Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Prototype Alat Pengurai Asap Rokok Pada Smooking Room Dilengkapi Internet of Thing Gusti Priyo Utomo; Edy Kurniawan; Rhesma Intan Vidyastari
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 1 (2023): Artikel Periode Maret Tahun 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i1.2663

Abstract

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya dan bisa menyebabkan penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Indonesia menjadi pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah Cina dan India. Kementrian kesehatan mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah perokok aktif dewasa dalam kurun waktu 10 tahun. Meskipun pemerintah telah memberikan fasilitas ruangan khusus merokok, smoking room yang ada saat ini belum memiliki sistem sirkulasi udara yang baik. Oleh karena itu, sebuah alat pengurai asap rokok dirancang dengan menggunakan Sensor MQ2 dan Electrostatic precipitator. Alat ini dilengkapi dengan LCD untuk mengetahui kadar asap dalam ruangan dan dapat dimonitoring dengan aplikasi Web service. Alat pengurai asap rokok yang dirancang dan diuji berhasil memenuhi perancangan awal dan berfungsi dengan baik. Penggunaan electrostatic precipitator dan sensor MQ2 terbukti efektif dalam mengurangi kepekatan asap rokok sampai 86,1%. Alat tersebut juga berhasil berfungsi dengan baik, dengan indikator asap rokok dapat disedot dengan cukup cepat dalam kurang dari satu menit.
REKAYASA LISTRIK HYBRID UNTUK PENGAIRAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA DURI KEC. SLAHUNG PONOROGO mohammad mohsin; Didik Riyanto; Edy Kurniawan
MULTITEK INDONESIA Vol 16, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mtkind.v16i2.6097

Abstract

AbstrakSawah tadah hujan merupakan daerah pertanian yang sistem pengairannya bergantung pada musim hujan. Pada musim kemarau, areal pertanian tidak ditanami. Penduduk desa mencari nafkah di daerah pertanian. Di musim hujan, sebagian orang bercocok tanam, dan di musim kemarau, sebagian orang beralih ke pengusaha atau bekerja di kota. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun, dan untuk mengatasinya, para petani membangun sumur dan menggunakan mesin berbahan bakar fosil untuk memompa air. Menurut kasus yang ditemukan di Desa Duri, Kecamatan Slahung-Ponorogo, dibutuhkan teknologi yang tepat, yaitu teknologi pompa air listrik hybrid. Suatu pemecahan masalah pengairan sawah tadah hujan. Rekayasa pembangkit listrik tenaga surya menggunakan listrik hybrid merupakan pilihan alternatif yang bisa dilaksanakan. Berdasarkan hasil evaluasi perancangan panel surya ini menghasilkan energi sebesar 200 Wp dengan tegangan optimum 21,1 volt dan arus maksimum 9,0 A. Tegangan sel surya optimum rata-rata 20,42V saat panas dan tegangan pengisian 14,3Volt arus DC. Pada hari mendung, tegangan rata-rata 19,20 volt, dan tegangan pengisian 13,60 volt. Kapasitas sinar matahari 8 jam per hari, dengan paparan normal penuh sekitar 5 jam/hari. Berdasarkan tinjauan temuan, perlu untuk meningkatkan kapasitas pasokan listrik yang lebih besar. AbstractRainfed rice fields are agricultural areas whose irrigation systems depend on the rainy season. In the dry season, agricultural areas are not planted. Villagers earn their living in agricultural areas. In the rainy season, some people cultivate crops, and in the dry season, some people turn to entrepreneurs or work in the city. This went on for years, and to overcome this, farmers built wells and used fossil fuel engines to pump water. According to the case found in Duri Village, Slahung-Ponorogo District, the right technology is needed, namely hybrid electric water pump technology. A solution to the problem of irrigating rainfed rice fields. Engineering solar power plants using hybrid electricity is an alternative option that can be implemented. Based on the evaluation results of this solar panel design, it produces 200 Wp of energy with an optimum voltage of 21.1 volts and a maximum current of 9.0 A. The average optimum solar cell voltage is 20.42V when hot and charging voltage is 14.3Volt DC current. On a cloudy day, the average voltage is 19.20 volts, and the charging voltage is 13.60 volts. Sunlight capacity is 8 hours per day, with a full normal exposure of about 5 hours/day. Based on the review of the findings, it is necessary to increase the capacity of a larger power supply.