fachri rahman
Bdk Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan Kepala Madrasah di Kabupaten Kolaka fachri rahman
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 2 (2021): MARET
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.986 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kewirausahaan Kepala Madrasah di Kabupaten Kolaka. Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah yang mengikuti kegiatan Pelatihan Kepala Madrasah, metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan Kepala Madrasah ditinjau dari 3 aspek yaitu program kewirausahaan, potensi madrasah serta langkah-langkah pengembangan kewirausahaan. Adapun temuan penelitian menunjukkan bahwa: pengembangan kewirausahaan Kepala Madrasah di Kabupaten Kolaka antara lain adalah unit usaha Madrasah/ koperasi. usaha ayam potong petelur, dan peternakan Sapi, Usaha Budidaya Ikan Air Tawar, Ujian Berbasis Online, dan Madrasah Hijau (Go Green). Potensi Madrasah telah dimanfaatkan oleh Kepala Madrasah dan telah membuktikan bahwa Kepala Madrasah sudah memiliki kemampuan mengembangkan potensi sekolah dengan sumber daya yang terbatas melalui cara-cara yang tidak biasa dan mampu menjalin kemitraan dengan lembaga lain. Kepala Madrasah sudah mengembangkan kreativitas dan menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan madrasah. Langkah pengembangan kompetensi kewirausahaan Kepala Madrasah salah satunya adalah fokus kepada program Madrasah Hijau ( Go green) dan menjadi inspirasi bagi Kepala Madrasah lainnya untuk mengembangkan model kewirausahaan tersebut/ Pengembangan kewirausahaan Kepala Madrasah didasarkan pada dimensi kompetensi kewirausahaan yaitu inovasi/kreatif, kerja keras, motivasi, pantang menyerah/alternatif solusi terbaik serta kegiatan produktif dan naluri kewirausahaan Implikasi yang diharapkan dalam penelitian ini adalah pengembangan kewirausahaan yang dilakukan oleh Kepala Madrasah terus dikembangkan dan menjadikannya mampu berfikir kreatif dan inovatif untuk pengembangan madrasah yang dipimpinnya. Madrasah harus maju dan mampu berdiri sendiri dengan mengoptimalkan segala potensi sumber daya madrasah.
KOMPETENSI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN OLEH GURU (PESERTA DIKLAT PENILAIAN PEMBELAJARAN) DI KAB. BUTON fachri rahman
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 1 (2019): Maret
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.266 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran di Kab. Buton; 2) Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi guru dalam pengelolaan pembelajaran; 3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan, pedoman wawancara, alat perekam audio/video serta dokumen administrasi guru. Untuk pengujian data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Selanjutnya data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) display data, dan 4)verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi guru dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran sudah tergolong baik. Mulai dari memahami peserta didik secara mendalam; merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran; melaksanakan pembelajaran; merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran; dan mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. Namun masih terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu mendapat perhatian, seperti menggunakan RPP yang dirancang sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas termasuk merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Bukan hanya sebagai bahan pelengkap administrasi guru semata; 2) Hambatan yang dihadapi guru dalam pengelolaan pembelajaran adalah: (a) masih kurangnya pemahaman guru-guru terhadap penerapan kurikulum 2013; (b) sistem penilaian; (c) guru hanya mengandalkan buku paket atau buku pegangan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran tanpa berusaha mencari sumber belajar lain yang relevan; (d) kurangnya pemanfaatan media pembelajaran; dan (e) kemampuan TIK guru yang kurang memadai. 3) Belum ada upaya nyata yang dilakukan oleh sebahagian besar guru dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran. Sebahagian yang lain senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi pengelolaan pembelajaran dengan aktif mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PONDOK PESANTREN DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) fachri rahman
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.473 KB)

Abstract

Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga telah merambah aspek pendidikan termasuk Lembaga Pendidikan Pesantren sebagai sebuah ‘sub kultur’ yang khas. Kemajuan TIK haruslah dapat menjadi media untuk memaksimalkan peserta didik (santri) dalam mengembangkan ilmu yang ia miliki. Kompetensi pedagogik menyatakan bahwa seorang guru harus mampu menggunakan serta memanfaatkan TIK  untuk kepentingan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru Pondok Pesantren dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai sarana untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana kriteria pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Subjek penelitian ini terdiri dari enam orang guru Peserta Diklat Pemanfaatan TIK bagi Guru Pondok Pesantren di Balai Diklat Keagamaan Makassar. Berdasarkan hasil  analisis data dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru sudah cukup baik dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK, namun masih dibutuhkan banyak bimbingan dalam mengakses langsung media dari internet. Kedua, guru yang kurang mampu menggunakan TIK disebabkan oleh faktor ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri sendiri dan faktor/sikap acuh terhadap perkembangan TIK. Ketiga, guru yang kurang mampu menggunakan TIK masih terikat dengan media konvensional yang ada di lingkungan sekitar. Kesimpulan penelitian ini yaitu kompetensi yang dimiliki guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK  cukup baik. Masih diperlukan banyak bimbingan dalam mencari media dan sumber belajar dari internet.