Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Manajemen Stress Untuk Menurunkan Stress Siswa Baru Di Sekolah Ikatan Dinas X Syaiful Anwar Prasetyo; Nurul Hartini; Afif Kurniawan
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i1.8941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan manajemen stress untuk menurunkan stress pada siswa baru di sekolah kedinasan X. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain yang berbentuk non-randomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah Siswa baru sebanyak 109 orang yang dibagi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah skala stress pada Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) untuk mengukur tingkat stress subjek. Berdasarkan hasil pengujian data, diketahui bahwa terdapat perbedaan skor stress antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Hasil nilai N Gain pada uji hipotesis kedua kelompok kelompok memperoleh nilai sig. 0,002<0,05 artinya pelatihan manajemen stress mampu menurunkan stress siswa baru secara signifikan. Pelatihan manajemen stress bermanfaat menambah pengetahuan siswa baru tentang stress dan bagaimana mengidentifikasi stressor serta mendapatkan keterampilan manajemen stress sehingga mampu mengelola stress dengan baik selama melaksanakan pendidikan di sekolah kedinasan X.
Dinamika psikologis individu yang mengalami trikotilomania Putu Yunita Trisna Dewi; Afif Kurniawan
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p05

Abstract

Trikotilomania merupakan gangguan perilaku menarik rambut secara berulang yang bersifat kronis dan mengakibatkan terjadinya kerontokan rambut. Pada individu dewasa, Trikotilomania lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut hasil asesmen, diagnosis, serta dinamika psikologis yang mendasari munculnya gangguan perilaku menarik rambut pada subjek NR selama kurang lebih 10 tahun. Subjek dalam penilitian ini berjumlah satu orang dan berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Teknik pengambilan data atau kegiatan asesmen dalam penelitian ini terdiri dari wawancara semi terstruktur, observasi, tes grafis (BAUM, DAP, dan HTP), Sack’s Sentence Completion Test (SSCT), tes inteligensi menggunakan Weschler Adult Intelegence Scale (WAIS), serta Thematic Apperception Test (TAT). Berdasarkan pada rangkaian hasil asesmen psikologi yang telah dilakukan, subjek NR terdiagnosa mengalami Trikotilomania. Perilaku menarik rambut merupakan refleksi dari kecemasan NR terhadap berbagai hal yang sulit ia ekspresikan. Kecemasan tersebut berawal dari kondisi self esteem NR yang cenderung rendah, sehingga perilaku menarik rambut menjadi sebuah kebiasaan yang dapat muncul tidak hanya pada situasi yang menekan dan sulit untuk dihentikan. Akibat perilaku menarik rambut tersebut, subjek NR mengalami kerontokan rambut dan iritasi pada area kulit rambut.
Efektifitas Terapi Kelompok Cognitive Behaviour Therapy untuk Menurunkan Kecemasan Sosial pada Dewasa Gagap Erizza Farizan Adani; Afif Kurniawan
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v7i1.5613

Abstract

Adults seeking treatment for stuttering presented a comorbid diagnosis of social anxiety. The development of social anxiety may be related to negative conditioning experiences from an early age regarding people’s responses when reacting to stuttering such as confusion, interrupting, mocking, distancing, or ignoring stuttering speech. Repeated exposure to negative social reactions causes people who stutter to form beliefs that negative evaluations will occur in all social situations. The high level of social anxiety is more concerning given the data showing that increased anxiety can increase the frequency of stuttering. The purpose of group therapy with Cognitive Behavior Therapy is to reduce social anxiety and negative thoughts related to social anxiety in stuttering adults. The method used is a quantitative method supported by qualitative data from interviews. The results showed a decrease in social anxiety and negative thoughts in the group’s average score after undergoing therapy. In addition, there were changes in behavior, thoughts, and feelings after the session as evidenced from the follow-up interview a month after the end of therapy.
Efektifitas Terapi Kognitif Behavior untuk Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Penerima Beasiswa Tingkat Akhir Dalam Mengerjakan Skripsi Letrince Paula Awek; Afif Kurniawan
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8996

Abstract

Final year students in doing thesis often experiences stress. Stress is a condition that cannot be separated when taking higher education. The burden of being a scholarship recipient is also a problem because they must meet graduation strandards which often experience difficulties. This training is carried out using cognitive-behavioral therapy to help change mindsets and behaviors to become more positive to reduce stress levels in the process of working on the thesis. The design of this research is one group pretest and posttest, quasi-experimental. The number of participants who took part in the entire training process was 4 people. The results of the different test showed a significance of 0.018 (p > 0.05), which means that there was a significant difference in stress levels after the training. Meanwhile, stress factors can come from internal and external. Internal includes individual abilities and struggles, external includes campus demands, allowance demands scholarship, family, and environment. Mahasiswa tingkat akhir dalam mengerjakan skripsi tidak jarang mengenalami stres. Stress merupakan suatu keadaan yang tidak dapat dipisahkan saat menempuh pendidikan diperguruan tinggi. Beban menjadi mahasiswa penerima beasiswa juga menjadi suatu permasalahan karena harus memenuhi standar kelulusan yang tidak jarang mengalami kesulitan.  Pelatihan ini dilakukan menggunakan terapi kognitif-perlaku untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku agar menjadi lebih positif sehingga dapat mengurangi tingkat stres dalam proses mengerjakan skripsi. Desain penelitian ini adalah one group pretest and posttest, kuasi eksperimen. Jumlah peserta yang mengikuti keseluruhan proses pelatihan yaitu sebanyak 4 orang. Hasil uji beda menunjukkan signifikansi 0.018 (p > 0.05) yang berarti ada perbedaan tingkat stress yang signifikan setelah dilakukan pelatihan.  Sementara itu, faktor stress dapat berasal dari internal dan eksternal. Internal meliputi kemampuan dan perjuangan individu, eksternal meliputi tuntutan kampus, tuntutan tunjangan beasiswa, keluarga, dan lingkungan.
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PENDERITA GEJALA INSOMNIA USIA DEWASA AWAL Artani Hapsari; Afif Kurniawan
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 12 No. 3 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.341 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2019.12.3.223

Abstract

Early adulthood becomes a period which cognitive and physical development functions optimally so that it affect young adult to have new activities and experiences that are vulnerable to an unhealthy lifestyle, such as smoking, alcohol consumption, and excessive caffeine consumption. The more daily activity they have, the higher they become depressed that impacts on irregular sleep patterns, decreased sleep quality, and experience symptoms of insomnia. The purpose of this study was to examine the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) to improve sleep quality in patients with insomnia symptoms in early adulthood. The study used an experimental research method with one group pre-test post-test experimental design, and took samples of 4 people with age range between 20-25 years. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) was used as measurement tool and furthermore writer used Wilcoxon Signed-Rank Test to analyze the data. The results showed a significant sleep quality difference of 4 subjects prior and after CBT. CBT’s components such as stimulus control, sleep restriction, sleep hygiene education, and cognitive therapy believed to affects sleep quality in this study. Other than that, internal factors like motivation and obedient towards therapy and also external factors like support from fellow subjects or family members become factors which affects changes in subjects’ condition.