Renni Meliahsari
Universitas Halu Oleo

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Maginti Tahun 2021 LISKA LISKA; RUSLAN MAJID; RENNI MELIAHSARI
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v3i2.29463

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakanmasalah gizi dengan jangka waktu lama. Berdasarkan hasil pemantauan, Puskesmas Maginti merupakan wilayah dengan total kasus KEK paling banyak ditemukan. Mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan KEK di Wilayah Puskesmas Maginti tahun 2021 merupakan tujuan dari penelitian ini.Penelitian yang menggunakan pendekatan cross sectional study dengan metode kuantitatif ini mempunyai 57 responden yang diambil melalu teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisis bivariat yang diuji dengan menggunakan Chi-square didapatkan nilai p-value> α yang menujukkan bahwa frekuensi makan, penyakit infeksi, pengetahuan ibu, pemeriksaan kehamilan, pendapatan keluarga dan dukungan petugas kesehatan sebagai variabel terikat tidak terdapat hubungan terhadap kasus KEK sebagai variabel bebas. Tidak adanya hubungan yang berarti antara frekuensi makan, penyakit infeksi, pengetahuan ibu, pemeriksaan kehamilan, pendapatan keluarga dan dukungan petugas kesehatan terhadap kekurangan energi kronik (KEK).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIWORO TENGAH TAHUN 2022 Okta Reski; Ruwiah Ruwiah; Renni Meliahsari
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43107

Abstract

Abstrak Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak balita didefinisikan terhambat gizinya didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur atau tinggi badan dibanding umur dengan batas (z-score) kurang dari < - 3 SD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Tiworo Tengah tahun 2022. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study dengan menggunakan uji Chi Square pada program SPSS. Populasi penelitian ini berjumlah 419 orang, sedangkan sampelnya berjumlah 200 orang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi (P-Value = 0.000 < 0.05), tingkat pendapatan keluarga (P-Value = 0.000 < 0.05), pola asupan energi (P-Value = 0.000 < 0.05), dan pola asupan protein (P-Value = 0.000 < 0.05) dengan kejadian stunting. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, tingkat pendapatan keluarga, pola asupan energi, dan pola asupan protein dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Tiworo Tengah tahun 2022. Kata kunci: Stunting, Pengetahuan Ibu tentang Gizi, Pendapatan Keluarga, Asupan Energi, Asupan Protein Abstract Stunting is a developmental disorder experienced by children due to malnutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. Children under five are defined as nutritionally retarded based on an index of body length for age or height for age with a z-score less than < -3 SD. The research objective was to determine the factors associated with the incidence of stunting in children under five in the Tiworo Tengah Health Center work area in 2022. The research method used was quantitative research using a cross-sectional study approach using the Chi Square test in the SPSS program. The population of this study was 419 people, while the sample was 200 people. The results of this study found that there was a relationship between mother's knowledge about nutrition (P-Value = 0.000 < 0.05), family income (P-Value = 0.000 < 0.05), energy intake (P-Value = 0.000 < 0.05), and protein intake ( P-Value = 0.000 < 0.05) with stunting. The conclusions of this study indicate that there is a relationship between mother's knowledge of nutrition, family income, energy intake, and protein intake with the incidence of stunting in children under five in the working area of the Tiworo Tengah Health Center in 2022. Keywords: Stunting, Mother's Knowledge of Nutrition, Family Income, Energy Intake, Protein Intake health and nutrition
PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KOTA KENDARI TAHUN 2021 Muh. Ashariyanto; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Renni Meliahsari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v4i2.43149

Abstract

Abstrak Dalam proses pembelajaran di SMAN dan SMKN, pihak sekolah perlu memberi perlindungan terhadap siswa dari kemungkinan terjadinya kebakaran dengan aturan yang berdasarkan pada peraturan No.26/PRT/M/2008 yang terdiri dari sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif kebakaran dan manajemen tanggap darurat kebakaran. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif dan sistem tanggap darurat kebakaran pada SMAN dan SMKN di Kota Kendari. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi berupa form checklist. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 3 SMAN dan 3 SMKN. Tehnik Pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sarana penyelamatan, semua sekolah memiliki pintu keluar dalam kategori cukup; semua sekolah memiliki jalan keluar dalam kategori baik; 1 SMAN memiliki petunjuk arah dengan ketegori baik dan 1 SMKN dalam kategori kurang; 2 SMAN dan 2 SMKN tidak memiliki petunjuk arah; semua sekolah tidak memiliki penerangan darurat; 1 SMAN memiliki tempat berhimpun dalam kategori baik dan 2 SMAN serta 3 SMKN dalam ketegori cukup. Pada sistem proteksi aktif, semua sekolah tidak memiliki sprinkler; semua sekolah tidak memiliki hidran; semua sekolah tidak memiliki alarm kebakaran; 3 SMAN dan 2 SMKN memiliki APAR dalam kategori cukup serta 1 SMKN dalam kategori kurang. Sistem tanggap darurat kebakaran, semua sekolah tidak memiliki organisasi tanggap darurat; semua sekolah memiliki prosedur tanggap darurat dalam kategori cukup; 3 SMAN serta 2 SMKN tidak melaksanakan latihan kebakaran dan 1 SMKN melaksanakan latihan kebakaran dalam kategori kurang. Kata kunci: manajemen tanggap darurat, sarana penyelamatan jiwa, sekolah menengah atas negeri, sekolah menengah kejuruan negeri, sistem proteksi aktif
GAMBARAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3RS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2020 Pitrah Asfian; Rahma Yani; Renni Meliahsari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i1.18629

Abstract

Rumah sakit adalah organisasi yang bergerak memberikan pelayanan berupa jasa kesehatan kepada semua sektor publik. RSUD Bahteramas adalah salah satu rumah sakit terbesar di Propinsi Sulawesi Tenggara yang menerapkan SMK3 tetapi belum sepenuhnya terlaksana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan SMK3 di RSUD Bahteramas Propinsi Sulawesi Tenggara. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan bantuan pedoman wawancara, lembar observasi, dan menggunakan instrumen alat perekam suara. Informan pada penelitian ini yaitu informan kunci: Ketua Komite K3 RSUD Bahteramas Propinsi Sulawesi Tenggara dan informan biasa: Bidang Upaya Kesehatan Kerja, Bidang Upaya Manajemen Risiko, Bidang Upaya Kewaspadaan Bencana, Bidang Upaya Penanggulangan Kebakaran, Bidang Upaya Kesehatan Lingkungan Kerja dan Kepala Unit Instalasi Gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan kebijakan K3 secara khusus mengenai K3RS belum ada, akan tetapi penerapannya telah dilaksanakan dengan dibentuknya organisasi Komite K3 serta sarana dan prasarana yang mendukung. Perencanaan K3RS dilaksanakan dengan melihat temuan masalah di lapangan dan diselesaikan berdasar pada prioritas masalah. Pelaksanaan rencana K3RS belum sepenuhnya terlaksana yaitu keselamatan dan keamanan di rumah sakit, serta masih terdapat sarana dan prasarana yang masih belum bisa difungsikan.  Pemantauan dan evaluasi kinerja  K3RS  dilaksanakan  bersama  tim  PPI  dan  IPSRS.  Peninjauan  dan  peningkatan  kinerja  K3RS dilaksanakan dengan adanya perbaikan dan peningkatan kinerja