Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan dan Manfaat Google Bisnisku untuk Usaha Kecil dan Menengah Aristejo
Jurnal Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2020): JSI Periode Februari 2020
Publisher : LPPM STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.261 KB) | DOI: 10.51998/jsi.v9i1.417

Abstract

Intisari— Usaha kecil dan menengah (UKM) adalah salah satu sektor ekonomi yang saat ini menjadi fokus pemerintah Republik Indonesia seperti yang disampaikan oleh Menteri Perrencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Beppenas Suharso Monoarfa pada seminar daring hari Kamis 22/10/2020 [1]. Di sisi lain, pelaku usaha UKM memiliki keterbatasan dari sisi modal karena biasanya modal yang dimiliki sebagian besar difokuskan kepada sisi produksi. Lalu bagaimana dengan sisi promosi dan penjualan yang tentunya juga memerlukan biaya yang tidak sedikit ? Disini teknologi bisa berperan, salah satunya adalah Google Bisnisku. Salah satu keuntungan Google Bisnisku adalah menampilkan profil usaha secara online dan sudah terintegrasi dengan Google Maps dan mesin pencari Google. Bagaimana memanfaatkannya ? Hal ini dipaparkan oleh penulis dalam tulisan ini. Kata Kunci— Usaha Kecil Menengah, Google Bisnisku
PERANCANGAN APLIKASI DOKUMENTASI SEMINAR PARA DOSEN DI STMIK ANTAR BANGSA Subhiyanto; Aristejo; Esthi Adityarini
Jurnal Teknik Informatika Vol 9 No 1 (2023): (JTI) Periode Februari 2023
Publisher : LPPM STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51998/jti.v9i1.519

Abstract

At present the need for seminars is mandatory for lecturers as a support in carrying out the Tridharma of higher education and also for updating knowledge that is developing. At STMIK Antar Bangsa, many lecturers often carry out seminar activities, but these activities are still not well documented both in administration and in reports. To overcome this problem, we took the initiative to design a lecturer seminar documentation system application. The method used is RAD (Rapid Application Development) with the aim of accelerating the development of seminar documentation application designs for lecturers with good and quality results.
Penerapan Fungsi Mid Dan Find pada Pembersihan Data Alamat Aristejo; Sigit Wijanarko; Subhiyanto; Aji Santoso
Jurnal Teknik Informatika Vol 10 No 1 (2024): JTI Periode Februari 2024
Publisher : LPPM STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interacting with data is a common occurrence. However, it should be realized that the data received often requires refinement to make it easier to read and search. The data refinement process is called as data cleansing. For instance, inconsistency of address writing often occurs, such as street names and city names mixed in the same field. Hence, it is difficult to read and be processed further. Excel provides the MID and FIND functions. If these two functions are combined, they will help us separate the city name from the street name and also placing the city name in its own column.
Analisis Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi Berbasis Cobit 2019 Pada STMIK AB Aristejo
Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi (SINTEK)
Publisher : LPPM STMIK KUWERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56995/sintek.v6i2.262

Abstract

Tata kelola teknologi informasi merupakan elemen strategis dalam mendukung transformasi digital di perguruan tinggi yang memiliki kompleksitas layanan akademik, administratif, dan riset. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola teknoologi informasi berbasis kerangka COBIT 2019 serta menghasilkan profil implementasi sebagai dasar pemahaman awal bagi pengelola teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi, dengan penilaian mengacu pada domain COBIT 2019, yaitu EDM, APO, dan DSS, sehingga memungkinkan analisis yang sistematis berdasarkan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tata kelola TI pada perguruan tinggi umumnya masih berada pada Level 2 (Managed Process), yang terlihat adanya proses yang telah direncanakan dan dilaksanakan namun belum terstandarisasi secara menyeluruh, masih berfokus pada domain operasional (DSS) dan belum menjangkau domain strategis (EDM). Hal ini dibuktikan oleh dominannya praktek pengelolaan layanan teknologi informasi yang bersifat reaktif dan minimnya keselarasan dengan tujuan strategis institusi. Kontribusi penelitian ini adalah menyajikan profil implementasi tata kelola teknologi informasi berbasis COBIT 2019 yang secara tegas menyoroti dominasi domain operasional (DSS) dibandingkan belum optimalnya penerapan domain strategis (EDM) dalam fungsi evaluasi, pengarahan, dan pemantauan, sehingga memberikan dasar analitis yang lebih preskriptif untuk mengarahkan pergeseran tata kelola TI dari operasional menuju strategis.
Analisis Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi Berbasis Cobit 2019 Pada STMIK AB Aristejo
Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi (SINTEK)
Publisher : LPPM STMIK KUWERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56995/sintek.v6i2.262

Abstract

Tata kelola teknologi informasi merupakan elemen strategis dalam mendukung transformasi digital di perguruan tinggi yang memiliki kompleksitas layanan akademik, administratif, dan riset. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola teknoologi informasi berbasis kerangka COBIT 2019 serta menghasilkan profil implementasi sebagai dasar pemahaman awal bagi pengelola teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi, dengan penilaian mengacu pada domain COBIT 2019, yaitu EDM, APO, dan DSS, sehingga memungkinkan analisis yang sistematis berdasarkan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tata kelola TI pada perguruan tinggi umumnya masih berada pada Level 2 (Managed Process), yang terlihat adanya proses yang telah direncanakan dan dilaksanakan namun belum terstandarisasi secara menyeluruh, masih berfokus pada domain operasional (DSS) dan belum menjangkau domain strategis (EDM). Hal ini dibuktikan oleh dominannya praktek pengelolaan layanan teknologi informasi yang bersifat reaktif dan minimnya keselarasan dengan tujuan strategis institusi. Kontribusi penelitian ini adalah menyajikan profil implementasi tata kelola teknologi informasi berbasis COBIT 2019 yang secara tegas menyoroti dominasi domain operasional (DSS) dibandingkan belum optimalnya penerapan domain strategis (EDM) dalam fungsi evaluasi, pengarahan, dan pemantauan, sehingga memberikan dasar analitis yang lebih preskriptif untuk mengarahkan pergeseran tata kelola TI dari operasional menuju strategis.