Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PROFIL HEMATOLOGI TERHADAP PELUANG REMISI KOMPLIT PADA ANAK LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT Christina Amalia; Dian Sukma Hanggara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2021): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/the public health.v5i1.970

Abstract

Latar belakang: Leukemia Mieloblastik Akut (LMA) merupakan suatu keganasan sistem hematopoietik yang ditandai dengan transformasi neoplastik dan gangguan diferensiasi sel-sel progenitor dari seri mieloid. Sekitar 85% kasus terjadi pada dewasa,15% pada anak. Keberhasilan pemberian kemoterapi dan supportive care dapat meningkatkan angka remisi 60%-70%. Diperlukan identifikasi parameter yang berpengaruh dalam terjadinya remisi komplit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan profil hematologi (kadar hemoglobin, jumlah leukosit dan trombosit) dengan peluang remisi komplit pada anak penderita LMA. Metode: Penelitian analitik retrospektif dengan menggunakan data dari rekam medik pasien tahun 2015-2017 di RSUD Dr.Saiful Anwar Malang. Hasil: terdapat hubungan positif kuat antara jumlah trombosit dengan peluang remisi komplit (r=0,697, p<0,05) dan terdapat hubungan positif sedang antara kadar hemoglobin dengan peluang remisi komplit pada pasien LMA (r=0,412, p<0,05). Beberapa pemeriksaan tersebut dapat menjadi parameter untuk evaluasi peluang remisi komplit pasien LMA. Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin, jumlah trombosit dengan peluang remisi pasien LMA. Kata Kunci : Leukemia Mieloblastik Akut (LMA), remisi komplit
Sindroma Lisis Tumor pada Leukemia Limfoblastik Akut L2 Hari Oki, Hambiah; Dian Sukma Hanggara; Hani Susianti; Nugroho, Susanto
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.04.1.8

Abstract

Latar Belakang: Sindroma lisis tumor adalah sekumpulan gejala metabolik akibat terlepasnya subtansi intraselular kedalam sirkulasi darah. Kriteria Cairo dan Bishop digunakan untuk menegakkan sindroma lisis tumor. Pasien dengan keganasan hematologis seperti leukemia akut sering mengalami sindroma lisis tumor, begitu juga dengan komplikasi infeksi. Evaluasi sindroma lisis tumor, khususnya mengetahui parameter laboratorium yang dapat digunakan serta komplikasi yang dapat muncul seperti infeksi merupakan hal yang penting untuk dipahami. Laporan Kasus: Anak laki-laki berusia 2 tahun menjalani pengobatan kemoterapi rumatan untuk LLA L2 yang di diagnosa sejak kurang lebih 1 tahun lalu. Pasien datang tanpa keluhan, namun mengalami perburukan kondisi seiring berjalannya kemoterapi. Diapatkan imbalans elektrolit serta gejala klinis yang sesuai dengan gambaran sindroma lisis tumor. Pada saat perawatan pasien juga menderita pneumonia, infeksi saluran cerna serta sepsis (skor PELOD 15). Kesimpulan dan Saran: Pasien mengalami sindroma lisis tumor saat sedang menjalani proses kemoterapi rumatan. Meskipun pasien datang tanpa keluhan, namun terdapat hiperurisemia dan peningkatan kreatinin yang mungkin dapat dipertimbangkan sebelum inisiasi kemoterapi. Sepsis pada pasien ini mungkin disebabkan oleh bakteri pada saluran cerna mengingat neutropenia berat yang dialami.
Sindroma Lisis Tumor pada Leukemia Limfoblastik Akut L2 Hari Oki, Hambiah; Dian Sukma Hanggara; Hani Susianti; Nugroho, Susanto
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.04.1.8

Abstract

Background: Tumor lysis syndrome is metabolic abnormalities due to accumulation of intracellular contents in systemic circulation. Cairo and Bishop criteria is used to diagnosing it. Patient with hematological malignancies such as acute leukemia is more prone to this syndrome, and also infection that comes with it. Evaluating tumor lysis syndrome, especially knowing which laboratory parameters used and probable complication are crucial. Case Report: Two years old boy undergone maintenance chemotherapy for his ALL L2 that has been diagnosed one year ago. Patient has no complaint at admission, but went to worsened condition as the chemotherapy was given. Electrolyte imbalances and clinical manifestations depicting tumor lysis syndrome was found. Patient also experiencing pneumonia, gastrointestinal tract infection and sepsis (PELOD score 15). Conclusion and Suggestion: Patient experiencing tumor lysis syndrome when he was going through maintenance chemotherapy. Even though he was admitted without any major complaints, but hyperuricemia and elevated creatinine at the time of admission should be considered before initiating chemotherapy. Sepsis in this patient might be cause by bacterial infection of the gastrointestinal tract due to his severe neutropenia condition.