Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran di Kab. Buton; 2) Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi guru dalam pengelolaan pembelajaran; 3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan, pedoman wawancara, alat perekam audio/video serta dokumen administrasi guru. Untuk pengujian data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Selanjutnya data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) display data, dan 4)verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi guru dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran sudah tergolong baik. Mulai dari memahami peserta didik secara mendalam; merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran; melaksanakan pembelajaran; merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran; dan mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. Namun masih terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu mendapat perhatian, seperti menggunakan RPP yang dirancang sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas termasuk merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Bukan hanya sebagai bahan pelengkap administrasi guru semata; 2) Hambatan yang dihadapi guru dalam pengelolaan pembelajaran adalah: (a) masih kurangnya pemahaman guru-guru terhadap penerapan kurikulum 2013; (b) sistem penilaian; (c) guru hanya mengandalkan buku paket atau buku pegangan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran tanpa berusaha mencari sumber belajar lain yang relevan; (d) kurangnya pemanfaatan media pembelajaran; dan (e) kemampuan TIK guru yang kurang memadai. 3) Belum ada upaya nyata yang dilakukan oleh sebahagian besar guru dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran. Sebahagian yang lain senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi pengelolaan pembelajaran dengan aktif mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
Copyrights © 2019