p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Borneo Cendekia
Riky Riky
STIKes Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

GAMBARAN KADAR SGPT ( SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE ) PADA PEROKOK AKTIF DI USIA 17 - 25 TAHUN DENGAN LAMA MEROKOK < 10 TAHUN Kresna Latafodes Wicaksana; Riky Riky; Nur Aini Hidayah Khasanah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.868 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.247

Abstract

Data WHO (World Health Organization) Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara perokok terbanyak. Rokok adalah hasil olahan tembakau dan dalam sebatang rokok mengandung 4000 bahan kimia yang sangat berbahaya dan tiga kandungan rokok yang paling berbahaya adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Paparan asap rokok terus menerus menimbulkan berbagai penyakit seperti kerusakan fungsi hati. Hati merupakan organ penting yang berfungsi untuk melakukan proses metabolisme dan detoksifikasi. Kerusakan hati dapat diketahui dengan meningkatnya kadar SGPT dalam aliran darah. SGPT merupakan enzim yang banyak ditemukan pada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar SGPT perokok aktif pada usia 17 - 25 tahun dengan lama merokok <10 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian Croos Sectional. Tekhnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan 11 sampel memiliki kadar SGPT yang normal termasuk perokok ringan – sedang dan 4 sampel yang mengalami peningkatan kadar SGPT yang termasuk kedalam kategori perokok berat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan gambaran kadar SGPT perokok aktif pada usia 17 – 25 tahun dengan lama merokok <10 tahun bahwa perokok aktif dalam kategori ringan hingga sedang berada dalam batas normal, sedangkan perokok aktif kategori berat mengalami peningkatan kadar SGPT.Kata Kunci : kadar SGPT, perokok aktif, usia 17 – 25 tahun, lama merokok < 10 tahun 
PELATIHAN KADER POSYANDU PTM (PENYAKIT TIDAK MENULAR) DIWILAYAH TELUK BOGAM Yogie Irawan; Riky Riky; Rastia Ningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.133 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i1.112

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global, regional,nasional dan lokal. Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM. Kegiatan ini berupa pelatihan kader posyandu mengenai penyakit tidak menular diwilayah kerja Puskesmas Teluk Bogam. Penyuluhan dilaksanakan di Puskesmas Teluk Bogam. Tujuan kegiatan ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mendeteksi dini dan mengontrol hipertensi dengan cara memberikan penyuluhan tentang hipertensi, pentingnya mengontrol hipertensi dan bagaimana cara mengukur tekanan darah.  Kata kunci : Lansia
UJI DAYA HAMBAT ANTIFUNGI Candida Albicans TERHADAP UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis Paniculata Nees) MENGGUNAKAN METODE CAKRAM KERTAS Yogie Irawan; Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.078 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i1.111

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Uji Daya Hambat Antifungi Candida albicans Terhadap Infusa Umbi Bawang Putih (Allium Sativum Linn)  dan Infusa Daun Sambiloto (Andrographis P,Folium) Menggunakan Metode Cakram Kertas”.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi umbi bawang putih dan daun sambiloto dapat berfungsi sebagai antifungi terhadap candida albican danuntuk mengetahui pada konsentrasi berapakah penggabungan umbi bawang putih dan daun sambiloto yang efektif sebagai antifungi Candida albicans. Uji daya hambat ini dilakukan dengan menggabungkan infusa umbi bawang putih dan daun sambiloto pada  konsentrasi 50%:50%, 25%:75%, 75%:25%.  Metode pengujian antifungi ini adalah metode difusi agar, dengan cakram kertas. Dari hasil penelitian uji daya hambat antifungi candida albicans terhadap infus umbi bawang putih (Allium Sativum Linn) dan infus daun sambiloto (Andrographis P,Folium) dapat disimpulkan bahwa infusa umbi bawang putih (Allium Sativum Linn)  dan infus daun sambiloto (Andrographis P,Folium) mampu menghambat pertumbuhan jamur candida albicans, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa konsentrasi sampel yang digunakan yang dapat menghambat jamur candida albicans adalah konsentrasi 75%:25%.Kata Kunci : bawang putih, daun sambiloto, candida albicans
IDENTIFIKASI ADANYA BAKTERI E.COLI PADA AIR SUNGAI ARUT PANGKALAN BUN Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.81 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i1.184

Abstract

Escherichia coli (E. coli) merupakan salah satu bakteri coliform yang terdapat di dalam usus hewan berdarah panas, termasuk manusia, dan di lingkungan. Kehadiran bakteri koliform di lingkungan dapat menjadi indikator untuk menentukan lingkungan tersebut terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri e.coli pada air sungai arut di Pangkalan Bun dan apakah jumlah bakteri e.coli pada air sungai arut di Pangkalan Bun memenuhi syarat kualitas air yang baik. Metode penelitian ini yaitu dengan cara MPN 5 seri tabung dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan 3 macam uji yaitu uji pendugaan, penegasan dan pelengkap. Berdasarkan hasil identifikasi jumlah bakteri Escherichia coli pada air sungai arut di Pangkalan Bun semua sampel yang positif mengandung bakteri Escherichia coli.
HUBUNGAN LAMA KERJA >3 TAHUN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA PETUGAS SPBU( STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM ) PANGKALAN BUN (Studi Pada Petugas SPBU di Pangkalan Bun) Siska Indah Sari; Nur Aini Hidayah; Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.809 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i2.254

Abstract

Petugas SPBU memiliki risiko terpapar dengan bahan kimia yang berbahaya, khususnya timbal dari bensin dan emisi gas kendaraan bermotor yang sedang menunggu antrian pengisian bahan bakar ataupun kendaraan yang akan berangkat setelah selesai mengisi bahan bakar, Lama kerja petugas SPBU mencerminkan waktu kontak atau paparan antara petugas operator SPBU dengan sumber polutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama kerja petugas SPBU yang bekerja >3 tahun dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah petugas SPBU di Pangkalan Bun. Desain penelitian yang dilakukan adalah survei cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas operator dari 3 SPBU di Pangkalan Bun berjumlah 40 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang diperoleh diolah menngunakan editing,coding,tabulating dengan uji statistika Chi Square pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian pada petugas SPBU yang bekerja 3-10 tahun berjumlah 12 responden dan lama bekerja >10 berjumlah 24 responden. Dari 36 responden yang lama bekerja 3-10 tahun memiliki kadar hemoglobin tidak normal berjumlah 4 responden, sedangkan yang lama bekerja >10 tahun memiliki kadar hemoglobin tidak normal berjumlah 17 responden. Dari Analisis data uji statistik chi square menunjukan p=0,037(p<0,05) yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ada hubungan antara lama kerja >3 tahun terhadap kadar hemoglobin pada petugas SPBU di Pangkalan Bun.
GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA PADA SUPIR BUS DI PANGKALAN BUN Misfa Setiyawati; Nur Aini Hidayah K; Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.383 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i1.231

Abstract

Trigliserida merupakan lemak netral dengan fungsi utama sebagai zat energi. Peningkatan kadar trigliserida dalam darah dapat meningkatkan resiko beberapa penyakit seperti jantung koroner dan stroke. Faktor yang mempengaruhi  kadar trigliserida antara lain umur, konsumsi makanan berlemak, aktivitas fisik seperti olahraga, konsumsi rokok dan pola tidur.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada supir bus di Pangkalan Bun dengan jumlah responden sebanyak 32 orang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik  total sampling. Metode pemeriksaan kadar trigliserida yang digunakan adalah metode Enzimatis kolorimetri (GPO-PAP). Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar trigliserida tinggi sebanyak 26 responden (81%) dan hanya sebagian kecil responden sebanyak 6 responden (19%) memiliki kadar trigliserida normal.Kata Kunci : Trigliserida, Supir Bus
HUBUNGAN DURASI TIDUR DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA SATPAM DI KOTAWARINGIN BARAT Sri Ratna W; Nur Aini H K; Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.001 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i2.256

Abstract

Waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar growth hormone. Growth hormone merupakan hormon pertumbuhan yang mengatur metabolisme berbagai substrat termasuk lipid, sehingga akan mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Hormon ini disekresi pada malam hari selama tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan durasi tidur dengan kadar kolesterol satpam di Kotawaringin Barat. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah satpam di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan rentang usia 15-50 tahun sebanyak 30 orang. Kadar kolesterol diperoleh dengan menggunakan metode Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine Phenol (CHOD-PAP). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS melalui uji Kolmogorof Smirnov untuk melihat normalitas data, dilanjutkan menggunakan uji korelasi rank spearman untuk melihat hubungan antara durasi tidur dengan kadar kolesterol pada satpam di Kabupaten Kotawaringin Barat. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi antara durasi tidur dengan kadar kolesterol sebesar -.382. Hal ini berarti terdapat hubungan lemah antara durasi tidur dengan kadar kolesterol pada satpam di Kabupaten Kotawaringin Barat, dimana semakin lama durasi tidur maka kadar kolesterolnya semakin rendah.