Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN SOSIO DEMOGRAFI DAN AKSES MEDIA SOSIAL DENGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN WAWOLESEA TAHUN 2O2O Novita Indria Sari; Jumakil Jumakil; Fithria Fithria
Endemis Journal Vol 2, No 1 (2021): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.636 KB) | DOI: 10.37887/ej.v2i1.19594

Abstract

AbstrakPenyakit virus Corona (Covid-19) telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan. Dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19 diperlukan pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19 pada seluruh elemen masyarakat agar masyarakat mampu untuk mengambil keputusan dalam berperilaku yang tepat untuk memutus rantai penularan Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosio demografi dan akses media sosial dengan pengetahuan pencegahan Covid-19 pada masyarakat pesisir Kecamatan Wawolesea Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional study dengan sampel berjumlah 272 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Uji statistik menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat pesisir KecamatanWawolesea tentang pencegahan Covid-19 berada pada kategori cukup 228 responden (83,8%) dan kategori kurang 44 responden (16,2%), ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,657 > 0,05) denganpengetahuan pencegahan Covid-19, sebaliknya ada hubungan antara umur (p value = 0,000 < 0,05), tingkat pendidikan (p value = 0,000 < 0,05) dan akses media sosial (p value = 0,000 < 0,05 dengan pengetahuan pencegahan Covid-19. Diharapkan pihak puskesmas setempat hendaknya lebih sering mengadakan penyuluhan melalui media yang ada atau pembuatan poster tentang pencegahan Covid-19 yang dapat digunakan sebagai informasi bagi masyarakat untukmencegah kejadian Covid-19.Kata Kunci: Pengetahuan Pencegahan Covid-19, Umur, pekerjaan, Tingkat Pendidikan, Akses Media Sosial
HUBUNGAN PERSEPSI KERENTANAN, PERSEPSI MANFAAT, DAN PERSEPSI HAMBATAN DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN MINUM OBAT PENCEGAHAN FILARIASIS PADA MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEO-MEO KOTA BAUBAU TAHUN 2018 Hermayani Hermayani; La Ode Muhamad Sety; Lymbran Tina; Suhadi Suhadi; Fithria Fithria; Jusniar Rusli Afa
Endemis Journal Vol 1, No 1 (2020): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.83 KB) | DOI: 10.37887/ej.v1i1.11479

Abstract

Filariasis telah menjadi salah satu penyakit yang diprioritaskan untuk dieliminasi melalui upaya pemutusan rantaipenularan dengan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di daerah endemis. Pemutusan rantai penularandapat terjadi jika cakupan POPM >85% dari jumlah penduduk sasaran dan 65% dari penduduk total. Berdasarkanlaporan tahun 2019, cakupan POPM filariasis di wilayah kerja Puskesmas Meo-meo tahun 2018 adalah 56% darijumlah penduduk total dan 58% dari jumlah penduduk sasaran. Cakupan tersebut belum mencapai target eliminasi.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan minum obat pencegahanfilariasis. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkanbahwa persepsi kerentanan yang dirasakan, persepsi manfaat yang dirasakan memiliki hubungan yang bermaknadengan rendahnya cakupan minum obat pencegahan filariasis (p=0,000). Peningkatan sosialisasi tentang POPMfilariasis dan melakukan pendampingan minum obat dapat dilakukan untuk mencapai target eliminasi filariasis padamasyarakat pesisir. Kata Kunci : Cakupan, filariasis, POPM.
When mothers talk about their past habits: A case study of stunting in Kendary City, Indonesia Lisnawaty Lisnawaty; Meynanda Meynanda; Fithria Fithria; Irma Yunawati; Febriana Muchtar
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 2, July-December 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v12i2.15558

Abstract

Stunting can be a nutritional problem that will adversely affect the optimal development process of children according to their genetic potential. Stunting can hinder the process of growth and development in under-fives. This study aimed to determine the causes of stunting in under-fives in the Abeli sub-district, Kendari City. The method of study was descriptive qualitative by a case study design. Data obtained through in-depth interviews of 4 (four) key informants and 5 (five) ordinary informants. Based on the results of the study, it was known that the incidence of stunting in the Abeli sub-district was caused by low birth weight, exclusive breastfeeding, and complementary feeding. It was based on the results of interviews, of four under-fives were stunting, there were three under-fives had a birth weight <2500 grams. The reason was because of inadequate breast milk production and a lack of family support for mothers to provide exclusive breastfeeding to under-fives. The reason was that the mother did not carry out routine pregnancy checks so that the condition of the fetus was poorly monitored. Besides, all under-fives who were stunting did not receive exclusive breastfeeding. In giving complementary feeding, the mothers gave complementary feeding to under-fives too early. Besides, a portion of the meal did not meet the needs of under-fives and less varied food.
FAKTOR BERAT BADAN LAHIR RENDAH, STATUS GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DI PUSKESMAS POLEANG UTARA TAHUN 2021 Widya Astuti; Harleli Harleli; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.715 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v3i1.25720

Abstract

AbstrakPeriode penting tumbuh kembang anak adalah masa balita karena perkembangan kemampuan Bahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan berikutnya dan menjadi dasar kualitas generasi penerus bangsa. World Health Organization pada tahun 2018 melaporkan prevalensi balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang adalah sebesar 28,7% dan Indonesia termasuk kedalam Negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Provinsi Sulawesi Tenggara, tahun 2019 terdapat 16,40% balita dengan gizi kurang, sedangkan terdapat 31,44% balita dengan proporsi stunting (TB/U) pada balita tahun 2019. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita di Puskesmas Poleang Utara Tahun 2021. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 386 dan sampel 196 orang dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling, menggunakan analisis statistik uji Chi-square. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Berat Badan Lahir Balita dengan p-value p= 0,005, Status Gizi dengan p-value p= 0,000, Pengetahuan gizi ibu dengan p-value p= 0,001, dan penyakit infeksi dengan p-value p= 0,021 dengan tumbuh kembang pada balita di puskesmas Poleang Utara. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor berat badan lahir rendah, status gizi, pengetahuan gizi ibu dan penyakit infeksi dengan tumbuh kembang balita di Puskesmas Poleang Utara Tahun 2021. Kata kunci: Tumbuh Kembang, BBLR, Status Gizi, Pengetahuan Ibu, Penyakit Infeksi.       AbstractAn important period of child development is the toddler period because the development of language skills, creativity, social awareness, emotional and intelligence runs very quickly and is the next foundation and becomes the basis for the quality of the nation's next generation. The World Health Organization in 2018 reported that the prevalence of children under five with growth and development disorders was 28.7% and Indonesia was included in the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia region. Southeast Sulawesi Province, in 2019 there were 16.40% under-fives with malnutrition, while there were 31.44% under-fives with stunting proportions (TB/U) in under-fives in 2019. This study was conducted to determine the factors that influence the growth and development of toddlers at Poleang Health Center North in 2021. Research Method is a quantitative research, namely observational analytic with a cross sectional study approach. The population is 386 and the sample is 196 people with accidental sampling technique, using Chi-square test statistical analysis. The instrument used is a questionnaire. The results of the study showed that under-five birth weight with p-value p = 0.005, nutritional status with p-value p = 0.000, knowledge of maternal nutrition with p-value p = 0.001, and infectious diseases with p-value p = 0.021 with growing development of children under five at the Poleang Utara Public Health Center. The conclusion of this study is that there is a relationship between factors of low birth weight, nutritional status, knowledge of maternal nutrition and infectious diseases with growth and development of toddlers at Poleang Utara Health Center in 2021. Keywords: Growth and Development, LBW, Nutritional Status, Mother's Knowledge, Infectious Diseases.
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGATURAN GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAODE BURI KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2021 Yona Ariska; Ruwiah Ruwiah; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.9 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v2i4.23682

Abstract

Menjaga pola makan yang baik dan sehat sangat penting selama pandemi covid-19. Panduan pola makan sehat bergizi dan seimbang selama pandemi Covid-19 adalah makan dengan kompisisi lengkap, makan lebih banyak buah dan sayur, penuhi kebutuhan cairan dan menjaga kebersihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, pola makan dan aktivitas fisik ibu rumah tangga terhadap pengetahuan pencegahan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri Kabupaten Buton Utara Tahun 2021. Metode penelitian kuantitatif dengan observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.085), terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.000) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.430) pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. dengan adanya penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pelayanan kesehatan khususnya puskesmas mengenai program kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan gizi, pola makan, aktivitas fisik, pencegahan covid-19      Maintaining a good and healthy feeding patterns is very important during the COVID-19 pandemic. Guidelines for a healthy, nutritious, and balanced feeding patterns during the Covid-19 pandemic are eating with a complete composition, eating more fruits and vegetables, meeting fluid needs and maintaining food hygiene. This study aims to determine the relationship between knowledge of nutrition, feeding patterns and physical activity of housewives on knowledge of preventing Covid-19 in the working area of Waode Buri Health Center, North Buton Regency in 2021. The research method is quantitative with observation analyticalusing a cross sectional study approach. The results of this study indicate that there is no significant relationship between nutritional knowledge and efforts to prevent Covid-19 (p-value=0.085), there is a significant relationship between feeding patterns and efforts to prevent Covid-19 (p-value=0.000) and there is no There is a significant relationship between physical activity and efforts to prevent Covid 19 (p-value=0.430) among housewives in the working area of the Waode Buri Health Center. with this research can provide input to health services, especially health centers regarding health programs. Keywords: Nutrition Knowledge, Feeding Patterns, Physical Activity, Covid-19 Prevention
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA DAN PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI TAHUN 2020 Rizky Armalia Anwar; Sartiah Yusran; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.97 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i3.23399

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan kalori dan protein (malnutrisi) yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu hamil. Prevalensi KEK pada wanita hamil di Sulawesi Tenggara tahun 2018 sebesar 11,11%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi asupan energi, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, dan usia kehamilan terhadap kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata yaitu sebanyak 55 ibu hamil sekaligus sebagai sampel penelitian ini. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil analisa menunjukkan bahwa hasil uji t parsial pada asupan energi dengan nilai signifikansi = 0.033> 0.05, pendapatan keluarga dengan nilai signifikansi = 0.036> 0.05, pengetahuan ibu dengan nilai signifikansi = 0.058< 0.05, dan usia kehamilan dengan nilai signifikansi = 0.868> 0.05. Kesimpulan: Asupan energi dan pendapatan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Sedangkan pengetahuan ibu dan usia kehamilan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata Kota Kendari Tahun 2020. Sebaiknya bagi puskesmas perlu lebih sering melakukan penyuluhan terkait KEK pada ibu hamil. Kata kunci: Kekurangan Energi Kronik (KEK), asupan energi, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, usia kehamilan.      Chronic Energy Defiency (CED) is a condition that the mother suffers from a chronic shortage of calories and protein (malnutrition) which lasts for years (chronic) and causes health problem in pregnant women. The prevalence of CED in pregnant women in Southest Sulawesi, 2018 was 11,11%. This research aims to determine the factors that influence energy intake, family income, maternal knowledge and gestational age on the incidence of chronic energy deficiency toward pregnant women in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata Kota Kendari area in 2020. This research using cross sectional method. The population was all pregnant women suffering from Chronic Energy Deficiency (CED) in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata areas and there 55 pregnant women were become sample of this research. This research using total sampling technique. The analysis showed that the results of the the partial test on energy intake with a significance value= 0.033>0.05, family income  with a significance value= 0.036>0.05, maternal knowledge with a significance value= 0.058<0.05, and gestational age with a significance value= 0.868>0.05. Conclusion : energy intake and family incone is a factor affecting the incidence of CED in pregnant women. Meanwhile, maternal knowledge and gestational age are not factors that affect of chronic energy deficiency toward pregnant women in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata Kota Kendari in 2020. Should the Puskesmas need to do counseling on Chronic Energy Deficiency or CED more often toward pregnant women. Keywords:  health Chronic Energy Deficiency (CED), energy intake, family income, maternal knowledge, gestational age.
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT DI DESA PORARA KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE Iqrayati Kasrudin; Siti Rabbani Karimuna; Fithria Fithria
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i2.27447

Abstract

Kasus diare di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Ketersediaan sarana sanitasi dasar seperti air bersih, saluran pembuangan air limbah, ketersediaan tempat sampah, ketersediaan jamban merupakan upaya untuk mencegah meningkatnya kejadian penyakit diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian diare pada masyarakat di Desa Porara Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 105 KK yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil  uji statistik pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara saluran pembuangan air limbah (ρ-value = 0,000), ketersediaan  tempat sampah (ρ-value = 0,000) dan ketersediaan jamban (ρ-value = 0,000). Tidak ada hubungan antara ketersediaan air bersih (ρ-value = 0,152). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan saluran pembuangan air limbah, ketersediaan tempat sampah dan ketersediaan jamban dengan kejadian diare pada masyarakat. Tidak ada hubungan antara ketersediaan air bersih dengan kejadian diare pada masyarakat
PERILAKU DALAM PENANGANAN SAMPAH PEMBALUT SEKALI PAKAI PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO Fausiah Ayuningsih; Fithria Fithria; Rastika Dwiyanti Liaran
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i2.27449

Abstract

Pembalut wanita adalah kebutuhan penting untuk siklus menstruasi yang terjadi setiap bulan. Pembalut wanita yang digunakan jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan masalah lingkungan, kesehatan maupun estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) dalam penanganan sampah pembalut sekali pakai pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.  Hasil penelitian menunjukan dari 97 total bahwa mahasiswa FKM UHO yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 90 responden (92,8%) dan pengetahuan kurang sebanyak 7 responden (7,2%) mengenai definisi dan komponen pembalut, pengelolaan sampah, cara penanganan sampah pembalut wanita, dampak pembalut wanita dan pemanfaatan pembalut wanita. Sikap mahasiswa FKM UHO tergolong kategori sikap positif sebanyak 83 responden (85,6%). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pengetahuan mahasiswa FKM UHO cukup dan sikap mahasiswa FKM UHO positif serta tindakan mahasiswa FKM UHO cukup dalam penanganan sampah pembalut sekali pakai tahun 2022.
PERSEPSI MAHASISWA DALAM MENGGUNAKAN PLASTIK DAN STYROFOAM SEBAGAI KEMASAN MAKANAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2022 Fithria Fithria; Harleli Harleli; Jenny Yari M
Preventif Journal Vol 7, No 1 (2022): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v7i1.28731

Abstract

AbstrakBahaya penggunaan yang salah terhadap produk plastik dan styrofoam sebagai kemasan makanan dan minuman yang dapat mengancam kesehatan seluruh aspek masyarakat terkhusus kalangan mahasiswa sebagai generasi masa depan bangsa.Penggunaan plastik dan styrofoam meningkat secara signifikan dan banyak digunakan sehingga menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam menggunakan plastik dan styrofoam sebagai kemasan makanan di Lingkungan Universitas Halu Oleo tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study), yaitu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perwakilan beberapa mahasiswa dari klaster Fakultas di Universitas Halu Oleo, dalam hal ini klaster kesehatan, klaster sains, dan klaster filsafat program reguler yang aktif angkatan 2019-2020 dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa selaku informan kunci penelitian masih sangat dipengaruhi dengan apa yang mereka lihat, serta pengaruh orang lain. Informan juga hanya akan percaya dengan dampak apa yang mereka rasakan saat ini, jika saat ini tidak ada dampak yang dirasakan maka akan terus digunakan. Asumsi tersebut sering kali salah, namun karena merasa produk plastik dan Styrofoam sangat sesuai dengan jiwa mereka yang praktis, maka mereka akan selalu memilih menggunakan plastik dan Styrofoam sebagai kemasan makanan. Kata Kunci : Persepsi, Perilaku, Plastik, Styrofoam, Kemasan
HUBUNGAN POLA MAKAN, PENDAPATAN KELUARGA, JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI KABUPATEN MUNA TAHUN 2021 Sulfiyani Sulfiyani; Ruwiah Ruwiah; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30139

Abstract

AbstrakStatus gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Konsumsi makanan (pola makan) berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi terbagi ‎dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal‎.Alasan penelitian ini memilih pola makan karena pola makan merupakan upaya yang mudah dilakukan dalam mengatasi masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anatara pola makan, pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga dengan status gizi anak balita di Wilayah kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang dipilih 82 dengan melibatkan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan di Puskesmas Parigi. Data diambil dengan menggunakan kuesioner, dengan tehnik wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji chisquare dengan tingkat signifikan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi anak balita dengan nilai (ρ=0,000 < 0,05), tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga (ρ= 0.560 >0,05), dan jumlah anggota keluarga (ρ= 0.605 >0,05) dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna tahun 2021. Memperhatikan hasil penelitian ini, diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melibatkan lebih banyak faktor untuk melihat konstribusi yang dominan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi anak balita.Kata Kunci: Pola Makan, Pendapatan Keluarga, Jumlah Keluarga, Status Gizi      AbstractNutritional status is the state of the body as a result of food consumptionand use of nutrients. Consumption of food pattern affects a person's nutritionalstatus. Factors that affect nutritional status are divided into two, namely external factors and internal factors. The reason this study chose the diet is because eating patterns are an easy effort to do in overcoming nutritional problems. The purpose of this study was to determine the relationship between diet, family income, and the number of family members with the nutritional status of children under five in the work area of the Parigi Health Center, Muna Regency. The research design used is descriptive analytic research with a cross sectional approach. The number of samples selected was 82 involving mothers with children aged 12-59 months at the Parigi Health Center. Collecting data using a questionnaire, with interview and observation techniques. Data analysis used the chi-square test with a significant level (α = 0.05). The results showed that there was a significant relationshipbetween diet and nutritional status of children under five with a value (ρ = 0.000< 0.05), there was no relationship between family income (ρ = 0.560 > 0.05), and the number of family members (ρ = 0.605 > 0.05) with the nutritional status oftoddlers in the work area of the Parigi Health Center, Muna Regency in 2021. By paying attention to the results of this study, it is hoped that further researcherscan involve more factors to see the dominant contribution to determine the relationship between diet and nutritional status of toddlers.Keywords:Dietary habit, Family Income, Number of Family, Nutritional Status.