Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ipssj

PENGEMBANGAN KREATIVITAS PENYANDANG TUNA GRAHITA MELALUI BATIK CIPRAT DI DESA KARANGPATIHAN BALONG PONOROGO TAHUN (2016-2022) Dziki Haniful Ichsan; Agus Trilaksana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan batik ciprat yang dikelola oleh masyarakat dan penyandang Tuna Grahita di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada tahun 2016–2022. Latar belakang penelitian ini berawal dari kondisi sosial ekonomi Desa Karangpatihan yang dikenal sebagai desa dengan jumlah penyandang Tuna Grahita cukup tinggi, serta upaya pemerintah desa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif yang inklusif. Batik ciprat dipilih karena teknik pembuatannya relatif sederhana, adaptif terhadap kemampuan penyandang disabilitas intelektual, dan memiliki nilai ekonomi serta edukatif. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa wawancara dengan Kepala Desa Karangpatihan, pengelola Rumah Harapan, dan para pengrajin batik ciprat, serta sumber sekunder dan tersier berupa dokumen desa, arsip, laporan kegiatan, dan pemberitaan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha batik ciprat mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari segi jumlah produksi, kualitas motif, jangkauan pemasaran, maupun dukungan kelembagaan dari pemerintah desa, perguruan tinggi, dan mitra eksternal. Selain berdampak pada peningkatan ekonomi dan kemandirian penyandang Tuna Grahita, keberadaan batik ciprat juga mengandung nilai-nilai pedagogis, seperti pembelajaran kemandirian, kerja sama, disiplin, kesabaran, serta penguatan rasa percaya diri dan integrasi sosial. Dengan demikian, batik ciprat tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan dan pendidikan sosial yang mendukung terwujudnya desa inklusif di Desa Karangpatihan.
PROGRAM “PAHLAWAN EKONOMI” PADA MASA KEPEMIMPINAN WALIKOTA TRI RISMAHARINI (2010-2020) Elda Dwi Anifah; Agus Trilaksana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pahlawan Ekonomi merupakan salah satu bentuk inovasi kebijakan sosial-ekonomi yang digagas oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sejak tahun 2010. Program ini dirancang sebagai strategi komprehensif untuk menanggulangi kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan fokus utama pada perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang lahirnya Program Pahlawan Ekonomi, menganalisis proses implementasinya selama masa kepemimpinan Tri Rismaharini (2010–2020), serta mengkaji dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan terhadap masyarakat Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahapan, yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber, antara lain dokumen resmi Pemerintah Kota Surabaya, arsip media massa, publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), serta hasil wawancara dengan Koordinator Program Pahlawan Ekonomi dari Tahun 2010 dan peserta program pahlawan ekonomi tahun 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pahlawan Ekonomi lahir sebagai respons terhadap permasalahan kemiskinan di Surabaya dan kebutuhan untuk menciptakan model pembangunan ekonomi yang lebih partisipatif, inklusif, serta berkelanjutan. Dengan filosofi “perempuan sebagai mesin kedua ekonomi keluarga”, program ini menempatkan perempuan sebagai aktor utama pembangunan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Implementasi program dilakukan secara sistematis melalui proses seleksi peserta, pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan secara rutin di Kaza City Mall, pendampingan usaha, fasilitasi permodalan, sertifikasi legalitas usaha, serta promosi produk melalui pameran dan platform digital.
PERAN KH. MUDHOFIR ILYAS DALAM PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL-IKHLAS KALIBOTO TAHUN 1990-2019 M. Faisol Charis Permadi; Agus Trilaksana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran KH. Mudhofir Ilyas dalam perkembangan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Kaliboto pada periode 1990-2019. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana kepemimpinan kiai, strategi dakwah, dan penataan kelembagaan membentuk perkembangan pesantren lokal di wilayah perbatasan Kediri dan Nganjuk. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses konsolidasi pendidikan, ekspansi kelembagaan, serta dampak sosial-keagamaan pesantren bagi masyarakat Kaliboto. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama penelitian meliputi dokumen internal pondok, arsip foto, data buku induk santri, data inventaris sarana prasarana, buku perjalanan tokoh, serta wawancara dengan pengurus pesantren, keluarga, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekade 1990-an merupakan fase konsolidasi pendidikan salafiyah dan tata kelola internal, sedangkan periode 2000-2019 memperlihatkan ekspansi pendidikan formal, pertumbuhan jumlah santri, penguatan fasilitas, dan perluasan fungsi pesantren sebagai rujukan moral masyarakat. Kontribusi artikel ini terletak pada penjelasan mikro-historis mengenai kepemimpinan KH. Mudhofir Ilyas sebagai figur yang menghubungkan otoritas keilmuan, keteladanan sosial, dan adaptasi kelembagaan dalam sejarah pesantren lokal.
Gemeente Mojokerto pada Masa Krisis Ekonomi Tahun 1929-1938 Galih Tribagas Putra Tamiyah; Agus Trilaksana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Gemeente Mojokerto Pada Masa Krisis Ekonomi Tahun 1929-1938 ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dampak krisis ekonomi global 1929 (Great Depression) terhadap wilayah kolonial, khususnya Gemeente Mojokerto. Krisis tersebut memengaruhi kondisi ekonomi, kebijakan fiskal, dan kehidupan sosial masyarakat Hindia Belanda. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekonomi Gemeente Mojokerto pada tahun 1929–1938 serta dampak krisis terhadap masyarakatnya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan arsip kolonial, laporan statistik, surat kabar sezaman, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi menyebabkan penurunan perdagangan, pendapatan pajak, dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada komoditas ekspor, terutama gula. Dampaknya terlihat pada meningkatnya pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat, serta terganggunya lembaga kredit rakyat (Volkscredietwezen). Pemerintah Gemeente Mojokerto merespons melalui kebijakan penghematan dan penyesuaian fiskal, meskipun belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan sosial yang muncul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis ekonomi global memiliki pengaruh langsung terhadap struktur ekonomi lokal dan kehidupan sosial masyarakat di Gemeente Mojokerto. Penelitian lanjutan mengenai kota-kota lain diperlukan untuk memperkaya kajian sejarah ekonomi lokal di Indonesia.