Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) SECARA IN VIVO TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Azimatur Rahmi; Tika Afriani; Lia Permata Sari; Filmawati
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11961

Abstract

Daun sembung (Blumea balsamifera) secara empiris berkhasiat sebagai pengobatan deman. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antipiretik ekstrak etanol daun sembung terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan mencit putih jantan yang sehat sebanyak 30 ekor dengan bobot badan rata-rata 20-30 gram yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, dimana setiap kelompok terdiri dari 6 ekor mencit. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif sedangkan kelompok 2-4 sebagai kelompok perlakuan dan kelompok 5 sebagai kontrol positif. Dalam penelitian ini digunakan pepton 5% sebagai penginduksi demam pada mencit dengan menggunakan metode secara in vivo. Pengukuran suhu mencit dilakukan pada rektal mencit dengan interval waktu 30 menit hingga 120 menit. Penurunan suhu mencit dianalisis dengan uji one way anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan dosis 100, 150 dan 200 mg/BB gram mencit dapat menunjukkan adanya aktivitas antipiretik pada mencit yang signifikan (p< 0,05).
ADSORPTION ISOTHERMS OF LEAD ION BY CHITOSAN FROM SHRIMP SHELL Yenni Rahmadani; Fauzia Rozani; Azimatur Rahmi; Muslim Suardi
Jurnal Katalisator Vol 2, No 1 (2017): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.617 KB) | DOI: 10.22216/jk.v2i1.1576

Abstract

The adsorption activities of chitosan from dried shrimp shells Metapenaeus monoceros (Fabrices) has been studied by analyzing its ability to remove lead ion from aqueous solution. This process including (i) isolation of chitosan from shrimp sells by  deproteinization with NaOH, demineralization by adding HCl solution, decolorization with sodium hypo chloride and deacetylation by adding NaOH, (ii) studied of interaction between chitosan and Pb. The qualitative and quantitative method were used to analyses this chitosan. The isolate of chitosan has 72.39 % degree of deacetylation. This isolate was added into lead solution 10 – 1000 mg/l at pH 5. Furthermore, the solutions were shaken during 24 hours. After separation of chitosan from solution, the filtrate was identified by using Atomic Adsorption Spectrophotometric. The results showed that chitosan from dried shrimp shells can used as adsorbent of lead ion at pH 5 which followed Freundlich isotherm (r > 0.95).
Empowering Dasawisma Group in Nagari Lasi through Cultivation and Utilization of Family Medicinal Plants Tika Afriani; Azimatur Rahmi; Yulia Ningsih
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.8751

Abstract

While many empowerment programs focus solely on planting, this study integrates cultivation with the creation of innovative herbal products. The program involved six selected Dasawisma groups (Anggrek, Melati, and Mawar) in Nagari Lasi, Agam Regency. A Community-Based Research approach was conducted over eight months (July–December 2023), utilizing a structured questionnaire to measure knowledge and direct observation for skill assessment. Knowledge regarding TOGA cultivation and processing increased significantly by 82%. The groups successfully transformed harvests into innovative commercial products, including "Seduhan Lasi" (herbal drink), "Keripik Pegagan" (Centella chips), and "TomaLasi" (tomato dates). The program successfully shifted the community's role from passive producers to active micro-entrepreneurs, utilizing marketing strategies (4P) to enhance family economic resilience.
Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Sabun Mandi Cair Dari Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica [L] Urb) Kombinasi Minyak Lavender (Lavandula angustifolia) Azimatur Rahmi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.43

Abstract

Pegagan merupakan bahan alami yang sudah sering digunakan sebagai bahan dasar kosmetik, salah satunya dalam memformulasikan sabun mandi cair sebagai bahan dasar ekstrak daun pegagan, tanaman ini megandung senyawa fitokimia alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, triterpenoid, glikosida asiatikosida. Senyawa tannin dan flavonoid yang berpotensi sebagai anti oksidan yang dapat menangkap radikal bebas sehingga sangat bermanfaat bagi kulit. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan serta percobaan pada bentuk asli pada bukan sabun batangan berbahan dasar inti sari daun pegagan dengan penambahan minyak lavender sebagai pemberi aromaterapi. Tahapan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana untuk setiap formula di variasikan dengan konsentrasi ekstrak 5%, 7,5%, 10% kemudian dilanjutkan dengan ukuran rukunnya daam parameter uji bentuk sabun langsung mandi ngalir. Pengujian bentuknya terdiri dari empat formula dalam waktu 4 minggu yang lewat pengawasan uji organileptis, homogenitas, berat macam, uji pH, viskositas, naiknya busa, uji hedonik serta uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat Sabun cair memiliki bentuk, warna, bau yang stabil, tidak berubah dan tak ada percikan dalam hal ini bisa ditafsiri formulasi pada sabun mandi cair adalah homogen, bobot jenis dengan hasil sesuai yang disyaratkan SNI 06-4085 (1996), pH yang dihasilkan 6,8 ;6,7 ;6,4 ;6,5 memenuhi SNI 4085:2017,viskositas sesuai dengan SNI 06-4085 (1996) yang berkisar 400-4000 cps, tinggi busa yang memperlihatkan sabun paling bagus pada formula 3 dengan tinggi 15 cm, sedangkan pada uji hedonik sediaan sabun mandi cair dengan ekstrak 5 % lebih banyak di sukai oleh panelis, dan tidak mengalami iritasi pada kulit. Berdasarkan SNI 06-4085 (1996), adalah uji sensori, penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa mutu sabun cair yang mengandung ekstrak pegagan memenuhi persyaratan sabun cair bermutu tinggi., homogenitas, bobot jenis, viskositas, tinggi busa dan uji pH dengan standart SNI 4085:2017.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK DAUN KALE (Brassica oleracea var. acephala) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Linda Hevira; Nabila Putri Delvianti; Azimatur Rahmi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 2 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i2.98

Abstract

Kale merupakan salah satu jenis tanaman sayur daun dari famili Brassicaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang cukup baik untuk dibudidayakan. Kale mengandung vitamin dan mineral yang tinggi serta rendah kalori. Tanaman kale memiliki senyawa antioksidan berupa quercetin, β- karoten, dan antosianin. Antioksidan di dalam daun kale dapat digunakan untuk melindungi bibir dari paparan polusi dan sinar matahari yang menyebabkan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari daun kale (Brassica oleracea var.Achepala) dengan perbedaan konsentrasi yang telah diformulasikan menjadi sediaan lipbalm. Pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH pada panjang gelombang 514 nm, memperlihatkan aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh sediaan lipbalm dengan konsentrasi ekstrak daun kale 5% yang memiliki nilai IC₅₀ 9,959 ppm. Sedangkan untuk lipbalm dengan konsentrasi 1% dan 3% masing-masing memiliki nilai IC₅₀ yaitu 18,93 ppm dan 16,66 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua formulasi sediaan lipbalm dengan penambahan ekstrak daun kale ini dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.