Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penggunaan Media Kartu Gambar dalam Kegiatan Bercakap-cakap Bahasa Inggris Anak Usia Dini di TK Mawar Bolaang Mongondow Selatan Nur Wahidah Thayib Pido; Novita Suadi
Early Childhood Islamic Education Journal Vol. 2 No. 02 (2021): Early Childhood Islamic Education Journal, Volume 01, Nomor 02, Tahun 2021
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54045/ecie.v2i02.238

Abstract

Abstrak: Bahasa Inggris kepada anak seharusnya dikenalkan sejak usia dini, karena anak usia dini masih merupakan masa-masa dasar pertama untuk mereka mengembangkan salah satu kemampuan bahasa, khususnya dalam berkosa kata bahasa Inggris. Tetapi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan, bahasa Inggris jarang diajarkan untuk melatih keterampilan berbahasa mereka. Namun di TK Mawar Bolaang Mongondow Selatan, tidak hanya dikenalkan melalui pengenalan kosa kata, Sekolah ini menggunakan kartu bergambar pada kegiatan bercakap-cakap untuk mengembagkan kemampuan berbahasa Inggris anak. Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengamatan peneliti terhadap kemampuan bahasa inggris anak secara lisan melalui kegiatan bercakap-cakap dengan kartu bergambar yang diterapkan oleh guru yaitu sebanyak 80% dari kemampuan bahasa Inggris dasar AUD umumnya . Kata Kunci: Kartu Gambar, Bercakap-cakap, Bahasa Inggris AUD Abstract:English for children should be introduced from an early age, because early childhood is the first basic period for them to develop one of the language skills, especially English vocabulary. But the problems often occur in the environment is English rarely taught to practice their language skills. However, in Mawar kinderharten in Bolaang Mongondow Selatan. They not only use but also uses picture cards in conversation activities to develop children's English skills. The research method used in this research is a descriptive qualitative, the data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results showed that observations of children's English skills trough conversation activities with flash card that applied by the teacher is 80% of basic English skills in general. Keywords:Flash Card, Conversation, English for Children
Analisis Isi dan Bahasa Buku Teks Bahasa Inggris SMA Kelas 10 Terbitan Erlangga 2013 Nur Wahidah Thayib Pido; Susanti Pakaya; Lutvia Dentau
Journal of Nusantara Education Vol. 2 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.733 KB) | DOI: 10.57176/jn.v2i1.43

Abstract

Buku teks pelajaran adalah salah satu media penunjang dalam kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Buku yang digunakan pun harus memiliki kriteria yang tepat untu menjadi kan Bahan ajar. Bahan ajar juga harus dibuat sesuai dengan syarat-syarat pembuatannya. Mendiknas (2008: 6) menjelaskan bahwa “bahan ajar merupakan bahan pembelajaran yang digunakan untuk membantu siswa belajar. Jika dilihat dengan kenyataan di lapangan buku ajar yang digunakan tidak mudah dipahami oleh siswa, bahasanya terlalu komplex. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif jenit metodenya adalah kajian pustaka. Data kualititatif diperoleh berdasarkan hasil pra observasi, wawancara, dan angket.  Butir kelengkapan materi memiliki skor total 12 dari skor maksimal 20 sehingga mendapatkan persentase nilai 55% dengan status cukup. Butir keluasan materi memiliki skor total 12 dari 20 sehingga mendapatkan persentase nilai 55% dengan status kurang luas Pada Butir  tema memiliki skor total 20 dari skor maksimal 20 sehingga mendapatkan persentase nilai 100% dengan status sangat sesuai . Berdasarkan simpulan pada penelitian ini, peneliti mengajukan  Pertama, guru hendaknya memilih buku aacuan yang bagus dan memiliki Bahasa yang ringan untuk digunakan guna mendukung pembelajaran. Kedua, guru sebaiknya memilih buku ajar yang ringan dari segi Bahasa dan mampu menyampaikan dengan metode yang tepat agar siswa mudah menyerap dengan baik sesuai capaian kompetensi yang diinginkan. The textbook is one of the supporting media in teaching and learning activities in the classroom. The books used has the right criteria to become teaching materials. Teaching materials must be made in accordance with the conditions of manufacture. The Minister of National Education (2008: 6) explains that “teaching materials are learning materials used to help students learn. If we look at the reality in the field, the textbooks used are not easily to understood by students, the language is too complex. The method used in this research is descriptive qualitative method. The method is literature review. Qualitative data were obtained based on the results of pre-observation, interviews, and questionnaires. The item completeness of the material has a total score of 12 out of a maximum score of 20 so that it gets a 55% score percentage with sufficient status. The item breadth of material has a total score of 12 out of 20 so that it gets a percentage score of 55% with the status of being less extensive. Based on the conclusions in this study, the researcher proposes first, the teacher should choose a good reference book and have a light language to use to support learning. Second, teachers should choose textbooks that are light in terms of language and are able to convey in the right method so that students easily absorb well according to the desired competency achievement.
Mapping the Evolution and Thematic Trends of ChatGPT Use in Academic Writing: A Bibliometric Analysis Anisa Kamaru; Jhems Richard Hasan; Nur Wahidah Thayib Pido
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 02 (2025): Research Articles, August 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i02.6471

Abstract

Since its release in late 2022, ChatGPT has emerged as a notable phenomenon in academic writing and education, particularly within English language teaching. It has been widely adopted for drafting, editing, and evaluating academic texts. However, systematic mapping of its thematic evolution and development remains scarce. This study applies a bibliometric approach to examine the evolution and thematic trends of ChatGPT-related research in academic writing from 2022 to 2025. A total of 112 publications were retrieved from the Scopus database and analyzed using VOSviewer to identify publication growth patterns, author and institutional collaborations, and the emergence of new research themes. The analysis revealed a sharp increase in publications between 2023 (n = 46) and 2024 (n = 52), with dominant research themes focusing on benefits, ethical concerns, and pedagogical integration of ChatGPT. Emerging topics, including the evaluation of AI in academic assessment, demonstrated accelerated attention in 2024 and early 2025. Geographical distribution analysis showed concentration in countries such as the United States, China, and the United Kingdom, indicating unequal global access to technology and research resources. This study offers the first comprehensive bibliometric mapping of ChatGPT research in academic writing, highlighting its thematic development and research gaps. The findings provide a strategic foundation for advancing future studies, guiding educational practices, and informing policy decisions. The results are expected to support the ethical and effective integration of generative AI into writing instruction, particularly in English language teaching.
Hubungan Ice Breaking Tic Tac Toe Terhadap Motivasi Belajar PAI Materi Kewarisan Dan Kearifan Islam Windarsi Patilanggio; Lamsike Pateda; Nur Wahidah Thayib Pido
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.617

Abstract

Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih menjadi perhatian karena sebagian siswa menunjukkan kurangnya antusiasme dan keterlibatan dalam proses pembelajaran, khususnya pada materi kewarisan dan kearifan Islam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah melalui penggunaan ice breaking tipe Tic Tac Toe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan ice breaking tipe Tic Tac Toe terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi kewarisan dan kearifan Islam di kelas XII.8 SMA Negeri 1 Kabila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 35 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan observasi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara penggunaan ice breaking tipe Tic Tac Toe dengan motivasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan ice breaking tipe Tic Tac Toe, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan ice breaking tipe Tic Tac Toe dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Makna Penggunaan Konten Microlearning di Media Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo Lara Ismail; Habibie Yusuf; Nur Wahidah Thayib Pido; Mariaty Podungge
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna penggunaan konten microlearning di media sosial dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru Akidah Akhlak dan peserta didik yang terlibat dalam pembelajaran berbasis konten microlearning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten microlearning digunakan dalam bentuk video pendek, infografis, gambar edukatif, animasi, dan materi ringkas yang dibagikan melalui YouTube, YouTube Shorts, dan WhatsApp. Peserta didik memaknai konten microlearning sebagai media belajar yang sederhana, menarik, mudah diakses, dan membantu mereka memahami nilai-nilai Akidah Akhlak secara lebih cepat. Konten tersebut juga berperan dalam meningkatkan minat, perhatian, keaktifan, semangat, kemandirian, dan rasa percaya diri peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa microlearning di media sosial bukan sekadar media pelengkap, tetapi strategi pedagogis yang relevan dengan karakter generasi digital dan dapat memperkuat pembelajaran Akidah Akhlak yang lebih kontekstual, fleksibel, dan bermakna.
The Influence of Online Games on English Language Development Among High School Students: A Qualitative Study: English R. Rabdillah Oktariangga Raja hasril; Nur Wahidah Thayib Pido
Journal of English Teaching and Linguistic Issues (JETLI) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of English Teaching and Linguistic Issues (JETLI)
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jetli.v5i1.2968

Abstract

This qualitative study examines the influence of online games on English language development among high school students in Pekan baru, Riau Province, Indonesia. Despite growing scholarly interest in digital game-based language learning (DGBLL), empirical qualitative evidence from Indonesian secondary school contexts remains scarce. Employing a qualitative research design, data were collected from n = 20 students (Grades 10–12, aged 15–18) through in-depth interviews, participant observation, and open-ended questionnaires over an eight-week period. Data were analysed using thematic analysis following Braun and Clarke's (2006) six-phase framework. Findings reveal four overarching themes: (1) vocabulary acquisition through contextualised in-game exposure; (2) enhancement of listening and speaking skills via real-time multiplayer communication; (3) reduction of foreign language anxiety (FLA) in informal gaming environments; and (4) challenges pertaining to inappropriate linguistic register and the absence of pedagogical scaffolding. The study concludes that online games function as effective supplementary tools for English language development when purposefully integrated into a structured pedagogical framework. Implications for EFL curriculum design and teacher professional development in Indonesian secondary schools are discussed.