Yolita Elgeriza Agustin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASAS KESEIMBANGAN DALAM PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN PINJAMAN ANTARA PERUSAHAAN MODAL VENTURA DENGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH Yolita Elgeriza Agustin
MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum Vol 4 No 2 (2018): Morality : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.771 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hak dan kewajiban para pihak dalam pola kemitraan kerja sama pemberian bantuan pinjaman, serta untuk mengetahui penerapan asas keseimbangan bagi perusahaan modal ventura dalam pola kemitraan kerjasama pemberian bantuan pinjaman. Penelitian ini menggunakan penelitian Hukum Normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahan hukum yang berasal studi kepustakaan yangterdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Yang menitikberatkan pada penerapan Asas Keseimbangan dalam pola kemitraan kerjasama antara PMV dengan UMKM. Dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan menelaah perundangan dan regulasi yang bersangkutan dengan isu hukum yang akan dibahas.
Problematika Metode Omnibus Law dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan : Analisis terhadap Undang-Undang No. 13 Tahun 2022 dan Urgensi Pembentukan Badan Regulasi Nasional di Indonesia Fuji Syifa Safari; Satriya Nugraha; Vicka Prama Wulandari; Yolita Elgeriza Agustin; Claudia Yuni Pramita
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum Vol. 1 No. 1 (2024): Juni : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/prosemnashuk.v1i1.21

Abstract

The enactment of Law Number 13 of 2022, concerning the Second Amendment to Law Number 12 of 2011 on the Establishment of Legislation, is a follow-up to Constitutional Court Decision No. 91/PUU-XVIII/2020 regarding the formal review of Law Number 11 of 2020 on Job Creation. However, during its formation process, Law Number 13 of 2022 can be considered as not meeting the criteria of an open cumulative law due to the Constitutional Court's decision. It is viewed as a tool to legitimize the flawed legislative process that followed the Court's ruling on Law Number 11 of 2020. The method used in this analysis is normative juridical, applying a statutory approach. The results of this research indicate that the reconstruction of substantive content using the omnibus law method in Law Number 13 of 2022 does not align with regulatory governance in Indonesia, which remains characterized by overlapping regulations—both horizontally and vertically—and is irrelevant to the existing decentralization system. The establishment of a National Regulatory Agency (BRN) is proposed as a constructive solution to ensure that the quality of academic drafts, methods, and regulatory content is thoroughly examined for feasibility, thereby creating a national regulatory system that is high quality, orderly, and optimal.