Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi dalam Implementasi Program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Tangerang Kusumastuti, Fitri Anisa; Lutfi, Muh Khaedir
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92648

Abstract

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan program Kampus Mengajar dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM). Kampus Mengajar menghadirkan mahasiswa dari  seluruh  program  studi  di perguruan  tinggi  untuk  berkontribusi dalam  rangka penguatan literasi dan numerasi.  Kabupaten Tangerang adalah salah satu daerah penempatan mahasiswa program Kampus Mengajar. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implementasi program Kampus Mengajar, berikut peingkatan literasi numerasi siswa  di salah satu sekolah dasar di Kabupaten  Tangerang. Metode penelitian yang  digunakan adalah kuantitatif dengan uji paired sample t-test.  Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Siswa-siswi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, serta peningkatan minat terhadap pembelajaran.
Penerapan Pendekatan Realistik Matematika Edukasi (RME) terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Ramadhani, Ari; Wulandari, Novela; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107227

Abstract

Elementary school students’ mathematical representation skills are still rather limited as conventional teaching approaches abound and fall short of appropriately connecting theoretical ideas to actual situations. This study seeks to understand how the Realistic Mathematics Education (RME) strategy influences pupils’ capacity for mathematical representation. Employing A control group for the pretest and posttest strategyThe research method quasiexperimental. Included were two consciously selected fourth-grade classes in Tigaraksa District, Tangerang Regency. The experimental group got RME-based schooling while the control group underwent conventional instruction. The instrument of investigation was a descriptive study evaluating representational abilities in symbolic, visual, and verbal formats. Using SPSS, the data wes then analyzed using homogeneity, normality, matched sample t-test, as well as an independent sample t-test. The study showed an average of 13 points distinction between the posttest and results of the control group and those of the experimental group, indicating a major improvement in pupils’ results. This finding helps the theory that the RME technique can improve students’ ability to represent mathematical concepts a lot. Consequently, at the primary school level, the RME approach has proven to be effective in improving mathematical understanding in a more contextual and significant.Kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar masih tergolong rendah akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang mengaitkan konsep abstrak dengan situasi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan Realistik Matematika Edukasi (RME) terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa. Dengan menggunakan strategi control group pretest-posttest, metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen melibatkan dua kelas IV di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang dipilih secara purposif. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbasis RME, sedangkan kelompok kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Insturmen penelitian berupa tes uraian yang mengukur kemampuan representasi dalam bentuk simbolik, visual, dan verbal, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor posttest siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol, dengan rata-rata selisih 13 poin. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan RME secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Dengan demikian, pendekatan RME terbukti efektif mampu meningkatkan pemahaman matematika secara lebih kontekstual dan signifikan.
Pengaruh Interaksi Guru dalam Platform Digital terhadap Keterlibatan Belajar Siswa Sekolah Dasar Sonhaji, Sonhaji; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107457

Abstract

The advancement of technology in education demands changes in instructional strategies, including at the elementary school level. Teacher interaction in digital learning plays a crucial role in fostering student engagement. This study aims to examine the influence of teacher interaction through digital platforms on elementary school students' learning engagement. The research employed a quantitative approach using an ex post facto method. The subjects were fifth-grade students from a public elementary school actively using digital learning platforms. Data were collected through a closed-ended questionnaire designed around two main variables: teacher interaction and student engagement. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results revealed that teacher interaction significantly influences students’ learning engagement in the context of online learning. These findings highlight the importance of active, open, and supportive communication by teachers in digital learning environments. Moreover, consistent interaction quality can enhance students’ motivation and activeness during learning. This study recommends ongoing teacher training in managing effective, engaging, and sustainable digital interaction strategies as part of adapting to digital education in primary schools.Perkembangan teknologi menuntut perubahan strategi pembelajaran, dimana interaksi guru secara digital menjadi kunci keterlibatan belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi guru melalui platform digital terhadap keterlibatan belajar siswa SD. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Subjek penelitian adalah siswa kelas V pada salah satu sekolah dasar yang aktif menggunakan platform pembelajaran daring. Data diperoleh melalui angket tertutup yang disusun berdasarkan dua variabel utama, yaitu interaksi guru dan keterlibatan belajar siswa. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru secara signifikan memengaruhi keterlibatan belajar siswa dalam konteks pembelajaran daring. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran guru dalam menciptakan komunikasi yang aktif, terbuka, dan mendukung melalui media digital. Selain itu, kualitas interaksi yang konsisten dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru dalam pengelolaan interaksi daring yang efektif, menarik, dan berkelanjutan sebagai bagian dari adaptasi pendidikan digital di sekolah dasar.
Implementasi Program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Tangerang dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Kusumastuti, Fitri Anisa; Lutfi, Muh. Khaedir
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91641

Abstract

Program Kampus  Mengajar merupakan  bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus  Merdeka(MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. (Kemendikbudristek). Program  ini  menghadirkan mahasiswa dari  seluruh  program  studi  di perguruan  tinggi  untuk  berkontribusi  dalam  rangka penguatan literasi dan numerasi.  Kabupaten Tangerang adalah salah satu daerah penempatan mahasiswa program Kampus Mengajar. Tujuan dari  penelitian  yang  dilakukan  adalah melihat bagaimana implementasi program Kampus Mengajar, selain itu melihat bagaimana capaian literasi  numerasi  siswa  di salah satu sekolah dasar di Kabupaten  Tangerang. Metode penelitian yang  digunakan  adalah  deskriptif  kuantitatif dengan uji paired sample t-test dengan  peneliti  bertindak  sebagai  observer.  Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa tertarik dengan pembelajaran  berbantukan media pembelajaran  dan  metode  pembelajaran  yang  dilakukan  secara  berkelompok  membuat  pembelajaran  sangat efektif  sehingga  perkembangan  keterampilan  dan  numerasi  terdapat  peningkatan  pada  kelompok  siswa  belum fasih membaca dan semakin baik pada kelompok siswa yang sudah fasih membaca.
Hubungan antara Kecemasan Matematika dan Persepsi terhadap Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika di Kelas VI SD Santika, Eka; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107273

Abstract

This study aims to determine the relationship between mathematics anxiety and perceptions of technology use in mathematics learning in sixth grade elementary school students. Mathematics anxiety is a psychological factor that can affect student learning outcomes, while perceptions of technology have become essential in today’s digital era. This research used a quantitative correlational method with 20 sixth-grade elementary school students as subjects. The instruments used were adapted from MARS-E and Mutakin for mathematics anxiety, and from TAM and Hidayati for perceptions of technology use. Normality tests showed that the data were normally distributed with significance values of 0.449 for perception and 0.190 for anxiety. Pearson’s correlation test showed a value of r = -0.062 with a significance of 0.795, indicating no significant relationship between mathematics anxiety and perceptions of technology use. These results imply that integrating technology into mathematics learning can be conducted regardless of students’ anxiety levels towards mathematics.Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan menuntut siswa untuk mampu beradaptasi, termasuk dalam pembelajaran matematika yang seringkali menimbulkan kecemasan bagi sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan matematika dan persepsi terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika di kelas VI SD. Kecemasan matematika merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa, sedangkan persepsi terhadap teknologi menjadi aspek penting di era digital saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan subjek sebanyak 20 siswa kelas VI SD. Instrumen yang digunakan berupa angket kecemasan matematika adaptasi dari MARS-E dan Mutakin, serta angket persepsi terhadap penggunaan teknologi adaptasi dari TAM dan Hidayati. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing 0,449 untuk persepsi dan 0,190 untuk kecemasan. Uji korelasional Pearson menunjukkan nilai r = -0,062 dengan signifikansi 0,795, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kecemasan matematika dan persepsi terhadap penggunaan teknologi. Hasil ini memberikan implikasi bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan tanpa dipengaruhi oleh tingkat kecemasan siswa terhadap matematika.
Pengaruh Pelatihan Guru terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Raudoh, Siti; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107449

Abstract

Teacher professionalism is a key factor in determining the quality of primary education. Teacher training is an essential strategy to enhance professional competence and performance. However, current training programs have not been fully effective in improving teacher professionalism across various educational settings. This study aims to examine the influence of teacher training on the professionalism of primary school teachers. A quantitative approach with a correlational survey method was used. The sample consisted of 20 primary school teachers selected through purposive sampling, involving those who had participated in training within the last two years. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using normality tests and simple linear regression. The results indicate that although the data were normally distributed, the influence of training on teacher professionalism remains low. These findings highlight the need for more contextual, continuous training programs supported by proper mentoring systems. Future research is recommended to involve a broader range of respondents and explore other variables that may influence teacher professionalism.Profesionalisme guru adalah kunci utama dalam menentukan mutu pendidikan dasar. Pelatihan guru menjadi strategi penting untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja profesional. Namun, pelatihan yang ada belum sepenuhnya efektif dalam mendorong peningkatan profesionalisme di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pelatihan guru terhadap profesionalisme guru sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel berjumlah 20 guru sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu guru yang telah mengikuti pelatihan dalam dua tahun terakhir. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, kemudian dianalisis dengan uji normalitas dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa meskipun data berdistribusi normal, pengaruh pelatihan terhadap profesionalisme masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya desain pelatihan yang lebih kontekstual, berkelanjutan, dan didukung oleh sistem pendampingan. Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan responden lebih luas serta mengkaji variabel lain yang dapat memengaruhi profesionalisme guru.
Penerapan Media Digital Papan Dakota sebagai Inovasi Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Lutfi, Lisa Ariani; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107350

Abstract

The low mathematics learning outcomes of elementary school students indicate the need for interactive, contextual, and enjoyable learning innovations. This study aims to implement and analyze the effectiveness of the Dakota Board digital media (mathematics dakon board) in improving elementary school students' mathematics learning outcomes on the Greatest Common Factor and Least Common Multiple material. The method used is Classroom Action Research with a collaborative approach implemented in several stages. The subjects of the study were fifth-grade students in an elementary school who actively participated in learning. Data collection techniques in this study included observing student engagement using observation sheets, measuring learning outcomes through tests (pretest and posttest), and filling out questionnaires to determine student learning motivation. The collected data were analyzed quantitatively using descriptive statistics and Paired Sample t-Test to measure the significance of differences in learning outcomes before and after treatment. The results showed that the use of the Dakota Board media can increase student engagement, strengthen motivation, and facilitate understanding of mathematical concepts. This media is also able to create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The conclusion of this study is that the Dakota Board is effective as an innovative media to improve elementary school students' mathematics learning outcomes.Rendahnya hasil belajar matematika siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis efektivitas media digital Papan Dakota (papan dakon matematika) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD pada materi Faktor Persekutuan Terbesar dan Kelipatan Persekutuan Terkecil. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kolaboratif yang dilaksanakan dalam beberapa tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar yang aktif mengikuti pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi keterlibatan siswa menggunakan lembar observasi, pengukuran hasil belajar melalui tes (pretest dan posttest), serta pengisian angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test untuk mengukur signifikansi perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Papan Dakota dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat motivasi, dan mempermudah pemahaman konsep matematika. Media ini juga mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Papan Dakota efektif digunakan sebagai media inovatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. 
Pengaruh Asessmen Diagnostik Terhadap Peningkatan Pemahaman Operasi Bilangan Siswa SD Pungki, Diana; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107263

Abstract

Understanding number operations is a fundamental component of elementary mathematics learning. However, many students struggle to grasp these concepts due to a lack of early identification of their initial knowledge. This study aims to investigate the effect of diagnostic assessment on improving students' conceptual understanding of number operations in elementary school. The study employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. Data were collected from two groups of fourth-grade students: the experimental group received diagnostic assessments, while the control group did not. The instrument used was a conceptual understanding test administered before and after instruction. The analysis revealed a significant improvement in the experimental group compared to the control group. These findings suggest that diagnostic assessment helps teachers identify students’ learning difficulties early and tailor instruction to meet their specific needs. Therefore, diagnostic assessment can serve as an effective tool to enhance the quality of mathematics instruction and student learning outcomes in elementary education.Pemahaman konsep operasi bilangan merupakan aspek mendasar dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep ini karena keterbatasan pengetahuan awal yang tidak teridentifikasi sejak awal pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh asesmen diagnostik terhadap peningkatan pemahaman konsep operasi bilangan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Data dikumpulkan dari dua kelompok siswa kelas IV, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan asesmen diagnostik dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan tersebut. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini membuktikan bahwa asesmen diagnostik dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara dini dan menyusun strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, asesmen diagnostik dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.