Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Ekonomi dan Manfaat Hidrologis Pertambangan Pasir Sungai Sadang di Pinrang Sulawesi Selatan Arsyad Arsyad; Didi Rukmana; Darmawan Salman; Ilham Alimuddin
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.066 KB) | DOI: 10.20956/jal.v11i2.10374

Abstract

Sand is a material needed for various purposes such as construction materials and backfill materials so that the need for sand continues to increase. The economic potential in the form of increasing sand demand has triggered increased sand mining activities in the Sadang River in Pinrang Regency. The research took place between September and November 2019 which aimed to determine the economic potential and hydrological benefits of the Sadang River sand mining in Pinrang Regency. The research area covers three districts included in the Sadang River sand mining area of Pinrang Regency namely Patampanua, Duampanua and Cempa Districts. A field survey was conducted to find out the amount of production volume, production costs, mining and transportation activities. The results showed that the Sadang River sand mining has considerable economic potential. In addition to direct economic benefits, it also provides indirect economic benefits for the community around the mining area. If the river sand mining has been deemed damaging to the environment and disrupting the function of the river, then the passive river of Sadang River shows the opposite fact, namely that the Sadang River sand mining can help restore the hydrological function of the Sadang River to prevent siltation of the Sadang River due to sedimentation so as not to cause overflow and floods that can damage residents' settlements and agricultural land in three districts.
SEBARAN LAND SURFACE TEMPERATURE, INDEKS KERAPATAN VEGETASI DAN INDEKS KERAPATAN BANGUNAN DI KOTA MAKASSAR Syahriani; Ilham Alimuddin; Abdul Rahman Rasyid
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v11i1.30149

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi di Kota Makassar berdampak pada pembangunan yang mengakibatkan perubahan pada penggunaan lahan dan perubahan fungsi lahan, sehingga hal ini menjadi salah satu penyebab peningkatan suhu permukaan tanah di Kota Makassar, hal tersebut juga telah dikaji dalam penelitian (Liong & Sugiarto Nasrullah, 2021) dimana lahan terbangun mengalami peningkatan sebanyak 13,1 % dan terjadi peningkatan nilai rerata Land Surface Temperature (LST) di Kota Makassar sebesar 0,39oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran Land Surface Temperature (LST), Indeks Kerapatan Vegetasi, dan Indeks Kerapatan Bangunan di Kota Makassar Tahun 2013, 2017, dan 2021. Dalam penelitian ini digunakan data penginderaan jauh yang berupa citra Satelit Landsat 8. Data tersebut digunakan untuk memperoleh sebaran LST, Kerapatan Indeks Vegetasi, dan Indeks Kerapatan Bangunan di Kota Makassar. Landsat 8 menggunakan perhitungan dan kalibrasi skala Digital Number (DN) dimana menggunakan dua parameter sensor yaitu Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS) (Ikhwan, 2013). Analisis suhu permukaan tanah dibuat menggunakan model algoritma Land Surface Temperatur (LST) yaitu Mono-window Brightness Temperature, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Difference Built-Up Index (NDBI). Hasil Penelitian diperoleh bahwa variasi suhu permukaan daratan Kota Makassar berkisar antara 20oC - 33oC pada tahun 2013 dan 15 oC - 31 oC pada tahun 2021. Variasi indeks kehijauan vegetasi paling tinggi berkisar 0,26 - 1,00 pada tahun 2013 dan 0,15 – 1,00 pada tahun 2021. Sementara itu, indeks kerapatan bangunan tertinggi dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2021 berkisar -1 – 0.
ANALISIS KERAWANAN TERHADAP BANJIR ROB DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU Ilham Alimuddin; Nurul Istiqamah Ulil Albab
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.17785

Abstract

Abstrak: Banjir Rob telah menjadi salah satu permasalahan di kawasan pesisir Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru yang terjadi pada musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat Kerawanan Banjir Rob dan merumuskan arahan pemanfaatan ruang berbasis mitigasi struktural dan non struktural. Penelitian ini membutuhkan data kuantitatif, data kualitatif dan data spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif berdasarkan pembobotan skor 6 parameter yaitu Ketinggian Lahan, Jarak dari Pantai, Jarak dari Sungai, Kemiringan Lereng, Jenis Tanah dan Tutupan Lahan. Metode analisis yang digunakan berupa overlay untuk menganalisis tingkat kerawanan dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis menghasilkan tingkat kerawanan banjir rob berdasarkan kelasnya yaitu rawan, cukup rawan dan tidak rawan. Tingkat kerawanan bencana banjir rob di Kawasan pesisir Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi berada di Desa Madello, Desa Lampoko dan Kelurahan Takkalasi, tingkat kerawanan sedang berada di desa Binuang, Madello, Takkalsi,Lampoko, Balusu dan Kamiri, sedangkan untuk tingkat kerawanan rendah berada di Desa Kamiri.Abstract: Rob flooding has become one of the problems in the coastal area of Balusu District, Barru Regency which occurs during the rainy season. This study aims to identify the level of Rob Flood Vulnerability and formulate spatial utilization directions based on structural and non-structural mitigation. This research requires quantitative data, qualitative data and spatial data. The method used in this study is a quantitative approach based on weighting the score of 6 parameters, namely Land Height, Distance from Beach, Distance from River, Slope Slope, Land Type and Land Cover. The analysis method used is in the form of overlays to analyze the level of vulnerability and descriptive analysis. Based on the results of the analysis, the level of tidal flood vulnerability based on its class is vulnerable, quite vulnerable and not vulnerable. The level of vulnerability to tidal flood disasters in the coastal area of Balusu District, Barru Regency, areas with a high level of vulnerability are in Madello Village, Lampoko Village and Takkalasi Village, moderate levels of vulnerability are in the villages of Binuang, Madello, Takkalsi, Lampoko, Balusu and Kamiri, while The low level of vulnerability is in Kamiri Village.