Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Konstruksi Makna Hidup Keluarga Penyandang Gangguan Jiwa Skizofrenia di RSJ Hidayatullah Bambang Subahri
JURNAL PARADIGMA MADANI Vol. 4 No. 2 (2017): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.483 KB)

Abstract

Stigma masyarakat Probolinggo pada gangguan jiwa sangat kental, bahwa gangguan jiwa merupakan aib bagi keluarga,sehingga berakibat pada penderita gangguan jiwa tidak dibawa ke dokter, psikolog atau psikiater, melainkan disembunyikan, diisolasi, dikucilkan bahkan ada yang sampai dipasung. Dalam penelitian ini peneliti, meneliti keluarga pasien RSJ Hidayatullah yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia. Dengan rumusan masalah pertama, Bagaimanakah konstruksi makna hidup keluarga pasien skizofrenia di RSJ Hidayatullah?,kedua,Bagaimanakah bentuk perilaku konstruksi makna hidup yang ditunjukkan keluarga pasien skizofrenia di RSJ Hidayatullah?.Peneliti menggunakan perspektif teori dengan mengkolaborasikan antara dialektika sosial proses pencapaian makna hidup dalam teori konstruksi sosial Lukman dan Berger melalui tiga momen simultan eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Serta kebutuhan akan maknadalam Logoterapi yang dikemukakan oleh Viktor E. Frankl bahwa makna hidup adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan tujuan dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, denganpendekatan fenomenologi. Peneliti merasa tepat menggunakan pendekatan fenomenologi, karena untuk mendapatkan hasil yang komprehensif tentang asumsi-asumsi keluarga terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia yang dipaparkan dalampenelitian ini menggunakan perspektif responden penelitian. Peneliti dapat ikut langsungberpartipasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan keluarga di rumah sakit maupun di rumah.Peneliti menggunakan 2responden utama. Data yangsudah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan reduktif fenomenologis selamapengumpulan data berlangsung.Dari hasil penelitian diperoleh konstruksi makna hidup keluarga pasien skizofrenia selalu melakukan sebuah usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam lingkungan sosio-kulturalnya dan menemukan dirinya sendiri dalam suatu dunia dengan adaptasinya masing-masing.Dan Bentuk perilaku konstruksi makna hidup yang di tunjukkan keluarga pasien skizofrenia dapat dilihat dari dua sikap pesimisme, dan optimisme yang menimbulkan keragaman perilaku yang ditunjukkan keluarga.
Pengaruh Nilai-Nilai Agama Dan Kecerdasan Moral Terhadap Prestasi Belajar Afektif Bambang Subahri
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 5 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/dakwatuna.v5i2.404

Abstract

This research was conducted to determine the effect of Religious Values ​​and Moral Intelligence on Students' Affective Learning Achievement, in this case focused on Aqeedah Moral Subjects. The hypothesis in this study is that there is a significant influence of Religious Values ​​namely dimensions: daily, meaning, practice, coping and support. Moral intelligence is the dimensions: acting, telling, standing, keeping, taking, admitting, embracing, actively one's and abilityothers' towards affective learning achievement of students in the subject of aqidah morals. The population in this study were students with age classification of 13-19 years and the sample of 200 students taken using non-probability sampling techniques. To measure religious values, researchers modified 11 dimensions of Fetzer religious values ​​(1999) into 5 dimensions and for moral intelligence researchers used a scale developed from Lennick and Kiel (2011). CFA (Confirmatory Factor Analysis) is used to test the validity of measuring instruments and descriptive analysis is done using SPSS 17.0 and LISREL 8.70. The results showed that there was a significant overall IV effect on learning achievement as DV. The results also showed that the proportion of variance from the learning achievement of Aqeedah Akhlak explained by all independent variables was 60.3%, while the remaining 39.7% was influenced by other variables outside this study. Keywords: Religious Values, Moral Intelligence and Affective Learning Achievement
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH RADIO GLORIA PARAMITA 97.4 FM PADA ACARA DIALOG ISLAMI Bambang Subahri
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 4 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/dakwatuna.v4i1.285

Abstract

Da'wah through radio has its own challenges in this increasingly advanced digital era. Hence, the special strategy and management are needed in maintaining the programs existence to carry out Islamic Da'wah as being performed by Islamic Dialogue on Gloria Paramita 97.4 FM Radio. This study uses a qualitative approach. The conclusion illustrates that the communication strategy utilizes canalizing method and the form of content applies persuasive approaches and informative approaches.
PESAN SIMBOLIK TRADISI SANDINGAN PADA MASYARAKAT PANDALUNGAN DI DESA JENGGRONG KECAMATAN RANUYOSO KABUPATEN LUMAJANG Bambang Subahri
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 4 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/dakwatuna.v4i2.307

Abstract

The tradition of Sandingan carried out from generation to generation by Pandalungan society is a combination of Javanese and Madurese Islamic culture which accomplishes symbolic message for the balance of macrocosm and microcosm which covers relation among human beings, humans and nature, and humans and the creators. This ritual is served by providing food and beverages on Monday, Thursday and Friday evenings started by burning incense and closed by reciting prayers aimed at the spirits of the ancestors.
e-Learning dan Metode Pengajaran pada Masa Pandemi Bambang Subahri
Bidayatuna Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v4i1.952

Abstract

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak yang signifikan di bidang ekonomi namun juga berdampak signifikan pada ranah pendidikan dengan diberlakukannya penutupan sementara lembaga-lembaga pendidikan. Pembelajaran dengan cara online adalah satu-satunya solusi yang dilakukan oleh pemangku kebijakan pendidikan untuk diterapkan selama persiapan bumi ini. Pembelajaran online yang dilakukan dengan menggunakan smartphone telah membentuk karakter dan pribadi siswa yang unik hingga membentuk self concept yang serba instan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konten analisis pada e-Learning atau pembelajaran yang dilakukan secara online juga metode pengajaran yang kerap dilakukan dan dapat dijumpai pada saat masa pandemi COVID-19. Di samping itu penelitian ini juga merupakan sebuah tinjauan fenomenologi yang diungkap melalui fakta-fakta berdasarkan perspektif psikologi pendidikan guna melihat output pembelajaran yang dilakukan secara daring di masa pandemi yang serba sulit ini. Adapun simpulan yang dihasilkan dari penelitian ini sebagaimana berikut: 1). Model-model e-Learning pada masa pandemi yang kerap dilakukan oleh para tenaga pengajar antaranya; a. Project Based Learning, b. Daring Method, c. Luring Method, d. Home Visit Method, e. Integrated Curriculum, dan f. Blended Learning. 2). Dekadensi Moral dalam Pembelajaran daring kerena dijumpai beberapa faktor di antaranya adalah pembelajaran dengan cara jarak jauh membuat siswa menjadi jenuh sehingga tidak memperhatikan nilai-nilai dan budaya ketimuran yang selama ini menjadi identitas bangsa. 3). Self concept siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan dijumpai atas dasar kesadaran siswa itu sendiri karena meskipun dalam keadaan serba sulit seperti sekarang ini tujuan dan cita-cita masih melekat dalam diri siswa sehingga hal tersebut masih menuntun pada proses belajar mengajar yang kondusif dalam konsep diri siswa.
e-Learning dan Metode Pengajaran pada Masa Pandemi: (Studi Fenomenologi Ditinjau dari Perspektif Psikologi Pendidikan) Bambang Subahri
Bidayatuna Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v4i1.952

Abstract

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak yang signifikan di bidang ekonomi namun juga berdampak signifikan pada ranah pendidikan dengan diberlakukannya penutupan sementara lembaga-lembaga pendidikan. Pembelajaran dengan cara online adalah satu-satunya solusi yang dilakukan oleh pemangku kebijakan pendidikan untuk diterapkan selama persiapan bumi ini. Pembelajaran online yang dilakukan dengan menggunakan smartphone telah membentuk karakter dan pribadi siswa yang unik hingga membentuk self concept yang serba instan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konten analisis pada e-Learning atau pembelajaran yang dilakukan secara online juga metode pengajaran yang kerap dilakukan dan dapat dijumpai pada saat masa pandemi COVID-19. Di samping itu penelitian ini juga merupakan sebuah tinjauan fenomenologi yang diungkap melalui fakta-fakta berdasarkan perspektif psikologi pendidikan guna melihat output pembelajaran yang dilakukan secara daring di masa pandemi yang serba sulit ini. Adapun simpulan yang dihasilkan dari penelitian ini sebagaimana berikut: 1). Model-model e-Learning pada masa pandemi yang kerap dilakukan oleh para tenaga pengajar antaranya; a. Project Based Learning, b. Daring Method, c. Luring Method, d. Home Visit Method, e. Integrated Curriculum, dan f. Blended Learning. 2). Dekadensi Moral dalam Pembelajaran daring kerena dijumpai beberapa faktor di antaranya adalah pembelajaran dengan cara jarak jauh membuat siswa menjadi jenuh sehingga tidak memperhatikan nilai-nilai dan budaya ketimuran yang selama ini menjadi identitas bangsa. 3). Self concept siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan dijumpai atas dasar kesadaran siswa itu sendiri karena meskipun dalam keadaan serba sulit seperti sekarang ini tujuan dan cita-cita masih melekat dalam diri siswa sehingga hal tersebut masih menuntun pada proses belajar mengajar yang kondusif dalam konsep diri siswa.