Untuk mengetahui klon ungguk tersebut perlu dilakukannya proses identifikasi agar dapat mengetahui karakteristik serta perbedaan potensi klon. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi klon sebelum dilepas menjadi varietas.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yaitu: Jenis klon tebu (K), yang terdiri dari 7 jenis klon tebu, yaitu : K1 : Klon tebu SB1, K2: Klon tebu SB3, K3: Klon tebu SB04 K4: Klon tebu SB11, K5: Klon tebu SB12, K6: Klon tebu SB19, K7: Klon tebu SB20.Masing-masing klon diulang 3 kali dalam penelitian ini terdiri 21 perlakuan (satu percoban).penetapan sample pengamatan tiap petak perlakuan, dalam tiap ulangan di laksanakan secara acak (tabel sampling). Dari data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam taraf 5%. Uji lanjut BNT 5%. Selain itu juga dilakukan analisis deskriptif analitis Secara keseluruhan perlakuan klon (K) terhadap jumlah ruas (Juni M1) berpengaruh nyata sedangkan pada peubah panjang batang, jumlah ruas (MEI M1 dan M2), diameter batang, brix dan bobot batang berpengaruh sangat nyata. Perlakuan klon pada peubah jumlah ruas (JUNI M1, M2 dan JULI M3) dan jumlah batang menunjukan tidak berpengaruh nyata.
KARAKTERISASI KLON UNGGUL HASIL PERSILANGAN PADA PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI LAHAN HOLLYWOOD Farisa Yasmin Mumtaz; Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i1.3806

Abstract

Produksi gula mengalami penurunan disebabkan oleh rendahnya rendemen pada tebu. Salah satu solusinya adalah dengan pemuliaan tanaman yang dimulai dari mengidentifikasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dari Klon SB27, Klon SB28, Klon SB30, Klon SB31, Klon SB32, Klon SB33, Klon SB34, Klon SB35, dan Klon SBHijau serta klon yang memiliki potensi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu Klon (Klon SB27, SB28, SB30, SB31, SB32, SB33, SB34, SB35, dan SBHijau) diulang 3 kali dengan variabel pengamatan meliputi variabel pertumbuhan dan deskripsi tanaman Data pengamatan kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Jika terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT 5% dan uji korelasi. Berdasarkan deskripsi, Klon SB28 memiliki kecenderungan terhadap tetua cenning. Klon SB35 dan SB27 memiliki kecenderungan tetua PSBM 901. Klon SB32 dan SB31 memiliki kecenderungan dengan tetua VMC 71-738. Klon SB30 dan SB34 memiliki kecenderungan terhadap tetua VMC 76-16. Dan klon SB Hijau memiliki kecenderungan dengan tetua PS 862. Terdapat perbedaan nyata sembilan klon tanaman temu pada variabel tinggi batang, jumlah batang, diameter, dan brix. Tidak terdapat korelasi yang nyata dari semua variabel pengamatan.
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA KLON TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA NAUNGAN DI TANAH ALUVIAL KEBUN SAMBIROTO KECAMATAN SOOKO – MOJOKERTO Moch. Rizal Saifudin; Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v4i1.2331

Abstract

Kebutuhan gula di Indonesia setiap tahun semakin meningkat namun tidak didukung oleh produksigula dalam negeri. Melihat fakta tersebut maka perlu adanya usaha untuk mengembangkanproduktivitas industri gula di Indonesia yaitu dengan cara melakukan penelitian pada klon-klontanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini menggunakan tiga klon tebu yaitu SB1, SB3dan SB20 yang diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Tebu (P3T) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April –Agustus 2020 di Tanah Aluvial Kebun Sambiroto, Kecamatan Sooko – Mojokerto. Tujuan daripelakasanaan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan produksi dari tiga klontebu tersebut pada naungan. Peneitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yangterdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis klon tebu yang terdiri dari 3 taraf dan faktor keduaadalah naungan yang terdiri dari 2 taraf. Data yang diperoleh dari pengamatan kemudian dianalisismenggunakan sidik ragam dan dilanjut dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukan adanyaperbedaan nyata pada variabel pertumbuhan dan produksi.
GENETIC DIVERSITY BASED ON GROWTH VARIABLES OF THREE BAMBARA GROUNDNUT LANDRACES (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) Endah Sri Rejeki; Suhaili Suhaili; Rahmad Jumadi; R. Agustina; W. Lailiyah; setyo budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1808

Abstract

Bambara groundnut has competitive nutritional value such as 49–63.5% carbohydrate, 15–25% protein, and 4.5–7.4% fat. There is not available yet a superior variety. Bambara Groundnut Research Centre has been working intensively to select the candidates of superior variety. Three of bambara groundnut pure lines of BGRC seed collection, including Gresik (Gresik), GHC (Gresik) and S19-3 (Namibia) assessed based on their growth traits, including germination rate, number of leaves, plant height (cm), length of petiole (cm), length of internode (cm), growth type, 1st flowering (das) and 50% of flowering (das) in the Gresik field 5 m above sea level, with Random Complete Block Design experiment, three replicates. Analysis of means (ANOM) calculated to test differences between landraces in particular traits. Heritability of three pure lines calculated based on Mean Square Estimated of Analysis of Variance (ANOVA), as well as coefficient correlation, using Minitab 18. The result showed that S19-3 as an introduced landrace from Namibia has traits similarity to the two landraces, namely GHC and Gresik except days to 50% flowering time. Analysis of means shows that S19-3 has days to 50% flowering early compare to the others. The trait of 50% flowering time (dap) also shows a high heritability (0.58). First flowering time has a significant correlation with 50% flowering time in positive direction.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK ORGANIK GRANUL DAN PUPUK PHONSKA PLUS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DENGAN METODE BAGAL SATU MATA TUNAS Diana Fitriyah Rahayu; Setyo Budi; Wiharyanti NurLailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v4i2.3049

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan baku pembuatan gula.Produksi tanaman tebu mengalami penurunan yang diakibatkan oleh pemupukan yang tidakseimbang dan metode penanaman bibit tebu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkanproduksi tanaman tebu. Hal ini dapat ditempuh melalui pemberian pupuk organik granul danpupuk phonska plus yang berimbang dengan menggunakan metode bagal satu mata tunas.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Agroteknologi di Desa Klangonan, Gresik padabulan Mei - Juli 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan AcakKelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama Pupuk Organik Granul (G) dengan duataraf yaitu Gi dan G2 dan Pupuk Phonska Plus (P) dengan tiga taraf yaitu Po, Pi, P2 dan diulangtiga kali sehingga terdapat 18 kombinasi perlakuan. Analisis data menggunakan Anova denganuji F 5%. Jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%.Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan pemberian pupuk organik granul terdapat bedanyata tertinggi dibandingkan perlakuan pemberian pupuk phonska plus pada semua umurpengamatan (45, 59, 73, dan 87 HST). Pada pemberian dosis pupuk organik granul 1.500 kg/hadapat meningkatkan tinggi batang dan diameter batang. Pada pemberian pupuk phonska pluspada dosis 200 kg/ha dan 400 kg/ha tidak terdapat perbedaan nyata pada semua variabelpengamatan. Terdapat interaksi perlakuan pemberian pupuk organik granul dan pupuk phonskaplus pada pengamatan tinggi batang dan diameter batang terhadap pertumbuhan tanaman tebu.Perlakuan paling efektif yaitu G2P1 (pemberian pupuk organik granul 1.500 kg/ha + pupukphonska plus 200 kg/ha) dapat meningkatkan produksi tanaman tebu.
INTERAKSI JENIS GALUR DAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (VIGNA SUBTERRANEA (L.) VERDC) Muhammad Kurnia Sandi; Endah Sri Redjeki; Setyo Budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 6 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v6i2.6313

Abstract

Kacang bambara adalah salah satu tanaman legume yang toleran terhadap kekeringan dan tumbuh baik dilahan marginal. Kacang bambara bisa dijadikan sumber makanan alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pangan Indonesia. Peran air tetap di butuhkan untuk keberlangsungan hidup kacang bambara meskipun tanaman ini toleran kekeringan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan air terhadap lima galur kacang bambara untuk tetap tumbuh dan menghasilkan. Penelitan ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, pada bulan Agustus-Januari 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 5 kali ulangan sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan. Faktor utama yaitu jenis galur (G) terdiri atas 5 galur (G1 G2, G3, G4, G5 ) dan faktor kedua yaitu volume air (V) terdiri dari tiga taraf (V1, V2, V3). Variabel pengamatan terdiri dari 8 fase vegetatif dan 13 fase genaratif. Analisis data yang digunakan adalah Anova dan uji DMRT 5%. Terdapat interaksi sangat nyata perlakuan jenis galur dan volume air pada variabel laju perkecambahan (HST), tinggi tanaman 11 dan 15 HST (cm), jumlah daun 5,6,7,8,11,12,13,14,15,16 dan 17 MST (helai), lebar tajuk 30,60,90, dan 120 HST (cm), panjang petiole (cm), jumlah polong (Butir), ketebalan kulit polong (mm), bobot brangkasan basah (g), bobot brangkasan kering (g), fruit set (%). Hasil terbaik menunjukkan G2V1 (Galur Gresik Hitam 54 dan Volume Air 200 ml/hari) terdapat interaksi nyata oleh variabel tinggi tanaman 11 MST (21,80 cm), jumlah daun 16 MST (89 Helai), jumlah polong (9,00 butir), bobot basah brangkasan (57,78 g), dan bobot kering brangkasan (7,20 g).