Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KONTRIBUSI DAN KELAYAKAN USAHA MADU HUTAN DI DESA LABUAJA KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS Andi Nur Imran; nirawati nirawati nirawati; muliana djafar
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3980

Abstract

Potensi hutan yang ada di kecamatan Cenrana cukup besar yang jika diambil hasilnya akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat setempat serta memiliki kelayakan untuk diusahakan oleh petani Hutan. Hasil madu hutan, telah menjadi sumber mata pencaharian tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dan dari segi usaha cukup layak dikembangkan dimasa akan datang. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui kontribusi usaha madu hutan terhadap pendapatan masyarakat di Desa Labuaja Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, dan 2) mengetahui kelayakan usaha madu hutan di Desa Labuaja Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Lokasi penelitian adalah di wilayah hutan yang memiliki potensi Madu hutan di Desa Labuaja,, Kecamatan  Cenrana kabupaten Maros dengan waktu penelitian elama 3 bulan mulai  bulan Februari sampai dengan April 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani hutan didesa Labuaja yang mengambil lebah madu hutan di Desa Labuaja yang jumlahnya sebanyak 112 orang petani. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah diambil dari populasi petani hutan dengan persentase 20 % dari jumlah populasi atau sekitar 21 orang sampel petani hutan, dengan metode pengambilan sampel secara acak sederhana (Random sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan kuisioner. Sementara itu metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi usaha madu hutan terhadap pendapatan masyarakat di Desa Labuaja adalah 23,74% dengan pendapatan sebesar Rp. 6.899.575/thn. Sedangkan untuk tingkat kelayakan usaha Madu Hutan yang dilakukan oleh Petani hutan adalah layak (feasible) diusahakan dan dikembangkan dimasa akan datang, dengan hasil perhitungan R/C Ratio yaitu 26,5. Atau 26,5 > 1.
Persepsi Konsumen Terhadap Minat Beli Beras Di Pasar Tradisional Modern (Tramo) Kecamatan Turikale Kabupaten Maros Suci Amelia; Andi Nur Imran; Mohammad Anwar Sadat
Jurnal Agribis Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v12i1.2169

Abstract

This study aims to determine consumer perceptions of interest in buying rice at the Maros Modern Traditional Market (Tramo) in Turikale District, Maros Regency. The population in this study are all consumers who have shopped for rice at the Maros Modern Traditional Market (Tramo). The number of sources is 30 respondents using an accidental sampling technique. The data analysis technique used is descriptive quantitative. Data analysis uses the method of calculating percentages and intervals. The results showed that consumers' perceptions of interest in buying rice regarding the price variable were in the good perception category, this was due to the fact that the selling price was still within normal limits besides that there were also differences in characteristics between consumers on their buying interest. And regarding consumer perceptions of buying interest regarding the rice quality variable, it is in the good perception category. Because consumers feel that the rice being sold meets the requirements for good quality rice. As for consumer perceptions of buying interest regarding the variable infrastructure of Tramo Market, it is in the very good category. In general, rice consumers show a positive perception of infrastructure. This is reinforced by the large number of consumers who come from various places. And for consumer perceptions of interest in buying rice regarding market location it is in the good category because it is supported by a strategic location and is easily accessible to the public.