Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI DAN REKOMENDASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA INDUSTRI KECIL MEBEL (STUDI KASUS PADA INDUSTRI KECIL MEBEL PURNAMA DI JOMBANG) Mahrus Khoirul Umami; Muhammad Arif; Zaenal Arifin; Imnatus Mu’arrifah
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1495

Abstract

Penerapan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya yang sistematis dan terstruktur untuk melindungi tenaga kerja dan orang-orang lainnya di tempat kerja. Penelitian ini mengevaluasi implementasi prinsip-prinsip K3 di sebuah industri kecil, yaitu Mebel Purnama yang terletak di Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Survei awal di Mebel Purnama mendapatkan fakta bahwa program pelaksanaan standar K3 ini masih belum menjadi perhatian, baik dari pihak manajemen maupun dari pihak karyawan. Upaya perbaikan penerapan K3 pada penelitian ini dilakukan dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi, menilai dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko-risiko yang mungkin terjadi di tempat kerja. Hasil observasi dan wawancara menemukan adanya potensi-potensi bahaya di tempat kerja berupa adanya debu/ serbuk kayu yang beterbangan saat proses pemotongan dan penghalusan, limbah pemotongan dan penghalusan kayu ditimbun di dalam ruangan, tumpukan hasil olahan kayu di tempat/ rak yang sempit, stop contact dan sambungan kabel listrik yang terbuka, bahan-bahan kimia untuk pengecatan yang berbahaya, beracun, dan mudah terbakar, dan pekerja tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai. Selanjutnya, berdasarkan hasil penilaian risiko ditentukan beberapa rekomendasi sesuai dengan hirarki pengendalian bahaya berupa penggantian ataupun modifikasi pada bahan, mesin, peralatan, ataupun tata cara kerja sehingga dampak dari risiko yang mungkin terjadi dapat dikurangi. Selain itu, juga disarankan untuk melakukan langkah-langkah pengendalian secara administratif dan penyediaan APD yang sesuai bagi pekerja yang terpapar bahaya.
Analisis variasi fraksi volume serat pelepah nipah material filler pada komposit papan partikel semen serat pelepah nipah-cangkang kerang kepah Pramudia, Mirza; Umami, Mahrus Khoirul; Herdinan, Maga
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4519

Abstract

Papan partikel semen merupakan material komposit yang terbuat dari kombinasi partikel lignoselulosa dan semen Portland sebagai bahan pengikat. Partikel lignoselulosa pada penelitian ini menggunakan serat pelepah nipah dan serbuk cangkang kerang berfungsi sebagai pengisi (filler) sedangkan semen Portland berperan sebagai matriks pengikat yang meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan terhadap faktor lingkungan. Komposisi fraksi volume serat pelepah nipah yang digunakan yakni sebesar 30% wt, 40% wt, dan 50% wt dengan komposisi serbuk cangkang kerang kepah sebesar 20% wt. Spesimen komposit papan partikel semen ini dibuat menggunakan metode compression molding dengan beban penekanan sebesar 3 ton dan dilakukan pengujian fisik dan mekanik untuk mengetahui karakteristik komposit partikel semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat pelepah nipah akan menurunkan nilai densitas, meningkatkan kadar air, meningkatkan kemampuan absorbsi air, serta menurunkan nilai kekuatan lentur (modulus of rapture). Hasil pengujian tersebut menunjukkan densitas papan partikel semen telah memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 8335, JIS A 5417, namun tidak memenuhi standar SNI 03-105-2006. Nilai kadar air spesimen menunjukkan telah memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 8335, JIS A 5417, dan SNI 03-105-2006. Kekuatan lentur spesimen pada fraksi volume serbuk cangkang kerang 30% wt telah memenuhi standar ISO 8335, JIS A 5417, dan SNI 03-105-2006, namun fraksi volume serat pelepah nipah sebesar 40% wt serta 50% wt hanya memenuhi standar JIS A 5417.
Pemanfaatan Limbah Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Alternatif Untuk Kompor Bertekanan Udara Umami, Mahrus Khoirul; Irawan, Ibnu; Alim, Wildan; Arifin, Zainal
Jurnal Teknik Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/jt.v23i2.671

Abstract

As the number of vehicles increases, the amount of used oil waste also increases. Used oil waste can be used as an alternative fuel energy for stoves. In the combustion process of used oil, the mixture of air and fuel can affect the achievement of optimal temperature by applying the right AFR (Air Fuel Ratio). The chemical formula of used oil can be known using the GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) test. The purpose of this study is to calculate the stoichiometric AFR, determine the resulting combustion temperature, then the combustion time at each variation of air mass rate of 0.00193 kg/s, 0.00276 kg/s, 0.00359 kg/s, 0.00442 kg/s and 0.00525 kg/s. The results of the GC-MS test of used oil obtained the chemical formula C22H46, so the stoichiometric AFR is 14.8:1. Stoichiometric combustion occurs at an air mass rate of 0.00359 kg/s producing a flame temperature of 876.8°C and a furnace temperature of 535.2°C, with a combustion duration of 1627 seconds, producing a blue flame across the furnace surface as an indicator of low emission values ​​and no soot. The combustion value with the highest temperature occurs at an air mass rate of 0.00525 kg/s, namely 1124°C, on the flame and 694.6°C on the furnace with a combustion duration of 1229 seconds. The lowest temperature occurs at a mass rate of 0.00193 kg/s, namely 767.5°C on the flame and 290.8°C on the furnace with a combustion duration of 2224 seconds. This study can be concluded that the greater the air mass rate, the higher the combustion temperature value so that the combustion is faster. This used oil stove can be an alternative new technology, which can replace people's dependence on gas stoves and become a solution for environmentally friendly stoves that do not emit soot in their combustion.