I Nyoman Adikarya Nugraha
Universitas Bali Internasional

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN KLINIK ESTETIKA RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA BERDASARKAN KONSEP STRATEGI GENERIK MICHAEL E. PORTER I NYOMAN ADIKARYA NUGRAHA
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2022): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v11i1.74

Abstract

Rumah sakit mulai bergerak dari organisasi sosial menjadi sosial ekonomis. Era JKN, merupakan tantangan baru bagi rumah sakit untuk dapat bertahan. Berdasar pada data National Health Account Indonesia tahun 2016, serapan pembelanjaan biaya kesehatan dengan skema jaminan kesehatan hanya 17,3% sedang pembelanjaan biaya kesehatan dengan secara mandiri (out of pocket) 35%. RSD Mangusada merupakan rumah sakit tipe B pendidikan, menjawab peluang tersebut dengan pengembangan layanan baru, yaitu klinik estetika. Lokasi rumah sakit yang strategis dan berada di tengah pusat wisata ternyata tidak membuat layanan baru berkembang sesuai target. Penentuan startegi pemasaran merupakan solusi bagi RSD Mangusada untuk mengembangkan layanan klinik estetika. Situasi persaingan yang kuat dengan diferensiasi produk yang sama, strategi generik yang cocok untuk Klinik Estetika Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah strategi diferensiasi produk layanan. Diperlukan keunikan layanan yang ditawarkan untuk bersaing dan unggul dari kompetitor untuk memenangkan pelanggan
EVALUASI PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGASEM: Evaluation of Reporting Patient Safety Incident at Karangasem Regional General Hospital Ni Luh Gede Sekar Adnyani; I Nyoman Adikarya Nugraha; I Gusti Lanang Made Rudiartha
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.866 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1217

Abstract

Pendahuluan: Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem telah menerapkan pelaporan insiden keselamatan pasien pada setiap unit pelayanan, namun pelaksanaan pelaporan insiden keselamatan pasien tersebut masih banyak mengalami kendala sehingga diperlukan suatu evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi. Tujuan: untuk mengevaluasi pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Karangasem. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, proses pengambilan data dengan teknik wawancara mendalam terhadap 18 partisipan . Tahapan analisis data terdiri dari persiapan analisis data, mencermati data, interpretasi data, verifikasi data serta representasi data. Hasil: RSUD Karangasem telah memiliki pedoman pelaporan insiden keselamatan pasien, namun ketaatan petugas dalam melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien masih rendah. Alur pelaporan internal insiden keselamatan pasien sudah dilaksanakan sesuai pedoman, tetapi masih terdapat permasalahan yang ditemui. Faktor yang menjadi penghambat pelaporan insiden keselamatan pasien adalah kurangnya pengetahuan serta adanya pelaporan insiden secara lisan melalui telepon, dan faktor yang menjadi pendukung pelaporan insiden keselamatan pasien yaitu adanya motivasi, serta budaya tidak menyalahkan. Kesimpulan: RSUD Karangasem telah menerapkan pelaporan insiden keselamatan pasien, namun dalam penerapannya masih mengalami kendala, hal ini dikarenakan kurangnya ketaatan petugas dalam melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien
Penerapan Gelembung Wisata untuk Desain Penerimaan Wisatawan Mancanegara di Provinsi Bali : Studi Kasus Festival Bulutangkis, Nusa Dua I Nyoman Adikarya Nugraha; Putu Vierda Lya Suandari; Made Karma Maha Wirajaya; Zainal Firdaus Wardana; Pande Wayan Bawa
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.562 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7613537

Abstract

Pandemi Covid-19 memaksa pariwisata Bali untuk berhenti sejenak. Pengharapan kemudian muncul ketika Bali secara resmi dibuka untuk dunia pada tanggal 14 Oktober 2021. Namun, dibukanya Bali untuk wisatawan asing tak lantas membuat Bali ramai dikunjungi. Faktanya tidak ada penerbangan internasional yang datang. Festival bulu tangkis di Nusa Dua, menjadi contoh menarik dengan menggunakan gelembung wisata, konsep ini bisa menjadi solusi bagaimana desain penerimaan wisatawan di Bali. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penatalakasanaan sistem gelembung wisata dalam pelaksanaan festival bulutangkis di Nusa Dua, Bali. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan Rapid Assesment Procedures. Partisipan sebanyak 5 orang yang dianggap mampu menjelaskan proses gelembung wisata. Hasil tabulasi data menyatakan jika pelaksanaan gelembung wisata pada festival bulutangkis memiliki 3 alur yaitu penataan protokol dalam hotel, penatalaksanaan logistik dan penatalaksanaan protokol di destinasi wisata, selama pelaksanaan festival bulutangkis tidak ada yang terpapar Covid-19. Gelembung wisata dapat menjadi alternatif sistem penerimaan wisatawan dengan skala besar maupun skala kecil untuk berlibur di Bali.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SUAMI-ISTRI KELUARGA PETANI DALAM MENENTUKAN JUMLAH KELUARGA IDEAL PADA MASYARAKAT PATRILINEAL BALI Adikarya Nugraha; Elsi Dwi Hapsari; Ibrahim Rahmat
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.473 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.16

Abstract

"> ABSTRAKTujuan Penelitian: mengetahui pola pengambilan keputusan suami-istri keluarga petani dalammenentukan jumlah keluarga ideal. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengambilandata dilakukan dengan mengadakan wawancara mendalam semiterstruktur dengan partisipanpenelitian. Partisipan pada penelitian ini adalah suami-istri keluarga petani yang hanya memiliki duaanak perempuan dan yang memiliki anak empat. Pengambilan data dilakukan tanggal 1 sampaidengan 30 Oktober 2015 di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, ProvinsiBali. Data dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Pola pengambilan keputusanuntuk menentukan jumlah keluarga ideal dipengaruhi oleh budaya pentingnya anak laki-laki untukmeneruskan keturunan dan adat Bali, pertimbangan kelayakan hidup, dan keinginan melestarikanbudaya Bali. Proses pengambilan keputusan suami-istri keluarga petani selalu melalui prosesperundingan antara suami dan istri untuk menentukan jumlah keluarga ideal. Diskusi: Keluargapetani yang hanya memiliki anak perempuan akan terlebih dahulu berusaha memperoleh anak lakilaki, baru setelah itu melakukan upacara nyentana, yakni pernikahan adat dengan meminang anaklaki-laki untuk tinggal di keluarga perempuan. Simpulan: Pola pengambilan keputusan suami-istrikeluarga petani dalam menentukan jumlah keluarga ideal pengaruhi oleh pentingnya anak lakilaki untuk meneruskan keturunan dan adat Bali, pertimbangan kelayakan hidup dan keinginananmelestarikan budaya Bali.Kata Kunci: pengambilan keputusan, keluarga petani, jumlah keluarga ideal, masyarakat patrilinealBali.ABSTRACTObjective: This study aimed to identify the pattern of decision making by married couples offarmer family in determining an ideal family size. Methods: The study was qualitative. Data werecollected by conducting in-depth semi-structured interviews with participants. Participants in thisstudy were married couples of farmer family who only had two daughters and had four children.Data were collected between 1 and 30 October 2015 at Sobangan Village, Mengwi Subdistrict, Badung District, Bali Province. Data were analyzed using Colaizzi’s method. Results: The pattern ofdecision-making to determine the ideal number of families was affected by the culture of the importance of male child to continue Balinese generation and customs, consideration of proper necessities of life and willingness to preserve Balinese culture. The decision making process by marriedcouples of farmer family was always through a process of negotiation between them to determinethe ideal family size. Discussion: Farmer family who only had female children would attempt tohave male children, then after that they held nyentana ceremony, a wedding custom to propose amale child to live in their family. Conclusion: The pattern of decision-making by married couplesof farmer family in determining the ideal family size was in fl uenced by the importance of malechildren to continue Balinese generation and customs, consideration of proper necessities of lifeand willingness to preserve Balinese culture.Keywords: decision-making, farmer family, ideal family size, patrilineal society of Bali.