Zulkifliani Zulkifliani
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

BIOREMEDIATION OF CRUDE OIL CONTAMINATED SEAWATER WITH THE APPLICATION OF BIOSURFACTANT AND BIOSTIMULATION Zulkifliani Zulkifliani; Atiyah F F Yumna; Subagiyo Subagiyo
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 41 No 2 (2018)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.41.2.340

Abstract

Petroleum is one of the pollutant sources that can be found in the oceans and has a negative impact onthe marine ecosystem. Special conditions are needed to reduce the pollutant, one of the processes that occursis biodegradation, which is the process of degradation of petroleum hydrocarbon components by the activityof microorganisms so that the marine ecosystem returns to normal. Remediation of seawater contaminatedwith petroleum through the application of biosurfactants and biostimulation is one way to increase theeffectiveness of petroleum biodegradation. To examine these aspects laboratory-scale experiments werecarried out using basic seawater media which added oil pollutants. There are four treatments: P0 (basicmedia without the addition of biosurfactant and nutrients), P1 (addition of biosurfactant), P2 (additionof biosurfactant and nutrients), and P3 (addition of nutrients). The results of observations for 21 daysof incubation showed that the addition of biosurfactant treatment did not show a signifi cant increase110in biodegradation. Signifi cant increase in biodegradation occurs in the treatment with the addition ofbiostimulants and more degradation if biostimulation is combined with biosurfactant.
BIODEGRADATION ENHANCEMENT OF OILY WASTEWATER BY OZONATION METHOD Syafrizal Syafrizal; Zulkifliani Zulkifliani; Fami Adetyas Maulana Pratama; Setijo Bismo
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 38 No 2 (2015)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.38.2.541

Abstract

This research is aimed at improving the ability of oily wastewater biodegradation through the ozonation method, where ozone will oxidize organic compounds in the oily wastewater that are diffi cult to be degraded by bacteria so that the structure becomes simpler. The ozonation process is done by using a corona-discharge ozonator and semi-batch reactor, and the process is varied by ozone dose and pH value. The ozonation process is then followed by a biodegradation process, where the bacteria that is used is Pseudomonas sp. This study also observed the effect of surfactants in supporting the biodegradation processes. An indicator of research success is the increase in the biodegradation percentage of the sample, followed by an increase in the value of the constant rate of bacterial growth. The research results shows that the ozonation method and the use of surfactant can support the oily wastewater biodegradation process. This is shown by the value of the biodegradation percentage and the constant rate of bacterial growth results, in which respective values are able to reach 86,787% and 0,339 at the optimal operating conditions (ozone dose of 0.53 g/h; pH 7; Bios-H surfactant concentration 500 ppm).
Reduction Of Bacteria Cells Viability In Injection Water By Using Ammonium Chloride Zulkifliani Zulkifliani; Usman Usman
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 34 No 1 (2011)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.34.1.789

Abstract

Ammonium chloride is one of the biocides used to reduce viability of bacterial cells in  produced water from oil wells that will be applied as injection water. The advantage of this biocide is having high epication penetrate the cell wall, causing death of bacteria cells (bacteriocidal). Tests for antibacterial activity was done by using the API RP-38 method by adding ammonium chloride into the produced water to obtain the final concentrations of 4, 8, 16, 32, 64, and 128 mg/L. Laboratory test results showed that giving ammonium chloride at a concentration of 64 mg/L can significantly reduced the viability of bacterial cells, including groups of aerobic and anaerobic bacteria.
The Effect Of Biocides Addition Against Morphology And Size Distribution Of Bacteria Cells In Injection Water Zulkifliani Zulkifliani; Junita Trivianty Musu
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 34 No 1 (2011)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.34.1.792

Abstract

Produced water is the water produced along with oil and gas. Produced water contains small to large quantities of suspended solids, such as corrosion material, scale, clay, wax, oil residues, and also bacteria and their metabolites. Produced water which is re-injected into the reservoir without having proper water treatment can lead to rock plugging and reservoir damage. One of the causes of reservoir damage is the occurrence of bacteria cells and their metabolites. Biocides are used to reduce the viability of bacteria cells in produced water to be applied as water injection. The aim of this study is to understand the effect of biocides on morphology and the size distribution of bacteria cells in injected water. Observations with scanning electron microscope (SEM) and laboratory tests showed that provision of biocides can cause damage of cytoplasmic membrane on bacteria cells or cells lyses and significantly reduced size distribution of bacteria cells.
KAJIAN PEMANFAATAN GAS DME (DIMETHYL ETHER) ATAU UJI TERAP PADA SEKTOR RUMAH TANGGA DI WILAYAH SUMATERA SELATAN Emi Yuliarita; Zulkifliani Zulkifliani; Murachmad Dwi Atmanto; Djoko Sunarjanto; Aziz Masykur Lubad
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 2 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.2.499

Abstract

Kajian pemanfaatan gas Dimethyl Eter (DME) atau Uji Terapan telah dilakukan di kota Palembang, Muara Enim dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Tujuan dilakukannya uji terap pemanfaatan gas DME dengan kompor khusus DME pada sektor rumah tangga guna mengetahui keberterimaan gas DME di masyarakat khususnya daerah Sumatera Selatan.  Pemilihan wilayah tempat pelaksanaan uji terap terkait adanya program hilirisasi batu bara (Coal to DME) oleh PT. Bukit Asam. Metodologi yang dilakukan adalah survey kelayakan responden melalui pengisian kuisener yang sudah disiapkan, pemantauan/monitoring pemakian kompor gas DME selama masa uji terap dan evaluasi data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan statistik hasil uji lapangan. Hasil uji terap menunjukkan keberterimaan masyarakat sangat baik berdasarkan respon positif masyarakat. Umumnya responden lebih memilih gas DME dengan alasan DME lebih lama masa pakainya.
Penanggulangan Tanah Terkontaminasi Limbah Minyak Menggunakan Teknik Bios (Skala Pilot) Zulkifliani Zulkifliani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.613

Abstract

Penanggulangan tanah yang terkontaminasi oleh limbah minyak memerlukan oil separationtechnology yang tepat dan tidak menimbulkan masalah lain. Salah satu usaha penanggulanganlimbah tersebut adalah menggunakan teknik yang terintegritas, feasible (efektif dan efisien) danramah lingkungan yaitu teknik Bios. Aplikasi teknik Bios untuk pengolahan tanah tercemar minyakskala pilot telah dilakukan pada studi ini dengan hasil yang baik. Tanah yang tercemar minyakdengan total hidrokarbon minyak (TPH-Total Petroleum Hydrocarbon) dengan rerata 33,59%dapat diturunkan menjadi 0,98%.). Di samping itu berdasarkan analisis laboratorium, minyakyang berhasil diambil kembali (oil recovery) masih dapat digunakan kembali sebagai oil feed dikilang.
Karakterisasi Biopolimer untuk Aplikasi Microbial Profile Modification (MPM) yang Dihasilkan oleh Isolat Bakteri BLCC N-197 Zulkifliani Zulkifliani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 39 No 2 (2005)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.39.2.736

Abstract

Eksploitasi minyak bumi secara konvensional masih terbatas jumlah produksinya; diperkirakan 1/3 dari kandungan minyak awal (OOIP) dari cadangan minyak bumi yang ada dalam reservoir masih tersisa dalam pori-pori batuan. Untuk mengatasi permintaan minyak bumi yang semakin meningkat diperlukan suatu teknologi baru yang dapat mengeksploitasi sumur minyak secara maksimal. Minyak bumi yang masih terperangkap dalam pori-pori batuan dalam reservoir masih dapat diproduksi kembali dengan teknologi En- hanced Oil Recovery (EOR). Teknologi ini merupakan salah satu metode yang sangat berperan dalam usaha meningkatkan dan memperpanjang masa produksi minyak. Salah satu teknologi perolehan minyak secara EOR adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR), yaitu pengurasan minyak bumi dengan memanfaatkan aktivitas atau bioproduk dari mikroba (exogenous dan indigenous microbes), seperti biopolimer, biosurfaktan, biofilm, biogas, dan bioasam. Biopolimer merupakan salah satu bioproduk yang dapat digunakan untuk menurunkan permeabilitas pada daerah-daerah yang mempunyai permeabilitas tinggi atau pori-pori batuan yang terbentuk dari reservoir yang heterogen dengan proses penyumbatan yang selektif (permeability modification). Modifikasi permeabilitas adalah teknik yang umum digunakan untuk memperpan- jang masa produksi lapangan minyak yang mengguna- kan metode waterflood. Saturasi minyak residu (ROS) yang merupakan minyak sisa setelah proses water- flood sebagai target untuk aplikasi proses penyumbatan selektif (selective plugging) dengan menggunakan biopolimer atau polimer jenis lain. Ada tiga tipe penyumbatan oleh mikroba yang telah diketahui, yaitu penyumbatan oleh sel-sel yang hidup (viable bacte- rial cells), sel-sel yang telah mati (non viable bacte- rial cells), dan bioproduknya (di antaranya biopolimer). Sehubungan dengan pemanfaatan biopolimer tersebut untuk aplikasi teknologi MEOR, perlu dilakukan penelitian skala laboratorium untuk mengetahui karakteristik biopolimer, di antaranya adalah resistensi biopolimer terhadap suhu tinggi (100°C), pengaruh biopolimer terhadap sudut kontak minyak dan batuan, serta analisis efek biopolimer terhadap permeabilitas. Diharapkan dengan uji karakteristik tersebut dapat diketahui unjuk kerja biopolimer (biopolymer perfor- mance) untuk diaplikasikan dalam meningkatkan pengurasan minyak, khususnya untuk reservoir yang mempunyai persoalan thief zones dan suhu tinggi.
Penanggulangan Tanah Terkontaminasi oleh Limbah Minyak dari Kilang/Unit Pengolahan dengan “Bios Oil Removal” pada Skala Laboratorium (Tahap-I) Zulkifliani Zulkifliani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.760

Abstract

Kilang minyak merupakan fasilitas proses pengolahan minyak bumi (crude oil) menjadi produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Non-BBM. Dalam prosesnya di samping diperoleh produk-produk yang bermanfaat juga dihasilkan material sisa yang tidak bermanfaat lagi (atau jika diproses membutuhkan biaya yang besar) dalam bentuk limbah padat, cair, dan gas. Komponen-komponen dalam limbah tersebut dapat berasal dari impurities minyak bumi itu sendiri atau berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan selama proses pengolahan minyak bumi. Limbah-limbah yang dihasilkan oleh industri migas secara umum diproses lagi sampai dinyatakan aman berdasarkan baku mutu limbah kilang minyak yang ditetapkan oleh pemerintah. Teknologi pengolahan limbah yang ada di industri migas menggunakan beberapa teknik di antaranya adalah teknik pengolahan limbah secara fisik/mekanik (mechanical separation), teknik secara kimia (chemical separation), dan teknik secara biologi (bioprocess). Teknologi pengolah limbah tersebut di atas dapat diaplikasikan secara terpisah atau dikombinasikan satu dengan lainnya sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Di samping itu dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah proses migrasi limbah minyak pada area di sekitarnya berbentuk gundukan (erupsi) di permukaan tanah. Gundukan-gundukan ini dapat timbul pada permukaan jalan atau dari bawah lantai bangunan, akibat yang ditimbulkannya dapat merusak dan membahayakan keberadaan fasilitas-fasilitas vital yang berada di atas atau sekitarnya, seperti refinery control room, jaringan pipa di bawah dan permukaan tanah serta sarana jalan