Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN NON AKADEMIK DI PASRAMAN SWASTA PRANAWA ABIAN TUBUH KOTA MATARAM I Putu Swana; I Nyoman Wijana; Joko Prayitno
Widya Sandhi: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.397 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tiga hal yaitu: 1) Implementasi pembelajaran berbasis keterampilan non akademik; 2) hambatan dalam implementasi pembelajaran berbasis keterampilan non akademik; 3) Persepsi Brahmacari, orang tua Brahmacari dan pengurus Pasraman terkait dengan implementasi pembelajaran berbasis keterampilan non akademik di Pasraman Swasta Pranawa Abian Tubuh. Penelitian ini berjenis kualitatif yang bersifat interpretatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Para informan berasal dari pengurus Pasraman, Acarya, Brahmacari dan orang tua Brahmacari yang ditentukan secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya keabsahan data diuji dengan validitas internal, validitas eksternal, reliabilitas, dan obyektivitas. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Implementasi pembelajarannya yaitu: a) perencanaannya berbentuk non formal; b) pengorganisasian menyesuaikan situasi serta kondisi dengan Brahmacari yang dibagi menjadi beberapa kelompok; c) pelaksanaan dilakukan dengan fase belajar observasional; d) pengawasan dilakukan secara internal; e) evaluasi dilakukan secara bertahap; 2) Hambatannya yaitu: a) belum ada kurikulum; b) pedoman perencanaan pembelajaran belum tersedia; c) kehadiran Brahmacari kurang konsisten; d) media pembelajaran yang bermasalah; e) keinginan belajar yang dinamis; f) perbedaan tingkat motivasi Brahmacari; g) pengaruh negatif smartphone; h) kurangnya supervisi pembelajaran oleh pihak eksternal; i) belum ada instrumen pengawasan; j) belum ada instrumen pengevaluasian; 3) Persepsinya yaitu: a) Brahmacari mampu mengikuti pembelajaran dengan baik; b) Brahmacari aktif berpartisipasi pada event perlombaan; c) Brahmacari aktif berpartisipasi pada kegiatan sosial keagamaan; d) orang tua Brahmacari menunjukan sikap yang respek; e) adanya perubahan pola perilaku dari Brahmacari; f) prestasi non akademik Brahmacari mengalami peningkatan; g) terdongkraknya eksistensi Pasraman Swasta Pranawa Abian Tubuh.
ATTRACTIVE LEARNING: SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEJENUHAN BRAHMACARI DALAM PEMBELAJARAN DI PASRAMAN NONFORMAL PASCA WABAH COVID-19 I Putu Swana
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 2 No 02 (2023): Vol 2 No 2 April 2023 Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ps.v2i02.866

Abstract

This study aims to study scientifically the attractive learning used to overcome Brahmacari boredom during learning activities in Non-Formal Pasraman after the Covid 19 outbreak. The method used in this research is descriptive qualitative with a phenomenological approach through participant observation data collection, covert interviews, and documentation. Furthermore, the data obtained is reduced, verified, presented, and drawn conclusions. The results of the study found that Attractive Learning in the learning process at Pasraman involves the use of collaborative and varied methods, a fun, joyful and impressive learning atmosphere and places for learning that must be varied or not only in the classroom but also outside the classroom (outdoor learning). There are several choices of methods that can be used to support the implementation of attractive learning in Pasraman, namely: 1) Role Playing Method; 2) Active Debate Method; and 3) Outdoor Learning Methods/Learning Outside the Classroom. The implications of attractive learning in non-formal Pasraman are: 1) Establishment of emotional closeness between Brahmacari and Acarya and between Brahmacari and his colleagues; 2) The learning atmosphere becomes more active, fun and less boring; 3) The growth of Brahmacari's motivation to return to the Pasraman.
ANALISIS STRUKTUR DAN KONSEP TEOLOGIS YANG TERMUAT DALAM LONTAR TUTUR GONG BESI I Putu Swana; Ni Luh Made Larasanti Komala Dewi
Widya Sandhi Jurnal Kajian Agama Sosial dan Budaya Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ws.v14i1.848

Abstract

This study aims to analyze the structure and theological concepts contained in Lontar Tutur Gong Besi, so that it can be used as knowledge for students, university students and the general public in the field of Hindu literature. The study in this study used descriptive qualitative with a literature study approach with data analysis techniques on relevant documents, especially analysis on the Lontar Tutur Gong Besi document. Based on the results of the interpretation of the Gong Besi Speech Lontar, it can be explained that the structure of the Lontar Tutur Gong Besi consists of a formal structure and a content structure. The formal structure includes the use of Balinese kawi language with antithesis, association, repetition, and antonomasia styles. While the content structure includes the storyline from the beginning, core and closing. The theological concepts contained in the Lontar Speech of the Iron Gong include Henotheism, Animism, and Monotheism. The Lontar Tutur Gong Besi is Siwaistic in nature. This lontar is included in the Lontar Tattwa Religion group, the main discussion in this lontar relates to the omnipotence of Bhatara Dalem. Balinese people believe that Bhatara Dalem is a manifestation of Lord Shiva.
EKSPLORASI KONSEP ETIKA HINDU UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF GENERASI DIGITAL NATIVE I Putu Swana; Ni Luh Made Larasanthi Komala Dewi
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 01 (2025): Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ps.v5i01.2941

Abstract

Generasi digital native merupakan seseorang yang hidupnya terintegrasi dengan teknologi, generasi ini menghadapi kerentanan seperti paparan konten negatif, cyberbullying, hoaks, dan krisis identitas akibat kuatnya need for recognition di media sosial. Tantangan ini memerlukan fondasi etika yang kuat dan relevan untuk membangun karakter positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merekonstruksi konsep etika Hindu yang dapat dijadikan pedoman perilaku yang konkret untuk membangun karakter positif generasi digital native. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan study literatur. Data tekstual yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan hermeneutika untuk menafsirkan makna, menemukan pola, tema, serta hubungan antar konsep. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: terdapat tiga konsep etika Hindu yang sangat relevan bagi generasi digital native untuk membangun karakter positif yakni: (1) Satya (kebenaran), sebagai landasan integritas dan kejujuran dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi digital; (2) Tat Twam Asi (engkau adalah aku), yang menanamkan empati, penghormatan pada keberagaman, dan tanggung jawab sosial dengan menyadari kesatuan semua makhluk; serta (3) Tri Kaya Parisudha (penyucian pikiran, perkataan, perbuatan), yang berfungsi sebagai filter mental untuk menyucikan niat sebelum berinteraksi di dunia maya. Implementasi ketiga nilai etika Hindu ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi digital native yang religius, jujur, toleran, bertanggung jawab, dan peduli sosial.